Kamis, 24 Juli 2014

[KU-201/2014] Kapasitas Kereta Api Tumbuh


JAKARTA: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI terus meningkatkan kapasitas angkut KA barang dengan memanfaatkan rel jalur ganda lintas utara. Dalam jangka panjang, perusahaan menargetkan volume barang yang diangkut bisa meningkat sekitar 78%.

Dirut PT KAI Ignasius Jonan mengatakan, dengan adanya jalur ganda, perusahaan ingin barang yang diangkut bisa mencapai 12.000 TEU per minggu. "Saat ini sudah 6.000-7.000 TEU seminggu. Lima tahun lalu hanya 1.000 TEU per minggu," ujarnya.

Menurutnya, untuk mencapai target tersebut, PT KAI harus meningkatkan jumlah kereta barang mencapai 40% dari kereta yang ada sekarang. Namun, itu merupakan target jangka panjang. Untuk setiap tahun, ia menargetkan volume angkutan barang bisa tumbuh 20%.

Ia menuturkan, rencana pengembangan bisnis logistik merupakan strategi bisnis PT KAI yang bersifat komersial. Pengembangan itu tidak terkait dengan pengurangan beban logistik di jalan jalur pantura.

Direktur Operasi dan Pemasaran PT KALOG Dwiyana Slamet Riyadi menyampaikan, target yang diungkapkan Dirut PT KAI tsb bisa tercapai 5 tahun lagi. Saat ini, 42 kereta barang beroperasi dalam pengelolaan PT KALOG.

Namun, ada pula kereta barang yang dioperasikan PT KAI langsung, antara lain untuk melayani PT Pertamina dan pengangkutan batubara PT Bukit Asam.13 Stasiun PT KALOG saat ini menggunakan 13 stasiun barang di P. Jawa dan 2 stasiun di Sumsel.

"Tahun ini, kami kemungkinan bisa menambah stasiun di Malang dan Probolinggo (Jatim). Namun, kami berfokus untuk memperluas stasiun barang yang sudah ada," kata Diropsar PT KALOG. Di samping itu, PT KALOG tahun ini juga menargetkan peningkatan infrastruktur bongkar muat.

Ia mengungkapkan, untuk sejumlah rencana pengembangan itu, PT KALOG telah mengalokasikan belanja modal Rp 183,2 M. Di matanya, pengangkutan barang menggunakan kereta lebih menguntungkan pengusahaan walaupun berbiaya lebih mahal.

Ia mencontohkan, untuk mengangkut mobil, pengusaha dikenai Rp 1,5 juta per unit jika menggunakan truk. Jika menggunakan kereta, pengusaha membayar sebesar Rp 1,8 juta per unit.

"Namun, mobil baru sampai 3 hari kemudian jika menggunakan truk. Menggunakan kereta, pengangkutan hanya 15 jam," ujarnya. Di samping itu, pengusaha tak perlu khawatir cat mobil tergores  batu atau kerikil, tidak seperti jika menggunakan truk.

Sumber : Kompas, 23.06.14 / Kredit Foto : Dwiyana SR.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia (Persero) continues to increase transport capacity by making use of rail double track across the northern areas. In the long term, the company expects the volume of goods transported could be increased by about 78%.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar