Minggu, 01 Februari 2015

[KG-032/2015] Reaktivasi & Bangun Jalur Rel Baru, Target Menhub



SuRaBaYa: Tak hanya masyarakat yang memerlukan moda kereta api (KA) belakangan ini, sejumlah tokoh masyarakat di daerah beramai-ramai mengusulkan moda KA sebagai alternatif sarana transportasi. KA dianggap efisien dan lebih cepat dibanding moda lain.

Untuk ukuran waktu, maksudnya ketepatan, memang relatif. Tetapi bila diadu secara jarak tempuh, apalagi di kota metropolitan seperti Jakarta, akan lain hasilnya. Tak ayal lagi, masyarakat di area lain pun kini tengah berangan-angan memiliki moda KA seperti di Kalimantan, Sulawesi, Papua bahkan Sumatera yang sebagian diantaranya mangkrak alias tidak terawat baik.

Kini impian tersebut, sesuai impian Ignasius Jonan sebagai Menhub baru, semoga bisa diwujudkan. Mantan orang nomor satu di industri perkeretaapian nasional ini pernah berujar, lebih baik membangun sarana kereta api di daerah-daerah, ketimbang membela KA cepat yang dipergunakan segelintir orang.

Maksud beliau, membangun jalur KA Trans-Kalimantan, Trans-Sulawesi dan ato Trans-Papua jauh lebih bermanfaat ketimbang membangun KA cepat, dengan anggaran biaya yang setara. Masuk akal juga dan hitung-hitung pemerataan. Lagi pula, KA memang alternatif paling ampuh untuk mengatasi kemacetan di kota-kota besar.

Bila belum mampu membangun impian besar tadi, Jonan kala menjabat Dirut PT KAI berkeinginan menghidupkan kembali / merevitalisasi kembali jalur-jalur potensil di Pulau Jawa maupun Pulau Sumatera sebagai sarana angkutan yang dapat dipercaya.

Untuk kegunaan lain KA, selain dimanfaatkan menarik jumlah penumpang yang besar jumlahnya, juga bisa dimanfaatkan mengirim barang ke luar daerah, sehingga perekonomian suatu wilayah akan lebih bergairah dengan kombinasi angkutan yang beragam. Masyarakat semakin antusias dengan banyaknya pilihan moda angkutan.

Salah satu propinsi yang tengah memperjuangkan moda KA agar bisa dioperasikan kembali adalah propinsi Sumatera Barat (Sumbar). Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki petugas yang ditempatkan di Divre 2 Sumatera Barat dan bertugas mengamankan aset serta mengkomersilkannya, demi kepentingan bangsa dan negara.

Secara terpisah pula, Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke Papua, langsung meminta Menhub untuk mempelajari lebih lanjut proyek kereta api Trans-Papua. Semoga bukan janji-janji sorga. Papua memiliki cadangan sumber daya alam (SDA) luar biasa namun secara transportasi boleh dibilang miskin infrastruktur.

Ikuti pula, cuplikan salah satu berita terkait dibawah ini.

--- quote ---

(artikel) Jalur Sumbar - Riau Dihidupkan Kembali

PADANG: Jalur KA lintas Sumatera menghubungkan Sumbar-Riau diharapkan bisa dilintasi kembali. Langkah ini menyusul rencana pemerintah pusat menghidupkan kembali jalur yang telah mati puluhan tahun.

VP PT KAI Divre II Sumbar, Zulkarnain, mengatakan rencana itu tercetus pada pertemuan Dirjen Perkeretaapain Kemenhub, Dishubkom & Informatika Sumbar, PT KAI & instansi terkait beberapa waktu lalu di Padang.

Menurut Zulkarnain, jalur yang nanti direaktivasi dari Sumbar ke Riau yaitu jalur Padang-Padang Panjang-Muara Kalaban Sawahlunto-Pekanbaru, serta Padang-Padang Pariaman-Sicincin-Lembah Anai-Bukittinggi-Payakumbuh-Limbanang, dan seterusnya hingga di Bangkinang, Riau.

"Pemerintah pusat siap, termasuk anggaran. Jadi tinggal komitmen pemda untuk serius memberikan dukungan terutama pembebasan lahan," ujar Zulkarnain.

Terpisah, Sekjen Masyarakat Peduli KA Sumbar, Yulnofrins Napilus meminta pemrov berani & proaktif menunjukkan bahwa Sumbar serius dukung moda KA.

"Inisiatif mengaktifkan jalur KA Sumbar-Riau positif bagi Sumbar. Jadi kalau tak diperjuangkan dengan serius, Sumbar bisa ketinggalan jauh," ujarnya.

Sumber : Kompas, 04.12.14.

--- unquote ---

[English Free Translation]
When Ignasius Jonan serving as president director of PT KAI, he intend to revive the potential railway lines in Java and Sumatera as a reliable mode of transportation. Now everybody need it.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar