Sabtu, 05 Juli 2014

[KG-183/2014] Rapat Persiapan Angkutan KA Mobil



JaKaRTa: Tingginya frekuensi pengiriman barang bila tidak diimbangi jadual yang pas, bisa berakibat pada kondisi minus ato kurang pasokan. Kurang barang artinya Pelanggan bisa memilih barang pesaing sebagai konsekuensi logis.

Di Pulau Jawa, kondisi ini mulai diamati secara serius oleh para pelaku usaha. Angkutan jalan raya, baik di ibukota negara maupun ibukota propinsi lambat laun mulai merasakan geliat kemacetan sebagai akibat tumbuh dan berkembangnya wilayah tertentu. Atau bisa juga karena tidak diimbangi pertumbahan jalana raya sehingga timpang. Timbulah isu kemacetan di jalan raya dlsb.

Kini, secara perlahan, angkutan menggunakan moda kereta api (KA) mulai dilirik pengusaha. Setelah produsen semen, lantas produk makanan dan minuman, sekarang giliran produk kendaraan / mobil yang akan diuji-coba.

Merek apa dan siapa tuh yang mau jadi pelopor ? Tunggu tanggal mainnya tetapi rapat persiapan antara PT Kereta Api Logistik (KALOG) dengan Pelanggan sudah kesekian kali dilakukan dan terakhir kali, dilaksanakan hari Jumat 04/07 siang.

Wait and see ya.

Sumber : KALOG / Foto :RAM.

[English Free Translation]
After successfully operate freight trains KALOG 1 to 4 (container services), cement Tiga Roda, Coca Cola product, PT Kereta Api Logistik (KALOG) now beginning to try out the car transport. Wait for the launching.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar