Senin, 15 Desember 2014

[KG-341/2014] Reaktivasi, Target Menhub

SuRaBaYa: Tak hanya masyarakat yang memerlukan moda kereta api (KA) belakangan ini, sejumlah tokoh beramai-ramai memelopori menggunakan KA sebagai saran transportasi menuju tempat kerjanya. KA dianggap efisien dan lebih cepat dibanding moda lain.

Untuk ukuran waktu, maksudnya ketepatan, memang relatif. Tetapi bila diadu secara jarak tempuh, apalagi di kota metropolitan seperti Jakarta, akan lain hasilnya. Tak ayal lagi, masyarakat di area lain pun kini tengah berangan-angan memiliki moda KA seperti di Kalimantan, Sulawesi, Papua bahkan Sumatera yang sebagian diantaranya mangkrak alias tidak terawat baik, ingin merevitalisasi.

Kini impian tersebut, sesuai impian Jonan sang Menhub baru, semoga bisa diwujudkan. Mantan orang nomor satu di industri perkeretaapian nasional ini pernah berujar, lebih baik membangun sarana kereta api di daerah-daerah, ketimbang membela KA cepat yang dipergunakan segelintir orang.

Maksud beliau, membangun jalur KA Trans-Kalimantan, Trans-Sulawesi dan ato Trans-Papua jauh lebih bermanfaat ketimbang membangun KA cepat, dengan anggaran biaya yang setara loh ya. Masuk akal juga dan hitung-hitung pemerataan lah. Lagi pula, KA memang alternatif paling ampuh untuk mengatasi kemacetan di kota-kota besar.

Bila belum mampu membangun impian besar tadi, Jonan kala menjabat Dirut PT KAI berkeinginan menghidupkan kembali / merevitalisasi kembali jalur-jalur potensil di Pulau Jawa maupun Pulau Sumatera sebagai sarana angkutan yang dapat dipercaya.

Untuk kegunaan lain KA, selain dimanfaatkan menarik jumlah penumpang yang besar jumlahnya, juga bisa dimanfaatkan mengirim barang ke luar daerah, sehingga perekonomian suatu wilayah akan lebih bergairah dengan kombinasi angkutan yang beragam. Masyarakat semakin antusias dengan banyaknya pilihan moda angkutan.

Salah satu propinsi yang tengah memperjuangkan moda KA agar bisa dioperasikan kembali adalah propinsi Sumatera Barat (Sumbar). Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki petugas yang ditempatkan di Divre 2 Sumatera Barat dan bertugas mengamankan aset demi kepentingan bangsa dan negara.

Ikuti pula, cuplikan beritanya dibawah ini.

--- quote ---

(artikel) Jalur Sumbar-Riau Dihidupkan Kembali

PADANG: Jalur KA lintas Sumatera menghubungkan Sumbar-Riau diharapkan bisa dilintasi kembali. Langkah ini menyusul rencana pemerintah pusat menghidupkan kembali jalur yang telah mati puluhan tahun.



VP PT KAI Divre II Sumbar, Zulkarnain, mengatakan rencana itu tercetus pada pertemuan Dirjen Perkeretaapain Kemenhub, Dishubkom & Informatika Sumbar, PT KAI & instansi terkait beberapa waktu lalu di Padang.

Menurut Zulkarnain, jalur yang nanti direaktivasi dari Sumbar ke Riau yaitu jalur Padang-Padang Panjang-Muara Kalaban Sawahlunto-Pekanbaru, serta Padang-Padang Pariaman-Sicincin-Lembah Anai-Bukittinggi-Payakumbuh-Limbanang, dan seterusnya hingga di Bangkinang, Riau.

"Pemerintah pusat siap, termasuk anggaran. Jadi tinggal komitmen pemda untuk serius memberikan dukungan terutama pembebasan lahan," ujar Zulkarnain.

Terpisah, Sekjen Masyarakat Peduli KA Sumbar, Yulnofrins Napilus meminta pemrov berani & proaktif menunjukkan bahwa Sumbar serius dukung moda KA.

"Inisiatif mengaktifkan jalur KA Sumbar-Riau positif bagi Sumbar. Jadi kalau tak diperjuangkan dengan serius, Sumbar bisa ketinggalan jauh," ujarnya.

Sumber : Kompas, 04.12.14 / Kredit Foto : Kaskus.

--- unquote ---

[English Free Translation]

The railway line which linking the West Sumatera - Riau expected to be crossed back. The move follows the central government's plan to revive the path that is not used for decades. The new Transport Minister - former CEO PT KAI - Ignasius Jonan strongly supports such a move. Yes We Can !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar