Minggu, 21 Desember 2014

[KU-347/2014] Operasional Stasiun Dihentikan

JAKARTA: PT KAI berencana menghentikan operasional Sta Tanjungpriok mulai Sabtu (25/10). Lokasi keberangkatan & kedatangan penumpang dipindah ke Sta Pasarsenen untuk mengefektifkan operasi.

Selanjutnya stasiun itu akan difungsikan untuk mendukung angkutan barang. Selain itu, pemerintah melalui Ditjenka juga berencana menghidupkan rute KRL Tanjungpriok-Kampungbandan. Kepala Sta Tanjungpriok, Moch. Ridwan Subarkah menambahkan selain penumpang berangkat, jumlah penumpang turun juga relatif kecil.

Menurutnya, operasional KA akan lebih efektif dengan pemindahan itu. SM Corcomm Daop 1 KAI, Agus komarudin mengatakan, Sta Tanjungpriok akan dimanfaatkan untuk mendukung Sta Sungai Lagoa & Sta Pasoso dalam pengangkutan barang.

Saat ini ada 16 perjalanan KA barang yang berangkat & datang di Sta Tanjungpriok. Menurut Ridwan, dalam waktu dekat jumlahnya ditargetkan bertambah. Dua tahun terakhir, KA barang semakin dilirik pengusaha karena dinilai kompetitif dibandingkan dengan truk dari sisi ketepatan waktu, keamanan barang & daya angkut.

Namun, upaya pengembangannya terhambat seperti rencana pembangunan terminal peti kemas di Tanjung Priok. PT KAI berencana membangun terminal peti kemas di lahan seluas 28 ha yang masuk wilayah 3 RW di Kel. Tanjung Priok.

Pengosongan lahan telah dimulai sejak Des 2013. Hingga awal Maret 2014 pengosongan telah terealisasi sekitar 6,3 ha.

Sumber : Kompas, 23.10.14 / Kredit Foto : Wikipedia.

[English Free Translation]
PT KAI plans to discontinue operations Tanjung Priok station, starting on Saturday (25/10). The location of departure and arrival of passengers train transferred to Pasarsenen station, to streamline operations.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar