Rabu, 22 Oktober 2014

[KU-290/2014] PT KAI Dipercaya Exim Bank Beli Loko 50 Unit

SuRaBaYa: Secara jumlah nominal, 50 unit bukan angka yang terlalu besar namun secara nominal jumlah ini amat sangat dibutuhkan pemerintah Amrik untuk menggerakkan roda perekonomiannya. Alih-alih PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan lowongan pekerjaan kepada warga Amrik.

PT KAI dalam masa kepemimpinan Ignasius Jonan boleh dibilang mereformasi sisi mentalitas kerja dan disiplin, namun tidak melupakan target yang harus dicapai perusahaan pelat merah ini agar tetap bisa menggaji karyawannya dengan layak dan tepat waktu. Jangan berbisnis sampe rugi - begitu ungkapan singkatnya.

Yang digeber oleh Dirut PT KAI, merealisasikan angkutan barang hingga 60 persen dan memaksimalkan angkutan penumpang tanpa mengurangi kapasitas, malah bila mungkin ditambah. Persentase investasinya pasti berbeda, angkutan barang porsinya lebih besar sehingga target yang hendak dicapai pun jelas. 

Angkutan penumpang khan sifatnya fluktuatif, kecuali di hari-hari libur nasional. Angkutan barang bila sudah kontrak, jangan berharap bisa di-stop. Tanggal merah pun kadang-kadang dilabrak supaya target optimal he he he.

Berikut ini ada sekelumit info, terkait rencana PT KAI memborong 50 unit loko baru dari GE Amrik. Congrats !

--- quote ---

(artikel) Ex-Im Bank Biayai Pembelian 50 Lokomotif PT KAI

WASHINGTON. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memperoleh pinjaman kredit sebesar US$ 94,3 juta dari Ex-Im Bank, yang merupakan bank ekspor-impor asal Amerika. Kredit tersebut diberikan untuk membiayai pembelian 50 unit lokomotif buatan General Electric.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada Rabu (15/10) kemarin oleh Fred P. Hochberg Presiden Ex-Im Bank, Russell Stokes CEO GE Transportation, dan Ignasius Jonan CEO PT Kereta Api Indonesia.

Kredit Ex-Im Bank kepada PT KAI juga akan berdampak pada sektor tenaga kerja di AS. Diperkirakan akan ada sekitar 700 pekerjaan baru dari kredit yang diberikan tersebut.

"Ex-Im Bank bangga untuk memfasilitasi transaksi seperti ini, yang akan mendukung 700 pekerjaan yang berkualitas di Amerika. Ini juga sebagai upaya untuk membangun infrastruktur transportasi yang handal di Indonesia dengan produk-produk berkualitas AS," kata Hochberg dalam keterangan persnya kepada KONTAN, Kamis (16/10).

Saat ini KAI mengoperasikan lebih dari 300 lokomotif, baik untuk layanan barang dan penumpang di pulau Jawa dan Sumatera. Langkah penambahan lokomotif ini merupakan untuk KAI meningkatkan dan memodernisasi infrastruktur agar bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Dukungan keuangan bank adalah bagian penting dari kemampuan GE untuk meningkatkan ekspor kepada pelanggan global kami seperti PT KAI. Kami akan membangun 50 lokomotif di Pennsylvania dan mengantarkannya tahun depan ke Indonesia," kata Stokes.

Sumber : Kontan, 16.10.14.

Borong 50 (artikel) KAI Lokomotif Baru dari Amerika Serikat

JAKARTA: KAI akhirnya merealisasikan rencana menambah armada kereta barang untuk tahun buku 2014. Sedikitnya 50 lokomotif baru buatan General Electric (GE) Transportation sudah dipesan untuk menambah kapasitas angkutan barang di pulau Sumatera dan Jawa. 

Perusahaan plat merah ini menggandeng perbankan Amerika Serikat (AS), Export Import Bank of The US dalam hal pendanaan. Kedua institusi ini bersama GE Transportation menyepakati pinjaman dana sekitar 94,3 juta dollar AS untuk mendanai pembelian 50 lokomotif tersebut pada Rabu malam (15/10). 

Fred P. Hochberg, Chairman dan President Bank Export Import US mengaku puas bisa memberikan fasilitas pinjaman ke KAI. Ia menilai, KAI bakal diuntungkan dengan kerjasama ini karena mendapat armada lokomotif baru. 

Russell Stokes, President dan Chief Executice Officer GE Transportation bilang pihaknya segera membuat 50 lokomotif di Pennsylavania, AS. Ia menargetkan pengiriman lokomotif ke Indonesia bisa terlaksana tahun depan. PT KAI sendiri memperkirakan lokomotif GE Transportation ini akan tiba di tanah air sekitar kuartal III dan kuartal IV 2015. 

Menurut Bambang Eko, Direktur Komersial KAI, lokomotif ini akan digunakan untuk menambah kapasitas angkutan batubara.

"Rencananya sekitar 39 kereta lokomotif ke Sumatera dan sisanya, 11 kereta untuk Jawa," urainya. Kereta angkutan batubara memang tengah menjadi fokus perhatian KAI. 

Perusahaan transportasi ini tengah mencoba merubah komposisi bisnisnya dengan tidak lagi mengandalkan pendapatan dari kereta penumpang sebagai pemasukan utama. Pendapatan kereta barang ditargetkan bisa menyumbang 60% pendapatan konsolidasi, sedangkan pendapatan kereta penumpang 40%. 

Sumber : Kompas, 17.10.14.

(The Article) KAI Secures $94,3M Credit to Buy GE’s Locomotives. 

JAKARTA: State-owned train operator PT KAI has secured credit worth US$94,3 million from the Export-Import Bank of the United States to finance its purchase of 50 locomotives from American technology giant General Electric (GE) Co. 

The loan agrrement was signed by KAI president director Ignasius Jonan, Ex-Im Bank Chairman and President Fred P. Hochberg and GE Transportation President and CEO Russell Stokes in Washington on Wednesday. 

“Ex-Im is proud to facilitate transactions like this one, which will support 700 quality jobs here in America even as it empowers Indonesia to build an enduring, reliable transportation infrastructure on the foundation of quality US products,” Hochberg said in a written statement. GE will build 50 locomotives in Pennsylvania and deliver them next year to Indonesia, according to GE CEO Stokes. 

Contacted separately, KAI Commercial Director Bambang Eko Martono said the locomotives would be used as freight trains both in Sumatera and Java. 

“The locomotives will be used to transport coal in Sumatera and Java. Thirty nine will be located in Sumatera while the rest will be used in Java,” Bambang said on Thursday. 

Source : The Jakarta Post, 17.10.14. 

--- unquote ---

Harus diakui juga. Fokus PT KAI kini lebih menitikberatkan kepada angkutan barang, dibanding angkutan penumpang. Bukan berarti menelantarkan angkutan penumpang. 
Secara porto folio, margin yang diperoleh selain lebih besar, juga bisa dimanfaatkan menopang investasi angkutan penumpang di masa mendatang. Harus optimis dan percaya diri. Insya Allah.

Sumber : Dari Sana-sini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar