Senin, 30 September 2013

[KU-262/2013] Pembangunan Rel KA Bengkulu-Sumsel Segera Direalisasikan

Bengkulu - Pembangunan jaringan rel kereta api (KA) Bengkulu- Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang 230 kilometer (km) segera direalisasikan dalam waktu dekat. Kepastian itu dilakukan setelah tertandatanganinya nota kesepahaman antara enam perusahaan asing dan nasional dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.

Enam perusahaan asing dan nasional itu adalahh PT Hanwha S&C, PT Dohwa Engineering, PT Bara Alam Utama, PT True North Bridge dan PT Coalindo Adhi Nusantara. Keenamnya memiliki peran masing-masing. PT Hanhwa sebagai kontraktor, PT Dohwa sebagai teknik pembangunan, PT Bara Alam Utama sebagai pengguna jalur untuk mengangkut batubara yang diproduksi, PT True North Bridge sebagai konsultan finansial dan PT Coalindo Adhi Nusanta sebagai pemasaran batubara.
Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah mengatakan bahwa nota kesepahaman dibuat sebagai tidak lanjuti dari pertemuan antara Pemerintah Indonesia, yang diwakili Menko Ekuin Hatta Rajasa dengan Pemerintah Korea Selatan (Korsel), pada tahun lalu.
"Tujuan pembangunan rel ini, selain untuk meningkatkan kemajuan daerah, sekaligus dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) meliputi empat provinsi, yaitu Sumsel, Bengkulu, Lampung, Jambi dan Bangka Belitung," jelas Junaidi yang tidak menjelaskan secara pasti total dana pembangunan rel tersebut.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Mandela Resources, Joko Sudibyo, mengatakan bahwa konsorsiumnya siap melanjutkan penandatanganan nota kesepakatan setelah pemerintah Indonesia menetapkan status proyek itu menjadi Kerja Sama Pemerintah dan Swasta (KPS).
Dengan status KPS atau "Public Private Partnership" itu, maka pemerintah bertanggungjawab dalam hal penyedian lahan. "Semua perusahaan yang terlibat dalam konsorsium ini, sudah punya pengalaman baik dalam proyek pembangunan rel kereta api, sehingga tidak perlu diragukan lagi kemampuan mereka," ujarnya.
Apalagi proyek pembangunan rel kereta ini telah didukung hasil studi kelayakan di tujuh kabupaten dan kota di Bengkulu, dan semuanya mempunyai harapan besar agar proyek mega ini dapat realisasikan.
Tujuh kabupaten dan kota di Bengkulu, yang dilintasi rel kereta api yang akan dibangun itu, adalah Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang dan Seluma di Provinsi Bengkulu. Selain itu, Kabupaten Empat Lawang, Lahat dan Muara Enim, Provinsi Sumsel.
Direktur Operasional PT Bara Alam Utama, Putu Sastrawan menambahkan, perusahaannya siap menggunakan infrastruktur tersebut untuk mengangkut batubara dari Lahat, Sumatra Selatan.
"Sekarang kami mengandalkan transportasi darat dengan biaya cukup tinggi, tapi dengan pengangkutan menggunakan kereta api ke pelabuhan maka biaya operasional jauh lebih murah dari yang kami tannggung sekarang. Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas rencana pembangunan rel kereta api ini," ujarnya.
Sumber :  Suara Pembaruan, 26.09.13 / Foto : RAM.
[English Free Translation]

Construction of the railway network (KA)-South Sumatera Bengkulu with a length of 230 kilometers can be realized in the near future. The assurance was made ​​after the signing of a memorandum of understanding between the six national and foreign companies with Provincial of Bengkulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar