Sabtu, 02 Agustus 2014

[KU-210/2014] Terhitung 1 Agustus Harga Solar Berkisar Rp 9.000 Perliter


SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah mulai menarik subsidi bahan bakar solar per 1 Agustus 2014 ini. Dengan ditariknya subsidi  maka harga solar berkisar Rp 9.000 perliter.

"Kami para pengusaha terus terang sangat galau dengan aturan tersebut, apalagi keputusan ini sangat mendadak. Efeknya tentu akan kami lakukan penyesuaian harga," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Angkutan Truk (APJAT) DPD Sumsel, Chairuddin Yusuf kepada Sripo, Kamis (31/7) malam.

Menurutnya, melalui surat edaran kepala BPH Migas Nomor 937/07/KaBPH/2014 tertanggal 24 Juli, lalu, mulai awal Agustus BPH Migas menginstruksikan kepada Badan Usaha Pelaksana Penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi untuk tidak mendistribusikan BBM jenis solar di wilayah tertentu yang ditenggarai rawan penyalahgunaan, mulai pukul 18.00-06.00, dan khusus di Jakarta per 1 Agustus hari ini aturan tersebut sudah berlaku.

Menurutnya, beberapa SPBU sudah tidak lagi menjual solar bersubsidi. "Justru beberapa SPBU hanya menyediakan solar jenis DEX yang harganya capai Rp 9000, terus terang kami galau akibat aturan tersebut," kata Chairuddin.

Diketahui, mengacu laporan terbaru, realisasi anggaran kementrian keuangan menunjukkan sepanjang triwulan kedua tahun 2014, realisasi penyaluran BBM bersubsidi capai Rp 100,7 triliun, melonjak tajam dibandingkan realisasi periode triwulan I 2014 yang hanya Rp 20 triliun.

Sementara total realisasi BBM bersubsidi dari Januari hingga Juni capai 120,7 triliun. Jika dicermati, realisasi subsidi Rp 120,7 triliun itu berarti meningkat 48,9 persen atau hampir dari separoh pagu anggaran subsidi BBM yang dipatok dalam APBNP 2014 sebesar Rp 246,49 triliun.

Padahal konsumsi BBM bersubsidi pada paroh kedua tiap tahun biasa selalu lebih tinggi. Selain karena jumlah kendaraan bermotor yang terus bertambah, konsumsi naik karena efek kegiatan arus mudik.

Sumber : Sriwijaya Post, 01.08.14.

[English Free Translation]
The government began to attract subsidies of diesel fuel as of August 1, 2014. With the withdrawal of this subsidies, the price of diesel is around Rp 9,000 per liter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar