Minggu, 12 Oktober 2014

[KG-280/2014] Amazing Lawang Sewu !


SeMaRaNG: Sabtu 11/10 sore, kitaorang mendapat kesempatan mampir ke Lawang Sewu, bangunan kokoh warisan pemerintah Hindia Belanda yang secara singkat bisa dikatakan dengan ungkapan : "Luar Biasa".

Lawang Sewu ato dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai gedung yang memiliki seribu pintu, brrr aje gile banyaknya ya. Bangunan kokoh peninggalan Hindia Belanda ini bila dibaca di monumen dan berbagai arsip yang ada, dibangun tahun 1904 dan selesai 1907. Belon lama banget dunk. Ya terserah sih.

Awalnya, gedung ini dipergunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api (saat itu) Nederlandsch Indische Spoorweg Maatshappij (NIS). Sesuai bentuknya, gedung ini dijuluki memiliki gaya art-deco yang kental (kayak yang tahu aja ya ha ha ha), dibuat oleh arsitek Belanda ternama yaitu Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag.


Nah balik lagi, apakah Anda berniat bahwa pintu-pintu yang ada di Lawang Sewu jumlahnya pas seribu buah ? Itu kabarnya merupakan julukan karena saking banyaknya pintu dan juga jendela-jelndelanya gede alaihim. Tapi kalo Pembaca penasaran, ya boleh-boleh aja sih he he he.

Karena memang keren dan indah, apalagi di saat senja, wuuuih semua kamera bila ada disitu, mengarah ke gedung bersejarah ini. Tak heran sejumlah event organizer (EO) saat ini berniat dan berminat menggunakan Lawang Sewu untuk tempat pre-wedding (sesi foto) dan lain sebagainya. Buat shooting filem horor ? Gak dulu deh.

Gedung utama Lawang Sewu utama yang berada didepan dan menghadap Jalan taman / alun-alun tempat ngumpul anak muda di malam minggu di Semarang, sempat dipugar dan di-cat ulang sehingga tampak megah seperti sekarang ini. Usai dipugar sekitar bulan Juni 2011 dan tak lama kemudian diresmikan oleh ibu negara Ani Banbang Yudhoyono.

Mau tahu detilnya ? Disarankan datang aja dan ajak keluarga Anda (kalo udah married), jangan ajak keluarga tetangga bisa bikin runyem. Ato ajak temen ngerumpi dan dijamin pengen foto-foto disana, apalagi foto selfie. Disana tersaji catatan sejarah Lawang Sewu dan menjanjikan kekaguman bila benar-benar bisa menikmati kebesaran Allah SWT.

Manusia saja gak cukup sakti bisa membangun gedung sebagus dan sehebat apapun. Makanya disaat sang mentari mulai turun ke peraduan, nah paduan cahaya sebagai latar belakang pemandangan akan menambah keindahan foto. Semoga kita bisa mensyukuri nikmat tersebut secara langsung. Subhanallah. Luar biasa !

Berikut ini liputan singkatnya dan ada cuplikan berita, buat tambahan informasi. Selamat menikmati.

--- quote ---

(artikel)  Ini Alasan Larangan Syuting Film Mistis dan Horor di Lawang Sewu

SEMARANG: Bukan hanya Kota Lama yang sering dijadikan lokasi syuting favorit. Beberapa tahun terakhir, aset PT KAI semisal Lawang Sewu dan Museum Kereta Api Ambarawa pun laris manis. Tapi, khusus Lawang Sewu ada aturan khusus yang diterapkan setelah 2010 lalu.

"Aturan khusus untuk Lawang Sewu adalah tidak boleh untuk syuting film berbau mistis," kata Manajer Museum PT KAI, Sapto Hartoyo, di kawasan Lawang Sewu, Selasa (7/10). Ia mengatakan, sebelum ada aturan itu Lawang Sewu memang jadi tempat favorit film horor. Bahkan beberapa film horor ada yang langsung mengambil judul Lawang Sewu.

Stigma horor itulah yang ingin dihapus. Sapto mengatakan, tahun ini ada 2 produser film yang mengajukan syuting di Lawang Sewu. Tapi, pihaknya langsung menolak karena isinya masih seputar film mistis.

"Kami ingin mengembalikan image Lawang Sewu, yang kami kedepankan adalah bangunannya atau arsitekturnya," tegasnya.

Sumber : TribunNews, 08.10.14.

--- unquote ---

[English Free Translation]
Saturday, 11/10 p.m, we got a chance to stop by to Lawang Sewu, sturdy building heritage belong to Dutch government at that time. Impression gained after looking through, it can only be said with the phrase: "Amazing Lawang Sewu".

1 komentar:

  1. Horor pak di lawang sewu, emang awalnya stigma tapi lama lama jadi nyata

    BalasHapus