Jumat, 13 Februari 2015

[KG-044/2015] Pengukuran Lahan Kandang Sapi

SuRaBaYa: Seperti aneh kedengarannya tapi itu nyata. Alkisah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki lahan yang banyak dan luas namun sejak dulu, tidak diurus dengan baik sehingga banyak yang berpindah kepemilikan. Alih-alih usaha iseng-iseng berhadiah, ehh ternyata upaya menduduki tanah tsb keterusan tuh hingga harus pake diusir segala.

Perubahan cukup besar terjadi, saat pak Mandor (baca: Ignasius Jonan) memimpin perusahaan perkeretaapian ini, lambat laun diambil-alih satu per satu dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas. Contohnya sterilisasi kawasan stasiun dan lahan-lahan lain yang mangkrak, lantas kini dikomersilkan.

Adakah yang salah di negeri ini ? Susah susah gampang nih. Pertanyaan yang gak setiap orang menganggap penting ato basi. Tapi membudaya di negeri ini. Kembali ke persoalan tanah tadi, kebetulan ada peluang bagus nih.

Kebetulan Kamis 12/02 ini, ada tim Sucofindo yang ditugasi untuk mengukur luas tanah yang akan dikembalikan, setelah disewa sekian lama dan akan dikembalikan oleh pihak penyewa lama. Pasalnya, pernah diperbaiki namun kontrak diputus ditengah jalan. Otomatis harus ada perhitungan sendiri.

Lokasinya di Kandang Sapi. Perencanaannya untuk perluasan terminal barang di Stasiun Kalimas, Surabaya. Oh ya, disebut Kandang Sapi karena dulunya lahan ini pernah dipakai oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengangkut sapi, didistribusikan ke kota-kota lain. Kini perannya digantikan oleh truk-truk pengangkut hewan.

Ikuti dokumentasinya berikut ini.



Sumber : KALOG / Kredit Foto : RAM.

[English Free Translation]

Thursday, 12/02, there’re Sucofindo team tasked to measure the area of land to be restored, after being hired for so long and will be returned by the old tenants. The outcome ? Will release soon to new tenant..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar