Senin, 07 Juli 2014

[KA-185/2014] Ignasius Jonan Hobi Blusukan & Menyoroti Karakter Pimpinan

BANDUNG: Posisi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Ignasius Jonan boleh dibilang mobile banget (bergerak terus) sehingga hari ini ada di Jakarta, besok sudah di Medan ato Surabaya bahkan Lempuyangan, dan lusa bisa muncul di Tarahan. Gak kenal hari kerja ato hari libur.

Aktifitas yang dikenal dengan istilah turun ke bawah alias blusukan ke stasiun-stasiun, dipo hingga kombinasi jadual sharing di berbagai instansi pemerintah, swasta maupun lembaga pendidikan menjadi menu keseharian DU yang memang tak pernah puas untuk mencapai kesempurnaan melayani Pelanggan.

Berikut ini salah satu jadual DU di hari Minggu (06/07 – foto-foto terlampir) saat mengikuti KAI Safari, ditemani D1, D4, D7 dan Anggota Komisaris PT KAI Aswhin Sasongko serta U. Hayati Triastuti beserta rombongan lainnya, melanjutkan KAIS lintas selatan, yang dimulai dari Surabaya – Kertosono – Blitar – Malang dan kembali ke Surabaya.

DU menggunakan KA Railone, mencoba jalur shortcut dari Stasiun Sidoarjo menuju Stasiun Tarik, melewati Stasiun Tulangan. Setibanya di Stasiun Malang, Direksi melakukan pembinaan kepada para Kepala UPT di wilayah Malang.

Dalam paparannya, DU mengingatkan kembali agar para kru mampu meningkatkan kewaspadaan terhadap pengguna identitas palsu penumpang KA. Juga menegaskan kepada petugas unit kesehatan untuk terus berpedoman pada SOP pemeriksaan kru KA yang akan bertugas.

Jika terdapat kru KA yang tidak memenuhi syarat kesehatan, petugas yang memeriksa wajib memberikan surat rekomendasi tidak layak berdinas. Melenceng dari ketentuan bisa berakibat fatal dan sanksi berat menanti.



DU saat melakukan pengecekan di lintas agar menjadi panutan bagi direksi sekaligus sub-ordinat dibawahnya. Memberikan contoh jauh lebih sulit namun efektif membangun kesadaran diri dan menumbuhkembangkan potensi anak bangsa.

Seringkali DU menulis dan membagikan pengalamannya (terlampir dibawah ini yaaa) ke segenap pimpinan di level manajerial ke atas, agar kelak bisa dikenang dan tak hanya itu, bisa dijiwai oleh para penerus di industri perkeretaapian nasional dalam masa perubahan ini. Bravo !

Sumber : KALOG / Foto : Humaska.

--- quote ---

Pada kesempatan ini saya ingin bercerita tentang seorang pemuda berusia 18 tahun bernama Terrence Croft.

Terrence adalah seorang pemuda yang berasal dari Taiwan yang mengikuti lomba debat internasional tingkat SLTA dan selama 3 tahun berturut turut menjadi juara pertama! 

Menurut anak saya, Cathy, yang juga mengikuti lomba tersebut selama 2 tahun berturut turut (dan masuk dalam 50 besar), Terrence adalah pemuda yang sangat ringan tangan, membantu peserta lomba yang membutuhkan penjelasan, membutuhkan dukungan dan membantu ini dan itu yang diperlukan. Padahal, semua yang dibantu itu adalah pesaingnya di dalam lomba. 

Bayangkan betapa luar biasanya kebajikan Terrence yang baru berusia 18 tahun ini. Dia tidak pernah terkesan takut disaingi, tidak pernah lelah berusaha membantu sesama peserta lomba, sehingga setiap dia naik panggung untuk berlomba, maka mayoritas peserta malah memberikan dukungan besar dan tepuk tangan yang meriah.

Karakter diatas adalah karakter seorang pemimpin yang luar biasa. 

Karakter yang seperti itulah yang saya harapkan dari semua Unsur pimpinan KAI. Pemimpin KAI wajib membina bawahannya, mendorong anak buahnya untuk maju, bahkan perlu membantu rekannya untuk maju tanpa pamrih, tidak terkotak kotak dan tidak berusaha egois atau mencelakakan temannya.

Karakter diatas juga dibutuhkan untuk menjalankan operasi Idul Fitri tahun ini dan seterusnya.

Kita telah berhasil menjalankan Operasi Idul Fitri yang mendapat berbagai penghargaan dan pujian sejak tahun 2011 sampai tahun lalu.

Memang insiden kecil masih terjadi disana sini karena ketidakpedulian atau kelalaian atau kebanyakan juga bermuara pada kepemimpinan yang lemah dari berbagai lapisan pimpinan di KAI ataupun termasuk anak perusahaan.

Saya masih ingat ada seorang Kepala Daerah yang mati2an berusaha menonjolkan diri sampai akhirnya nyaris ditahan karena pertikaian yang tidak taktis. Ada juga Kepala Daerah yang tidak hafal akan operasi di daerahnya sampai saya tarik kembali ke kantor pusat. Ada juga yang tidak mengenal anak buahnya apalagi melakukan pembinaan yang sehat dan teratur.

Nah tahun ini saya ingin naik Kelas lagi yaitu Operasi Lebaran yang tanpa insiden, semua harus berjuang ke arah itu dan pasti bisa! 

Banyak petugas Dipo Sarana yang masih terhindar dari sanksi akibat kelalaian, namun kali ini akan dikejar apabila terjadi per putus ataupun roda/as yang panas ataupun toilet tidak berfungsi atau lampu kereta yang tidak berfungsi apalagi AC yang tidak berfungsi.

Petugas persinyalan, jalan dan jembatan, juga pusat Pengendalian operasi akan dipantau ketat sehingga kualitas kerjanya menjadi tidak tercela.

Pelayanan dan pengamanan akan juga dipantau untuk membuktikan bahwa hasil tugas menjadi tanpa cacat.

Pembiaran dalam bentuk apapun akan menghasilkan sanksi atau pelepasan jabatan seketika kepada siapapun juga termasuk saya sendiri.

Selama 2 hari saya mengikuti inspeksi lintas selatan, saya melihat berbagai perbaikan walaupun masih jauh dari sempurna. Ayo sempurnakan lagi dan yang wajib dijunjung tinggi adalah Keselamatan! 

Selamat bekerja.

Sumber : Ignasius Jonan via milis internal PT KAI, 06.07.14.

--- unquote ---

[English Free Translation]

Not just loud talking and giving orders, President Director of PT Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan also often go to the field, checking the real situation. In addition, Jonan’s busy giving public lectures, invited lectures and sharing with government officials as well as students who are interested in studying the topic of leadership in PT KAI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar