Jumat, 12 Desember 2014

[KU-338/2014] Edi Sukmoro, Masinis Baru Kereta Api

JAKARTA: Selain KAI, ada 2 BUMN yang ditinggalkan dirut yang menjadi anggota kabinet. Yaitu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pindad (Persero). Namun Menteri BUMN Rini Soemarno memprioritaskan penggantian Dirut KAI.

“KAI paling cepat dilakukan karena perusahaan transportasi publik, menyangkut keselamatan. Secepatnya makin bagus,” ungkap Rini Soemarno. Menurut Edi, prestasi hanya dapat digapai dengan bekerja, tidak datang dengan sendirinya.

Dia beruntung karena Ignasius Jonan telah meletakkan pondasi yang cukup kuat untuk pengembangan KAI ke depan. Bapak dua putri ini siap meneruskan dan meningkatkan kinerja positif. Juga berbagai praktik yang mendukung peningkatan kinerja.

Salah satunya, memberangkatkan karyawan dari berbagai tingkatan untuk studi ke luar negeri. Edi memberi keleluasaan kepada seluruh jajaran untuk maju asal mau bekerja keras.

“Penjaga palang pintu saja bisa ikut studi banding ke luar negeri. Tidak ada BUMN lain yang melakukan hal seperti ini,” tutur peraih Master of Engineering Science in Project Management Melbourne University, Australia, 1996 ini.

Salah satu kunci sukses perubahan di KAI adalah kesediaan dirut dan direksi terjun ke lapangan. Minimal sekali dalam sebulan mereka Pisami atau Piket Sabtu-Minggu ke lapangan. Di saat peak season seperti periode angkutan lebaran, para direksi dipastikan full berada di lapangan selama periode sibuk itu. Di luar jadwal rutin, mereka juga tak segan terjun ke lapangan.

Edi bakal mempertahankan habit itu. Ia tidak mau memimpin dari belakang meja tanpa bersentuhan langsung dengan realitas di lapangan. Untuk bisa tahu seperti apa tingkat pelayanan kepada penumpang, cara paling efektif adalah masuk ke gerbong penumpang, melihat, merasakan, dan mendengar suara penumpang.

“Kalau kami tidak masuk dalam area penumpang, maka tidak akan tahu apa yang menjadi kekurangannya,” katanya.

“Tahun 2014 ini saya memperkirakan PT KAI dapat meraih laba sekitar Rp700-800 miliar. Adapun pendapatan diperkirakan menggapai Rp10-11 triliun, naik ketimbang tahun lalu yang sebesar Rp8,7 triliun,” kata Edi Sukmoro.

Pada angkutan penumpang, tantangan ke depan adalah stagnasi jumlah penumpang. Manajemen KAI dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi produk, dengan dukungan modernisasi organisasi dan pelayanan yang kian prima.

Persoalan pelayanan perlu mendapat porsi perhatian serius, karena berdasarkan survei kepuasan pelanggan, Customer Satisfaction Index (CSI) KAI mengalami penurunan. Tahun 2012 CSI mencapai 4,01, tahun 2013 turun ke angka 3,9.

Bisa jadi penurunan itu bukan karena level of services yang berkurang, namun didorong oleh ekspektasi pengguna jasa yang terus meningkat. Ini adalah sebuah tantangan yang harus dijawab Edi Sukmoro dan jajaran direksi.

Sumber : Majalah BUMN Insight, November 2014.

[English Free Translation]

As well as PT KAI, there are 2 SOE president who became a member of the cabinet. The first, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk and then PT Pindad (Persero). But SOE Minister Rini Soemarno prioritize the replacement CEO KAI. Edi Sukmoro elected as the new president of PT KAI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar