Kamis, 16 Oktober 2014

[KU-284/2014] Aktifkan 2.500 Km Jalur Kereta Api

JAKARTA: PT KAI mendorong pemerintah melakukan reaktivasi 2.500 km jalur KA yang saat ini mati. Reaktivasi diperlukan di tengah kebutuhan transportasi massal yang bebas macet.

"Kondisi lalu lintas yang crowded salah satunya bisa diatasi dengan optimalisasi moda transportasi massal seperti KA. Reaktivasi jalur KA yang sudah lama tidak dioperasikan sudah menjadi salah satu program PT KAI," ujar VP Head of Corporate Communication PT KAI, Makmur Syaheran kemarin.

Menurutnya, jalur KA yang ada di seluruh Indonesia sebelumnya sepanjang 8.000 km. Namun, karena satu dan lain hal, terdapat beberapa jalur yang akhirnya ditutup. Di Jabar, beberapa jalur yang hingga saat ini masih ditutup diantaranya Bandung-Ciwidey.

"Saat ini jalur KA yang aktif di seluruh Indonesia sepanjang 5.500 km," sebutnya. Beroperasinya 5.500 km jalur KA, lanjutnya, setelah pemerintah melakukan reaktivasi beberapa jalur KA yang sebelumnya ditutup. Diakuinya, jalur KA sepanjang 2.500 km sisanya menjadi target PT KAI untuk dilakukan reaktivasi.

Namun demikian, reaktivasi jalur KA hanya bisa dilakukan pemerintah karena sesuai UU, pengadaan infrastruktur rel KA adalah tanggung jawab pemerintah. PT KAI, lanjutnya, akan berpatokan pada sejarah tanah yang tertuang dalam surat tanah.

Dalam hal ini, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan rencana reaktivasi jalur KA yang telah lama ditutup. Ia menambahkan, pihaknya akan memberikan sejumlah uang untuk proses perpindahan warga yang menempati aset PT KAI. Nominalnya bervariasi tergantung besar kecilnya bangunan tsb.

"Ini tidak akan sama dengan ganti rugi. Kami akan memberikan uang pindah saja. Karena lahannya merupakan aset milik PT KAI. Kalau ganti rugi, itu jika lahannya milik warga dan terkena dampak reaktivasi ini," katanya.

Sebelumnya, Manajer Humas Daop 2 Bandung, Zunerfin mengatakan hal yang sama. Ada beberapa jalur KA mati yang sebelumnya pernah dioperasikan. Di antaranya adalah Bandung-Soreang-Ciwidey, Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Cijulang, dan lainnya.

Sumber : Sindo, 20.09.14 / Kredit Foto : Semboyan35.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia (Persero) to encourage the government to reactivate 2,500 km railway line that currently doesn’t work. Reactivation is required in the middle of the need for mass transportation jam free.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar