Rabu, 26 Agustus 2015

[KU-234/2015] Jalur KA Barang Pasoso-Priok Dikebut Oktober

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mulai membangun jalur kereta api (KA) dari Stasiun Pasoso ke dermaga Pelabuhan Tanjung Priok pada Oktober 2015. Adanya jaringan KA dari dan ke pelabuhan diharapkan dapat menekan waktu inap kontainer di pelabuhan tersibuk itu.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro, mengatakan telah mengantongi izin penggunaan lahan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di wilayah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.

Pembangunan jalur kereta api ke pelabuhan merupakan proyek lanjutan yang tidak banyak pekerjaan. Bahkan, KAI akan membangun sendiri proyek itu tanpa mitra kerja. “Kami kerjakan sendiri karena ini tinggal pembebasan lahan yang di lorong,” katanya, akhir pekan lalu.

Kementerian PUPR bersama Kementerian Perhubungan sudah melakukan perjanjian atas penggunaan lahan tersebut. “Saya tidak merasa ada masalah dengan PT Pelindo II, semua ini lancar kok, tidak ada apa-apa. Mungkin dulu, sebelum saya sulit bernegosiasi. Tadi, cepat saja tidak ada masalah soal lahan tersebut karena cuma menyelesaikan lahan lorong,” tuturnya.

Namun, Edi belum bisa memberikan angka berapa investasi yang akan dikeluarkan untuk proyek tersebut. “Belum bisa sebut ya, masih dihitung. Itu karena ada perubahan terkait harga-harga,” ucapnya.

Proyek pembangunan kereta api menuju dermaga Pelabuhan Tanjung Priok merupakan satu dari tujuh cara Kemenko Maritim dan Sumber Daya menekan waktu inap kontainer atau dwelling time Tanjung Priok.

Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, telah membentuk satuan tugas atau task force untuk menurunkan dwelling time menjadi 2,5 hari yang ditargetkan selesai Oktober 2015.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, mengapresiasi dukungan Kemenko Maritim dan Sumber Daya membangun jalur kereta api Stasiun Pasoso ke Pelabuhan Tanjung Priok. Realisasi jalur itu, menurutnya akan berdampak signifikan terhadap logistik nasional dengan volume ekspor impor yang diangkut sekitar 65 persen melalui Priok.

“Realisasi jalur kereta pelabuhan tersebut akan berdampak positif terhadap peningkatan kelancaran arus barang tersebut. Produktivitas pelabuhan akan meningkat dan dwellingtime akan turun,” katanya.

Sumber : Sinar Harapan.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia (Persero) will begin to build a railway line (KA) from the station to Pasoso Tanjung Priok Port in October 2015. The existence of the railway network and to the port is expected to reduce length of stay of containers in the busiest port.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar