Friday, July 12, 2019

[KU-193/2019] Alvara Research Center: Gopay Unggul Di Kalangan Milenial


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Promo besar dan berkepanjangan yang digelontorkan oleh aplikasi pembayaran digital, Ovo, ternyata tak mampu menjatuhkan brand awareness Gopay, aplikasi pembayaran digital yang terafiliasi dengan Gojek Indonesia.

Dalam laporan hasil survei yang dirilis Alvara Research Center bertajuk “Perilaku dan Preferensi Konsumen Milennial Indonesia terhadap Aplikasi E-Commerce 2019” kemarin, brand awareness Go-Pay mencapai 100% di kalangan milenial. Angka ini mengungguli para pemain lain seperti OVO yang berasosiasi dengan Grab (96,2%), Dana (50,3%), PayTren (47%), LinkAja (35%).

Dalam riset yang diterima Kontan.co.id Kamis (11/7), survei konsumen ini menargetkan kalangan milenial sebagai respondennya karena dianggap sebagai new rising market di Indonesia saat ini yang juga pendorong ekonomi digital Indonesia. Populasi mereka diperkirakan akan semakin besar dan mendominasi pasar hingga tahun 2035.

“Dari dua aplikasi digital payment yang popular, brand performance aplikasi Go-Pay lebih tinggi dibandingkan OVO, yakni mencapai skor 69,90, dengan performa yang sama kuatnya dalam hal image, loyalty, engagement maupun performance,” tulis Alvara dalam laporannya, Kamis (11/7).

Selain itu, Go-Pay juga paling banyak digunakan oleh 67,9% responden, dibanding dengan penyedia aplikasi pembayaran digital sejenis lainnya. Karena brand awareness yang kuat, konsumen juga lebih merekomendasikan penggunaan Go-Pay sebagaimana ditunjukkan nilai net promoter yang diraih Gopay, yaitu 14,3, sedangkan OVO hanya meraih skor 9,2.

OVO, seperti diungkapkan dalam laporan Alvara, dipilih oleh responden lantaran aplikasi ini menawarkan banyak promo atau diskon menarik namun dari sisi performa keamanan maupun kecepatan, Gopay jauh lebih unggul, yakni dengan skor 9,1 dan 9,4 dibandingkan 6,5 dan 6,5 yang dicatatkan OVO.

Seperti diketahui, sejak diluncurkan tahun 2017, OVO termasuk aplikator pembayaran digital yang paling getol menawarkan beragam promo, termasuk diskon bagi pengguna layanan Grab, aplikator transportasi daring asal Malaysia yang berasosiasi dengannya.

Bahkan promo yang dilakukan OVO dilakukan dalam kurun waktu yang berkepanjangan, seperti promo Rp 1 yang masih diberlakukan hingga kini.

CEO dan Founder Alvara Research Hasanuddin Ali mengakui jika mayoritas penyedia layanan e-commerce itu menggunakan promo dan harga murah sebagai alat untuk menarik minat konsumen terhadap produk dan layanan mereka.

Namun, dia mengingatkan aksi bakar duit yang terselubung dalam aksi promo tersebut dapat berdampak buruk bagi kinerja perusahaan jika tidak diimbangi dengan penyediaan kualitas layanan yang prima, baik itu dari sisi keamanan, kecepatan maupun kenyamanan bagi konsumen.

Sumber : Kontan, 11.07.19’

[English Free Translation]
The big and prolonged promotion that was launched by the digital payment application, Ovo, was apparently unable to bring down the brand awareness of Gopay, a digital payment application affiliated with Gojek Indonesia. Woooow its amazing brand !

No comments:

Post a Comment

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...