Senin, 11 Januari 2016

[KU-011/2016] Rusia Butuh Dukungan Percepatan Investasi Di Kalimantan


Bisnis.com, JAKARTA—Rusia meminta dukungan pemerintah untuk mempercepat proyek kereta api cepat Kalimantan dan pembangunan smelter di Kalimantan Barat.

Permintaan Rusia disampaikan oleh Denis Manturov Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution Jumat (8/1/2016) di kantor Kemenko Perekonomian.

Dalam pertemuan tersebut, Darmin menjelaskan Rusia menanyakan sejumlah hal mengenai iklim investasi serta aturan-aturan yang berlaku di Indonesia.

Selain itu, Denis juga mengajukan daftar permasalahan yang memerlukan bantuan dan dukungan Indonesia, terutama terkait dua proyek; pembangunan smelter di Kalimantan Barat dan kereta api cepat Kalimantan.

“Kalau yang kereta api Kalimantan ini tinggal persoalan bentuk apakah izin kereta api khusus atau khusus plus,” katanya seusai pertemuan dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Jumat (8/1/2016).

Selain investasi dua proyek tersebut, Rusia menyampaikan minat investasi kilang dan pembangkit listrik. Namun minat tersebut masih secara umum, belum berbentuk rencana investasi konkret.

Seperti diketahui, Russian Rail Ways bakal membangun KA Borneo 900 kilometer dan Techno Park senilai Rp72 triliun. Pembangunan proyek tersebut ditargetkan rampung dalam lima tahun.

Sumber : Bisnis Indonesia, 08.01.16.

[English Free Translation]
Russia requested government support to speed railway project in Kalimantan and development smelter in West Kalimantan. In the meeting between the two countries, Darmin Nasution explained some things about the investment climate as well as the rules that apply in Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar