Rabu, 04 September 2013

[KU-238/2013] Palembang : Lagi, Peresmian Pelabuhan Molor


PALEMBANG – Peresmian Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) kembali molor.  Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel sendiri tidak menyebutkan alasan penundaan tersebut.
    
“Kita pending hingga November nanti. Sebelumnya, pelabuhan ini juga sempat akan diresmikan pada Mei 2013. Sementara semua persiapan sudah kita lakukan,” ujar Musni Wijaya, kadishubkominfo Sumsel, di Kantor Gubernur, kemarin (2/9).
    
Bahkan kata dia, persiapan seperti tempat, operator, dan lainnya sudah dilakukan, namun kadang-kadang masih ada beberapa masalah. Mudah-mudahan tak ada perubahan lagi pada November nanti.
    
Ada satu permasalahan lain yang turut memengaruhi masih belum beroperasinya pelabuhan itu. Hal tersebut adalah terkait akses yang akan dilalui menuju pelabuhan.  “Kita sudah koordinasikan dengan pihak terkait karena itu sangat vital. Jangan sampai saat kita launching, tetapi jalannya tidak siap,” ujar Musni.
    
Sebenarnya, untuk operasional pelabuhan tersebut, tidak memiliki masalah sama sekali. Contohnya saja untuk kesiapan listrik yang diakali dengan penggunaan genset. “Pada dasarnya, pelabuhan sudah siap untuk operasional,” ungkapnya.
    
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ada lima perusahaan pelayaran yang akan menempatkan armadanya di pelabuhan tersebut. Di antaranya PT (Persero) ASDP Feri Cabang Bangka, PT Prima Eksekutif, PT Samudera Pratama, PT Dharma Lautan Utama, dan PT Antosim Lampung Pelayaran.

Untuk listrik, sementara ini menggunakan genset 110 KVA milik pelabuhan. Genset tersebut bertujuan untuk menggerakan mobile bridge, kegiatan perkantoran, timbangan kendaraan, dan penerangan pelabuhan.

Sebelumnya, Kepala Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA), Sudinsaid Saputra  mengatakan, tahap awal pihaknya akan melayani penyeberangan Palembang-Muntok (Bangka).  Operasional kapal feri dialihkan dari Pelabuhan 35 Ilir ke TAA. “Akan kita tawarkan pada operator kapalnya,” jelasnya.

Penyeberangan melalui Pelabuhan TAA ini lebih cepat dan efisien,  baik ke Pelabuhan Merak dan Malaysia serta Singapura. Karena kapal dapat memacu kecepatan maksimal. “Pelabuhan 35 Ilir ke Muntok butuh waktu sekitar 12 jam perjalanan. Sedangkan dari Pelabuhan TAA ke Muntok hanya butuh waktu sekitar 3, 5 jam,” tukas Sudinsaid.  (rip/ce4)

Sumber : Sumatera Ekspres, 03.09.13.

[English Free Translation]

The inauguration of the Port of Tanjung Api-Api (TAA) back stretch. Department of Communication and Information (Dishubkominfo) South Sumatera does not mention the reason for the delay. Stay tune and it will be the right time for the launching, sooner or later.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar