Selasa, 28 Oktober 2014

[KU-296/2014] Mari Nikmati Sensasi Naik Kereta Uap di Museum Ambarawa


AMBARAWA: Mulai 1 Oktober 2014 kemarin, ada pemandangan berbeda di Ambarawa Jawa Tengah. Bila selama ini orang mengenal Museum Palagan sebagai destinasi wisata sejarahnya, tapi mulai tanggal tersebut Pemkab Semarang & PT KAI memperkenalkan tempat wisata tidak kalah menariknya.

Kepala Stasiun Ambarawa, Tri Prastiyo (foto kiri), mengatakan, sejauh ini animo warga tampak positif dalam merespon pembukaan Museum Kereta tersebut. Paling tidak, sejak 1-17 Oktober, ada 1.548 turis dewasa & 671 turis anak-anak yang datang. Lonjakan pengunjungnya sangat terasa pada weekend.

"Dan kami sangat bersyukur, sementara ini bisa meraup pendapatan Rp 25 juta dari hasil jualan tiket masuk museum," terangnya. Tri mengungkapkan, mula-mula dia mencoba mengaktifkan kembali 1 kereta uap kuno yang lama teronggok di sana. Pengelola museum menamai lokomotif uap kuno itu yakni SUN.

Lokomotif SUN kini dioperasikan berkala untuk membawa para turis menikmati sensasi berwisata naik kereta uap sambil melihat pemandangan pegunungan yang mengelilingi Ambarawa. SUN alias si Matahari ini, mampu membawa empat gerbong berisi 120 penumpang.


"Apabila Sawahlunto punya lokomotif tua bernama Mak Item. Maka kami tidak kalah punya Lokomotif SUN sebagai suguhan kereta wisata bagi para wisatawan bila berkunjung ke sini," katanya semangat.

Selain mengoperasikan lokomotif SUN, PT KAI juga berencana menjalankan kembali 28 lokomotif uap kuno di tempat tersebut.

"Di sini ada 23 lokomotif kuno buatan Eropa. Bila ditambah 5 unit lagi & bisa dijalankan maka kami bisa menjadi museum kereta uap terbesar di Asia," urainya. Bila memungkinkan, lokomotif bernomor seri B2220 juga akan dijalankan dengan pertimbangan bentuknya mini & biayanya murah.

Biaya pengoperasian ketel uap kereta kuno mini minimal Rp 500 juta. Selain menyajikan wisata kereta ketel uap, Tri bilang, secara bertahap PT KAI akan membangun fasilitas sarana & prasarana di atas lahan museum seluas puluhan hektare tersebut.

"Sementara ini, kita sudah punya 2 track rel yang aktif & bagian-bagian lainnya akan diperbaiki bertahap," kata Tri. Ia berkata, agar para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri berlomba mengunjungi tempat ini, maka dia mulai mengebut renovasi beberapa sudut bangunan tanpa menghilangkan keasliannya.

Saat ini, pekerja masih mengecat ulang tembok kantor utama museum. Kantor utama museum memiliki tata letak ruangan cukup unik. Sebab bila dicermati tata letak ruangan kantor utama museum mengandung filosofi seperti organ tubuh manusia.

Renovasi akan diawali bagian depan ada ruang penjualan tiket, lalu di belakangnya ada ruang pengarsipan barang, kemudian disusul ruang KS & berturut-turut ruangan awak KA, sebuah ruangan kafe, ruang pengendali wesel & alarm serta terakhir ruang toilet.

"1 ruangan dengan ruangan lain dipisahkan berdasarkan corak ornamen di tiap lantai." Berdasarkan pendataan sementara, ada 200 lebih barang kuno tersimpan di museum. Pendataan termasuk menakar usia lokomotif bernomor seri C1190 di mana konon tertua dibanding kereta lainnya. Adapun sisa jalur perlintasan kereta kini masih ada sepanjang puluhan km.

"Target kita harus kelar pada 2015 mendatang," urainya. Setelah semua renovasinya beres, pihaknya akan beralih membangun ruang pamer di bekas lahan gudang sisi kiri kantor museum. Selanjutnya, akan ditambah sebuah kafe, workshop serta open space.

Sumber : Merdeka, 19.10.14 / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Effective from October 1, 2014, there are different views in Ambarawa Central Java. If all this is the knowledge Palagan Museum as a tourist destination of its history, but from now on the Semarang regency and PT KAI introduce  Ambarawa’s Train Museum. Congrats !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar