Minggu, 14 Desember 2014

[KG-340/2014] Ambarawa Amazing Bingitz ! (edisi cangkru'an)

AmBaRaWa: Kunjungan hari Sabtu 13/12 kemaren, lebih mengesankan ajang silaturahim karena dalam kebiasaannya, selalu ada diskusi atas suatu topik walau tidak rutin setiap hari. Sesuatu yang menarik, bingitz deh ha ha ha.

Bagi Pembaca yang sudah berusia diatas 40 tahun, banyak kosa kata anyar yang muncul dan rada sulit dipahami. Ndak apa-apa karena ramuannya dibuat ringan dan supaya agak gaul. Diantaranya, cangkru'an = ngobrol santai, bingitz = banget, keppo = rasa ingin tahu, juga gaya bahasa ala suroboyo-an ato daerah khas tertentu, itu cuma bumbu tulisan doank.


Kembali ke perihal obrolan santai, tempo hari kita pernah menyampaikan sepintas tentang makna gambar yang ada di ruang tunggu utama (sebelumnya semacam cafe bagi para tentara dan warga Hindia Belanda) dan dibawahnya dilengkapi gambar, dengan kisah sejuta makna.

Kenapa disebut demikian ? Nanti bila berkunjung ke Museum Ambarawa, coba lihat-lihat gambar dimaksud dan tanyakan arti gambar-gambar ato simbol-simbol yang yang tercetak diatas keramik tersebut. Seperti ungkapan "buatan global, rasa lokal" (made in global, local taste). Gitu kurang lebihnya.

Kemudian diatas simbol / gambar tadi, pas diatas langit-langitnya seharusnya ada lampu kuno, yang digambarkan "pendulum besar", yang akan menunjukkan sesuatu - namun "hilang" alias berpindah tempat dan masih dalam masa pencarian. Jujur saja, seperti para arkeolog saat menggali temuan mereka, maka kali ini KS Ambarawa Tri Prastiyo mencoba menggali makna yang tersirat.

Jika perlu, ekspedisi mini ini dilakukan dengan perjalanan spiritual, napak tilas hingga mencari tahu ke sumber-sumber yang tak pernah diduga sebelumnya, seperti ada "energi" yang membawa ke Museum Ambarawa. Bukan ihwal mistis lho, suatu saat akan bisa dijelaskan secara logika, hanya saja perlu waktu untuk memecahkan misteri ini. Ciaileh misteri nÍh yeee.

Ibarat teka-teki, kita ini hanyalah butiran debu yang tengah memandang sebuah gambar abstrak agar memiliki makna. Makna apa saja, itulah yang tengah kita cari. Ada cerita sejarah Kalingga, kejayaaan kerajaan Majapahit hingga runtuhnya, peran para pewaris sisa kerajaan Majapahit di Banyu Biru dan timbulnya kesultanan Demak dengan ajaran Islam.


Masalahnya, tidak hanya studi literatur doank karena ada pesan-pesan yang harus diterima dan dirasa oleh pelaku, agar bisa membuktikan bahwa satu peristiwa ini ternyata berkaitan dengan yang lainnya. Bagaimana merasakan itu semua. Energi yang terkumpul akan menyebarkan sinyal positif dan dirasa oleh nalar, sebagai sebuah bahan kajian.

Mendadak belajar sejarah ? Gpp. Menggali hobi lama yang sempat terkubur dan semoga cerita-cerita dibalik misteri sebuah gambar tadi bisa dikuak sedikit demi sedikit. Daripada tidak ngapa-ngapain, minimal kita sudah coba membuka tabir misteri tadi.

Satu hal keunikan mengenai Stasiun Ambarawa (dulu namanya : Willem I, dibangun tahun 1873). Secara artistik, struktur bangunan kokoh ini bergaya Eropa tetapi didalamnya banyak filosofi Jawa dan campuran Cina. Semisal, pemerintah Hindia Belanda membangun stasiun diibaratkan seperti seekor ular naga.


Bangunan depan (loket jama dahulu) dibuat jendela kiri kanan dan hampir semua struktur bangunan, mulai kepala, badan hingga ekor (jika perumpamaan manusia maka bagian atas / leher keatas, bagian badan - lher kebawah hingga batas pusar dan bagian bawah - pusar turun ke bawah hingga ujung kaki).

Tiga struktur bangunan Stasiun Ambarawa mirip seekor naga : kepala, badan dan ekor (bagian yang terpenggal ato banguan terpisah karena seekor naga bila dilihat tidak rata dan utuh melainkan meliuk-liuk) sehingga struktur bangunannya tergambarkan seperti terpisah.

Kenapa didisain sedemikian rumit ato pake filosofi segala ? Kebudayaan Indonesia, khususnya kebudayaan Jawa bisa jadi merupakan bentuk kebudayaan tertua, hal ini dibuktukan dengan diketemukannya fosil manusia Sangir. Lantas, bukti lain adanya bangunan Candi Borobudur. Mau dibandingkan dengan kebudayaan Inca ato Aztec ato Maya ?

Gambar-gambar yang diamati pak Tri - KS Ambarawa, sedemikian lengkap sehingga mengesankan kebudayaan Jawa jauh lebih tinggi dibandingkan suku-suku tadi. Piramida bisa jadi merupakan salh satu keajaiban dunia namun secara gambar, detilnya tidaklah selengkap Candi Borobudur dalam mengungkap profil para dewa dan sebagainya.


Itu baru satu hal yang bisa dibagi disini. Masih banyak hal unik dan menarik untuk bisa dibagikan nantinya. Mulai dari kemiripan logo Airlangga dan Padjadjaran dalam misteri gambar tadi, gambar cakra, simbol tali, dan lain sebagainya. Masih dieksplorasi. Yang tertarik, monggo diperhatikan kembali. 

Anggap saja seperti serial filem layar lebar Bourne's yang diperankan oleh Matt Damon. Banyak menyimpan keunikan dan penonton diajak berpikir memecahkan kode rahasia berupa simbol ato petunjuk. Jangan mengambil perumpamaan filem Agatha Christie, terlalu rumit hi hi hi.


Ayooo kita bisa. Lanjutkan dan jangan putus asa. Akan ada kisah menarik di balik misteri "Mbah Rowo". Ini baru permulaan yang menarik. Percayalah he he he.

Aamiin YRA.

Sumber : KALOG / Foto : RAM - Bram.

Catatan,
Rujukan sebelumnya, silahkan baca [KG-339/2014] Ambarawa Amazing Bingitz ! (edisi renovasi)  - Sabtu, 13 Desember 2014, [KU-287/2014] Gaet Belanda, Museum KA Ambarawa Akan Jadi Yang Terbesar di Asia – Minggu, 19 Oktober 2014 dan [KG-279/2014] Amazing Ambarawa ! – Sabtu, 11 Oktober 2014.

[English Free Translation]

A historical journey, trying to uncover the facts of an image in Ambarawa station. Keep update the expedition to uncover the mystery inside. Happy reading.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar