Sabtu, 16 Januari 2016

[KU-016/2016] Tawang - Tanjung Mas : 654 Siswa Terancam Tak Bisa Sekolah


SEMARANG: Rencana reaktivasi rel KA Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Mas akan melewati SD Kusuma Bhakti. Jika pembangunan rel dilakukan sesuai rencana PT KAI, maka ratusan siswa terancam tak bisa sekolah karena tergusur.

Kepala Sekolah Dasar Kusuma Bhakti, Khayatun mengatakan, Selain SD Kusuma Bhakti, tercatat ada musala dan rumah-rumah warga Kebonharjo yang bakal digusur untuk proyek tersebut.

Khayatun menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan atau sosialisasi secara resmi dari PT KAI soal proyek reaktivasi rel. Hanya saja pada medio 2015 lalu‎, ada petugas dari PT KAI yang melakukan pemetaan dengan menandai bangunan yang terkena proyek.

"Dulu sudah ada petugas. Gedung kelas VI di bagian sudut bangunan ditandai cat merah. Tapi sekarang tanda itu sudah hilang. Bahkan sampai sekarang informasinya (reaktivasi rel) tidak jelas‎," lanjutnya.

Sebelumnya Manajer Aset PT KAI Daop 4 Semarang, Eman Sulaeman bersikukuh bahwa seluruh tanah yang dilewati proyek reaktivasi rel Tawang-Tanjung Emas merupakan aset PT KAI, termasuk gedung SD Kusuma Bhakti dan rumah-rumah warga Kelurahan Kebonharjo. Sehingga warga harus rela digusur. Pihaknya mempunyai bukti kepemilikan sejak dulu.

Sebaliknya, warga Kebonharjo juga memiliki bukti sertifikat hak milik. Menurut Kantor Pertanahan Kota Semarang sertifikat warga Kebonharjo adalah sah.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, mendesak PT KAI melakukan sosialisasi dan dialog pada warga terkait pembangunan rel menuju Pelabuhan Tanjung Emas. Ia tidak ingin warga jadi korban pembangunan yang dilakukan pemerintah. Ia menyarankan, pembangunan rel bisa dialihkan ke tempat lain yang tidak berkonflik.

Sumber : TribunNews, 07.01.16.

[English Free Translation]
Reactivation plan Tawang railway station-Tanjung Mas port will pass through SD Kusuma Bhakti. If the construction of the railway is done according to the plan of PT KAI, then hundreds of students threatened because the school will be evicted.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar