Selasa, 17 September 2013

[KU-251/2013] Jonan Siap Dialog Dengan Jokowi Soal Pedagang Kaki Lima

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia mempertanyakan tugas pemerintah daerah yang ketika kampanye berjanji menyediakan lahan untuk berjualan bagi pedagang kaki lima.

"Tugas KAI itu melayani penumpang dengan baik dan benar, bukan menyediakan lapak-lapak. Lalu semua Pemda itu tugasnya apa? Kan banyak pemimpin yang dalam kampanye berjanji menyediakan lahan untuk berjualan bagi PKL. Sedangkan saya hanya menjalankan tupoksi saya dalam transportasi perkeretaapian bagi masyarakat," ujarnya dalam pesan yang disampaikan kepada Bisnis hari ini Senin (16/9/2013).
Ia menjelaskan hal itu terkait dengan masih adanya protes terhadap kebijakan manajemen PT KAI yang menggusur pada pedagang kaki lima. Sejumlah stasiun mulai dari Bogor hingga Kota dan dari Manggarai ke Jatinegara saat ini sudah bersih dan bebas dari pedagang kaki lima.
Di stasiun Cikini kios yang dibongkar akan digunakan untuk pembangunan gedung perkantoran. Pembongkaran sejumlah kios itu akan dilakukan sendiri oleh para pedagang.
Penertiban kios pedagang di stasiun Cikini merupakan penertiban yang terakhir karena 62 stasiun lainnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi telah ditertibkan oleh PT KAI.
Berdasarkan pemantauan Bisnis, stasiun Gondang Dia, Jakarta Pusat, saat ini juga telah dibersihkan. Para pekerja tengah sibuk merapikan stasiun itu menyusul stasiun lainnya yang telah dibersihkan dari pedagang kaki lima terlebih dahulu.

Di stasiun Bogor, yang kini tampak luas dan tertib para pedagang kaki lima juga tampak teratur. Memasuki pintu utama stasiun tertulis pedagang kaki lima modern (Kalimo) menjajakan beraneka barang dagangan.
Jonan menjelaskan bahwa yang ada kios seperti itu hanya stasiun besar dan KAI tidak pilih kasih dalam penertibannya. Kalau mau sewa dengan baik dan benar, silakan saja. "Kami tidak pilih-pilih kok," tegasnya.

Kalau menyediakan tempat untuk PKL, maka tupoksi PTKAI harus diubah total, Jika penertiban PKL di peron dan halaman stasiun menjadi orang merasa kasihan kepada Pak Jokowi [Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta] saya siap berdialog dengan Pak Jokowi kapan saja karena ini bukan tugas KAI".
Sumber : Bisnis Indonesia, 16.09.13.

[English Free Translation]

PT Kereta Api Indonesia (KAI) questioned local governments task when in the campaign promise to provide the land for informal traders (known as pedagang kaki lima / PKL). President Director of PT KAI, Ignasius Jonan explained that it was related to the persistence of the protest against the policy of the management of PT KAI is displacing the informal traders. What’s next to do ? Meet Jokowi and discuss furthermore.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar