Senin, 20 April 2015

[KG-109/2015] Jelajahi Wisata Heritage Kereta Api

JaKaRTa: Wisata atau travelling saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan manusia. Alternatif dan potensi wisata jenis baru pun terus dicari. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI)  pun sangat concern terhadap pengembangan potensi wisata, khususnya yang berbasis KA.

Banyak bangunan tua khas peninggalan Kolonial Belanda milik PT KAI yang terus dilestarikan hingga saat ini. Bangunan-bangunan cagar budaya itu senantiasa dirawat tangan-tangan professional di bidang heritage.

Banyak wisatawan mancanegara dan domestik yang tertarik untuk berwisata sejarah ke beberapa cagar budaya andalan PT KAI, sebut saja Lawang Sewu, Museum Kereta Uap Ambarawa, Stasiun Tuntang, Stasiun Tanjung Priok, dan masih banyak lagi.

Perjalanan dengan KA juga menyuguhkan wisata pemandangan alam yang memanjakan mata. Salah satunya perjalanan menuju Stasiun Tuntang dari Stasiun Ambarawa dengan Kereta Uap melewati Danau Rawa Pening.



“PT KAI memiliki sumber daya perkeretaapian yang mencakup lintasan kereta api, simpul-simpul bangunan stasiun yang artistik serta moda transportasi kereta api yang memiliki nilai dan keunikan sebagai daya tarik wisata,” kata Dirut PT KAI, Edi Sukmoro.

Sumber : Koran Tempo, 31.03.15.

[English Free Translation]

Tourism or traveling today has become one of the human needs. Alternative and new types of tourism potential continues to be sought. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) was very concerned about the development of tourism potential, especially for railway-based.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar