Selasa, 12 Agustus 2014

[KU-220/2014] KA Trans Sulawesi, Disiapkan Kerja Sama dengan Swasta

Bisnis.com, MAKASSAR--Pemerintah memastikan pendanaan mega proyek kereta api Trans Sulawesi akan menggunakan skema kerjasama pemerintah swasta (public private partnership/PPP) dalam proses pengerjaan yang dilakukan secara bertahap.

Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan mengemukakan estimasi anggaran yang bakal digunakan mencapai sekitar Rp100 triliun untuk menghubungkan seluruh daerah di Sulawesi, menjadi pertimbangan pemerintah untuk menggunakan skema PPP dalam proyek tersebut.
Menurutnya, untuk tahap pembangunan infrastruktur dasar, prasarana, fasilitas penunjang serta pembebasan lahan akan menggunakan dana dari APBN serta APBD dari masing-masing Pemda yang wilayahnya dilintasi KA Trans Sulawesi.
Sedangkan untuk tahapan selanjutnya pemerintah akan menggandeng BUMN terkait serta membuka kerjasama dengan ivestor swasta baik dari dalam maupun luar negeri.
"Kemampuan APBN dan APBD jelas tidak bisa mencukupi, sehingga pastinya kita akan melibatkan BUMN dan investor swasta," katanya di sela-sela groundbreaking proyek kereta api Trans Sulawesi, Selasa (12/8/2014).
Adapun, kereta api  Trans Sulawesi direncanakan bakal dibagi menjadi 3 jalur utama, yakni jalur lintas barat, jalur lintas utara dan jalur lintas selatan.
Sementara itu, untuk  pembangunan tahap I  proyek tersebut akan dimulai pada jalur lintas Makassar-Parepare yang merupakan bagian dari jalur utama lintas barat Trans Sulawesi dengan panjang trase sekitar 145 kilometer.
Menurut Mangindaan, khusus pembangunan lintas Makassar-Parepare diperkirakan bakal menelan anggaran Rp9,65 triliun, yang dialokasikan untuk pembebasan lahan, prasarana KA, fasilitas penunjang, serta pengadaan sarana berupa lokomotif, kereta dan gerbong.
Pada jalur ini, akan dibangun dengan pola single track yang dipersiapkan untuk kebutuhan jalur ganda angkutan barang maupun penumpang.
Lokasi groundbreaking proyek tersebut dilakukan di Kabupaten Barru dan merupakan wilayah pertama yang proses pembebasan lahannya sepanjang 30 hektar tengah dirampungkan oleh Pemprov Sulawesi Selatan.
"Tahun depan kita juga akan mengalokasikan anggaran Rp261 miliar untuk pembangunan badan jalur KA yang sudah dibebaskan itu," paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Chairul Tanjung proyek KA Trans Sulawesi diharapkan menjadi satu solusi konektivitas antar daerah di regional Sulawesi.
Setelah pemancangan tiang perdana di Sulsel, proyek kereta api tersebut akan dilanjutkan secara simultan pada seluruh daerah yang masuk dalam perencanaan trase moda transportasi berbasis rel tersebut.
"Tidak hanya Sulsel, pemda lain di Sulawesi sudah menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan proyek ini," katanya.
Adapun, selain melakukan groundbreaking KA Trans Sulawesi, Chairul Tanjung sebelumnya memimpin rapat koordinasi pengembangan infrastruktur dengan sejumlah menteri terkait dan seluruh pemerintah provinsi se-kawasan timur Indonesia (KTI).
Menurut Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, kereta api lintas Makassar-Parepare juga dipersiapkan menjadi jaringan intermoda yang bakal terhubung dengan fasilitas transportasi lainnya seperti pelabuhan, bandara dan terminal angkutan umum di Makassar.
Syahrul memperkirakan, moda transportasi tersebut akan mengangkut sekitar 4.676 orang per hari dan 12.334 ton barang per hari untuk jalur lintas Makassar-Parepare.
Sumber : Bisnis Indonesia, 12.08.14.

[English Free Translation]

Government to ensure the funding of mega railway project Trans Sulawesi will use the scheme of public private partnerships (PPP) in the process which has been done in stages.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar