Sabtu, 07 Mei 2016

[KU-125/2016] Ekspedisi SPIRIT OF MAJAPAHIT: Dubes Jepang Bicara Soal Masyarakat Blasteran

Kabar24.com, JAKARTA : Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Tanizaki Yasuaki menyatakan banyak orang Jepang yang adalah campuran dari bangsa asing di bagian selatan termasuk dari Indonesia.

Dalam acara peresmian Ekspedisi Spirit of Majapahit, Tanizaki menyatakan bahwa program pelayaran dari Indonesia ke Jepang yang mengadopsi sejarah pelayaran Majapahit pada abad ke 13 ini membuktikan pula adanya percampuran etnis dalam elemen masyarakat Jepang.

"Di Jepang ada pertanyaan besar darimana kami berasal? Apakah dari Utara? Ada sebuah teori yang menyatakan orang Jepang adalah etnis campuran dari Utara dan Selatan. Sehingga saya percaya dalam darah saya ada juga elemen yang lebih kuat datang dari selatan. Itu alasannya saya juga sangat tertarik dengan program ini," ungkap Tanizaki di Gedung Badan Pengkajian Penerapan Teknologi, Senin (2/5/2016).

Program yang mengikuti pengalaman sejarah pelayaran Majapahit abad ke 13 ini menjadi salah satu bukti bahwa lebih dari ribuan tahun orang Jepang juga mendapat pengaruh dari orang-orang wilayah Selatan, termasuk Indonesia.

Tanizaki menyebut program yang diusung oleh Majapahit Admiration Community (Komunitas Pecinta Majapahit) dari berbagai golongan, baik orang Indonesia ataupun Jepang. Tanizaki menilai program ini sangat penting, unik, dan menantang.

"Jepang dan Indonesia memiliki kesamaan sebagai negara maritim. Oleh sebab itu, sangat benar pesan dari Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan maritim kita. Hal ini penting bagi Jepang dan Indonesia," terangnya.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya RI Rizal Ramli menyambut baik program untuk membuat pengalaman sejarah abad ke 13 ekspedisi dari Indonesia ke Jepang dengan kapal kayu sepanjang 20 meter dan lebar 4,5 meter tanpa tempat tidur hanya dengan koridor.

Adapun 11 orang dalam tim itu terdiri dari orang Bugis (Makassar), Jawa, dan satu orang Jepang tersebut akan melakukan pelayaran dari Jakarta-Pontianak-Brunei Darussalam-Manila-Taiwan-Jepang.

Kapal ini hanya 20ft, tidak ada ruang tidurnya, hanya koridor tempat tim untuk bisa tidur. Ini akan menjadi perjalanan yang sangat berat tetapi juga menjadi simnol serta pesan bahwa pemerintah Indonesia menginginkan kita mencintai laut dan tak melupakan diri sebagai negara maritim, jelas Rizal dalam pidatonya

Pembangunan kapal yang menggelontorkan biaya sekitar Rp2,5 miliar mendapatkan banyak bantuan dari sumbangan dari berbagai pihak dan komunitas sejarah. Sumbangan tersebut dalam bentuk kayu misalnya kayu jati, atau tambahan ornamen untuk gate dan ukiran.

Rencana ekspedisi ini sebelumnya direncanakan dengan melibatkan para ahli sejarah dan perkapalan dari Jerman, Belanda, Perancis, Jepang, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Indonesia. Ekspedisi ini juga bekerjasama dengan Takushoku University.

Kegiatan ini akan meliputi napak tilas pelayaran Majapahit ke Jepang pada awal bulan Mei-Juli 2016 dengan rute Jakarta-Pontianak-Brunei Darussalam-Manila-Jepang. Kegiatan lainnya adalah menjadikan kapal layar Spirit of Majapahit sebagai simbol dari semangat maritime Majapahit dan menjadi monument di Jepang.

Sumber : Bisnis Indonesia, 02.05.16.

[English Free Translation]
Japanese Ambassador to Indonesia, Yasuaki Tanizaki said many Japanese people who are mix of foreign nations in the south, including from Indonesia. In the inauguration of Expedition Spirit of Majapahit, Tanizaki stated that the cruise program from Indonesia to Japan are adopting Majapahit’s shipping history in the 13th century, proves also the ethnic mix in elements of Japanese society.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar