Senin, 02 September 2013

[KU-236/2013] Bisnis Tambang Batubara Lesu, Penjualan Truk Volvo Tertekan

Bisnis.comBANDUNG—PT Volvo Indonesia pesimistis penjualan truk bisa tumbuh 10% pada tahun ini. Agen tunggal pemegang merek Volvo Truck itu pada awal tahun mematok penjualan tumbuh 10%-15% dibandingkan dengan realisasi 2012.

Pantas P. Sihombing, Direktur PT Eka Dharma Jaya Sakti--diler resmi Volvo Truck, mengatakan kelesuan bisnis pertambangan batubara saat ini terimbas oleh harga jual komoditas itu yang merosot.

Kelesuan di industri tambang batubara itu sangat mempengaruhi bisnis prinsipal otomotif asal Swedia itu karena mayoritas konsumennya merupakan perusahaan tambang batubara.

"Kami sebetulnya menargetkan pertumbuhan penjualan dari 2012 ke 2013 antara 10% dan 15%. Namun, karena harga batubara turun, penjualan tidak bisa segitu. Ini terpengaruh oleh situasi dan kondisi iklim bisnis batubara," tuturnya di Bandung, Selasa (20/8/2013).

Sepanjang tahun ini Volvo menargetkan penjualan sebanyak 550 unit. Untuk periode Januari-Juli, baru terjual 208 unit. Saat ini ada 2.300 unit truk Volvo yang digunakan konsumen untuk pertambangan di Kalimantan.

"Mayoritas konsumen kami adalah perusahaan tambang. Dulu ada industri perkayuan, tapi bisnis kayu turun jadi kami diversifikasi. Sekarang usaha kami mayoritas digunakan perusahaan tambang, seperti batubara, minyak dan gas bumi, serta emas," ujar  Pantas.

PT Eka Dharma Jaya Sakti adalah satu diler resmi Volvo Truck di Indonesia yang beroperasi khusus untuk daerah Kalimantan. Kemitraan dengan Volvo terjalin lebih dari 20 tahun.
Diler lainnya adalah Indotruck Utama, bagian dari Indomobil Group, beroperasi di wilayah luar Kalimantan. Kerja sama dengan Volvo terbangun sejak 30 tahun lalu.
"Sejauh ini kami masih berupaya mencapai penjualan 550 unit. Kalau tidak bisa tercapai 100% ya jika bisa sampai 80% atau 90% is okay,"tutur Pantas.

Truk merek Volvo yang dijual di Indonesia sedikitnya ada 4 seri, yaitu FMX 370 horse power (hp) (6x4) seberat 25 ton, FMX 440 hp (8x4) 30 ton, FMX 480 hp (6x4) truk gandeng dengan bobot mencapai 80 ton, dan seri FH16 550 hp (6x4) yang juga truk gandeng 120 ton.
Dari empat jenis ini yang membukukan penjualan terbesar adalah FMX 440 hp disusul FH16 550 hp dan FMX 370 hp.

"Seri FMX 440 hp sekitar 40% dari penjualan kami, sedangkan FH16 dan FMX 370 setara sekitar 30%, sisanya seri lain. Harga truk Volvo antara Rp1,6 miliar hingga Rp2 miliar," tutur Pantas.

Sumber : Bisnis Indonesia, 20.08.13.

[English Free Translation]

PT Volvo Indonesia pessimistic truck sales could grow 10% this year. Sole agent of Volvo truck set a sales grow 10% -15% compared with the 2012. So ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar