Monday, October 23, 2017

[KU-xxx/2017] KALOG Tak Henti Tumbuh

JAKARTA : Di panggung bisnis logistik nasional, bukan sebuah kekeliruan bila memasukkan PT Kereta Api Logistik (KALOG) menjadi bintang baru yang tengah mencorong. Tahun ini pendapatannya diprediksi di atas Rp 700 miliar, meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 640 miliar.

Ada beberapa faktor di balik ciamiknya pertumbuhan itu. Di antaranya, perluasan cakupan layanan yang diberikan. Awalnya, bisnisnya hanya pengantaran barang melalui kereta (dari stasiun ke stasiun). Sekarang total logistic, bermain secara end-to-end, pelayanan paripurna dan bukan hanya di stasiun kereta.

"Jadi, kami ini sebagai SCM (supply chain management) service provider," ungkap Junaidi Nasution, Dirut KALOG. Faktor berikutnya, ia menambahkan, adanya transformasi dan perbaikan layanan, modernisasi infrastruktur, perluasan jaringan layanan, serta perbaikan sistem organisasi. Terpenting, yang menjadi key driver peningkatan pendapatan adalah mampu membaca kebutuhan pasar.

Perusahaan ini satu-satunya pengangkut kontainer berbasis kereta yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Bahkan, juga sudah memperluas ke luar Pulau Jawa melalui operasional KAI kontainer relasi KEK Sei Mangkei-Belawan di ujung 2016.

Bisnis ini tahun lalu menyumbang pendapatan Rp 169 miliar. Untuk lini bisnis non-kontainer, KALOG kini melayani sejumlah perusahaan semen dan sejenisnya, dan tahun 2016, lini usaha ini menyumbang pendapatan Rp 283 miliar.

Adapun bisnisnya yang klasik, pengangkutan batubara, juga tumbuh. Tahun 2016, pendapatannya Rp 128 miliar, tumbuh hampir 40% dibandingkan 2015 yang sebesar Rp 92 miliar. Untuk mendongkrak bisnis ini, mereka baru saja berinvestasi besar memodernisasi dan melakukan mekanisasi stockpile batubara sehingga aktivitas bongkar dari KA dan tongkang menjadi lebih cepat.

Tak mau melewatkan bisnis kurir, divisi BHP Kurir juga terus berekspansi dengan memperluas jaringan layanan serta menambah okupansi angkutan. Hasilnya, meski masih baru, tahun lalu Rp 60 miliar masuk ke kantong. Ke depan, salah satu rencana strategis yang bakal segera dieksekusi adalah masuk ke gelanggang bisnis logistik gas (KA Gas) dan logistik rantai berpendingin atau cold chain.

Sumber : SWA.

[English Free Translation]
In the national logistics business sector, it is not a mistake to enter PT Kereta Api Logistik (KALOG) into a new star that is being encouraged. This year's revenue is predicted to be above Rp 700 billion, an increase compared to last year which amounted to Rp 640 billion.


No comments:

Post a Comment

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...