Sabtu, 13 Desember 2014

[KG-339/2014] Ambarawa Amazing Bingitz ! (edisi renovasi)

AmBaRaWa: Setelah kunjungan yang pertama sekitar 2 (dua) bulan lalu, ehh ternyata kata hati mendorong kami (bersama Bram Meratus dan Lintang - putera ke-2 Bram) untuk kembali mengunjungi Stasiun / Museum Ambarawa, Jawa Tengah di hari Sabtu 13/12/14. Oh iya, perjalanan kali ini ke Ambarawa dikawal Aris KALOG SMC.

Di edisi ini, memperlihatkan aktifitas renovasi Museum Kereta Api (KA) terus berjalan agar pengunjung yang datang nantinya merasa nyaman dan lebih informatif. Menyajikan hal yang demikian gampang-gampang susah tapi tim Heritage yang dipercayakan kepada KS Ambarawa - Tri Prastiyo, Insya Allah sanggup mewujudkannya dengan optimal.

Hal tersebut bisa dilihat, bila kita mengadakan kunjungan ke Ambarawa dengan interval waktu 1 (satu) bulanan sehingga bisa dilihat perubahannya ato kemajuannya. Bulan-bulan sebelumnya susunan kereta masih tercecer dihalaman belakang stasiun, kini sudah berjejer rapih / berbaris.



Selain itu, pengerjaan "menghidupkan" kembali kenangan lama untuk loko-loko tua, minimal dengen mengecat ulang supaya kelihatan kinclong lagi, terlihat jelas dari ketekunan para pekerjanya. Pembangunan jalan pintu masuk bagi pengunjung terus disiapkan dan lain sebagainya. Maju terus pantang mundur.

Bisa dibayangin kalo Museum ini udah jadi dan rapih, keren abiiiiiz. Koleksi loko uapnya boleh dibilang cukup lengkap. Ditambah nanti kereta lainnya seperti kereta rel listrik (KRL) dan kereta-kereta yang pernah meramaikan jagat perkeretaapian di Indonesia. Gak mustahil, dengan bekerja bareng dengan Museum Belanda, museum ini akan menjadi yang terbesar di Asia.

Edisi cangkru'an, monggo dibaca di hari Minggu 14/12, edisi berita santai. Selamat membaca di akhir pekan yang senantiasa diliputi mendung dan hujan.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

Catatan,
Rujukan sebelumnya, silahkan baca [KU-287/2014] Gaet Belanda, Museum KA Ambarawa Akan Jadi Yang Terbesar di Asia – Minggu, 19 Oktober 2014 dan [KG-279/2014] Amazing Ambarawa ! – Sabtu, 11 Oktober 2014.

[English Free Translation]
At the same, Ambarawa’s railway station and museum continue to improve and want to look as beautiful as possible, to be able to convey the message "this is the past history of the Indonesian railway". While it is open to the public since October 1st, 2014 but the process of improvement, still continues.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar