Senin, 14 Juli 2014

[KU-191/2014] Wawancara Khusus: Ignasius Jonan, Mimpi Bawa PT KAI Sekelas Perusahaan Eropa

Sejak menjadi Dirut PT KAI pada Februari 2009, Ignasius Jonan melakukan sejumlah gebrakan demi memuaskan para pelanggan setia KA. 

Lalu apa saja yang akan dilakukan Jonan dalam masa jabatannya yang akan habis di tahun 2019, dan bagaimana wajah KAI ke depan idealnya? Berikut kutipan hasil wawancara Liputan6.com dengan Ignasius Jonan yang ditulis, Jumat (4/7) :


Sejumlah gebrakan telah Anda lakukan selama menjabat sebagai Dirut, ke depan inovasi apalagi yang akan Anda lakukan?
Ke depan saya tekankan agar konsistensi terhadap standar pelayanan, ketertiban dan kebersihan yang sedang berjalan saat ini.

Lalu apa inovasi berikutnya?
Pertama, kami berencana untuk mengganti semua kereta penumpang jarak jauh. Baik kelas ekonomi dan non ekonomi diganti dalam 7 tahun dimulai tahun ini. Nanti Idul Fitri itu ada dua rangkaian baru kelas ekonomi, sebenarnya saya berharap ada 5 atau 6 rangkaian baru kelas eksekutif tahun ini, hanya telat. Mudah-mudahan nanti operasi natal tahun baru.

Ada berapa yang akan diganti?
Itu kira-kira ada 1.600 unit. Nanti akan diganti kira-kira mungkin sampai 1.700 atau 1.800 atau bahkan mungkin sampai 2.000, nanti keretanya baru semua, karena keretanya sudah tua, ada yang umurnya mulai dinas tahun 1965. Inovasi kedua, sebenarnya bukan berada di kami.


Kami berharap adanya peningkatan angkutan darat yang besar sekali, jadi sekarang itu kalau dihitung model TEUs (satuan peti kemas-red), model kontainer. Mungkin sekarang di Jawa itu kami seminggu bisa 5.000 atau 6.000 TEUS. Dalam 5 tahun berikutnya targetnya di Jawa minimal 

12.000 TEUS dalam seminggu. Inovasi ketiga adalah angkutan produk tambang di Sumbagsel.
Tahun ini, angkutan barang di Sumbagsel itu kira-kira mungkin 18 juta ton. Harapan kami pada 2020 sekurangnya 45 juta-50 juta ton.

Untuk pergantian gerbong kereta, itu akan berasal dari PT INKA atau impor?
Kalau INKA bisa, kita pakai INKA. Bisa itu ada 2 syarat yaitu pertama kapasitas produksi, karena kita tidak bisa menunggu, yang kedua itu soal kapasitas teknis, kemampuan teknis.

Kalau bicara soal manajemen, pegawai KAI dinilai kerja santai, Apa yang dilakukan untuk perubahan internal terutama perubahan kultur di KAI?
Saya kira sekarang tidak ada yang ngomong kerja di KAI santai. Kalau dia tidak ada gunanya ya disuruh berhenti.

Bagaimana industri KA ke depan, Apa Ada yang kurang?
Yang kurang itu ada. Pertama itu pembukaan jalur-jalur mati, yang seharusnya saya pikir itu kewajiban dari negara. Yang kedua, idealnya lagi, dalam 5 tahun itu saya berharap pemerintah membangun Trans Sumatera.
  
Saat ini transportasi KA lebih dominan berada di Jawa, dan sedikit di Sumatera, bagaimana dengan nasib wilayah lainnya?
Menurut saya lebih baik pemerintah dalam 5 tahun mendatang membangun Trans Sumatera, Trans Sulawesi, Trans Kalimantan, Trans Papua, daripada bikin kereta cepat Jakarta-Bandung.

Adakah negara yang bisa jadi acuan Indonesia dalam mengembangkan jaringan commuter line atau KA?
Kalau ideal sih saya inginnya seperti di Eropa atau paling kurang seperti di China. Kalau di ASEAN kita sudah paling besar.


Ke depan, akan seperti apakah wajah KAI dan perkeretaapian Indonesia?
Saya berharap sih wajah KA ke depan itu juga sebagai salah satu transportasi publik yang besar itu saja.

Menjelang Lebaran nanti, apakah pekerja KAI bisa ambil cuti?
Oh tidak, tidak bisa. Seluruh pegawai saat operasi lebaran itu 20 hari atau 22 hari penuh tidak boleh cuti, kecuali ada halangan yang besar sekali, misalnya orangnya meninggal, misalnya keluarga dekatnya meninggal.

Sumber : Liputan6.com.

[English Free Translation]
Since becoming Director of PT KAI in February 2009, Ignasius Jonan do some blow-by-KA to satisfy loyal customers. Then what will be done by Jonan in his tenure that will expire in 2019, and how it face forward KAI ideally? Here's the interview excerpt in Liputan6.com. Read more above.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar