Thursday, April 12, 2018

[KU-xxx/2018] Penurunan Dana IMO 2018 Dinilai Hambat Proses Recovery Track Pasca Kejadian KA Sancaka


JAKARTA : Belajar dari kejadian yang menimpa Sancaka, sebagai penyedia jasa transportasi tentu saja KAI bersikap profesional mengupayakan recovery dari track yang terdampak secepat mungkin. Saat ini APBN belum dapat memenuhi 100% kebutuhan IMO. Lalu kekurangannya dari mana? Ya tentu saja kekurangan ini ditutup oleh KAI sendiri supaya semua dapat berjalan secara profesional dan proporsional.

Hal ini tentu akan berdampak pada besaran tarif angkutan penumpang dan barang KA. Sebagaimana PP 56 Tahun 2009 tentang Kelaikan Operasi, PM 67 Tahun 2012 tentang Perawatan Prasarana Perkeretaapian dan PM 32 Tahun 2011 tentang Perawatan Prasarana Perkeretaapian. Hal ini diperkuat UU 23 Tahun 2007 kewajiban penyelenggara prasarana perkeretaapian untuk merawat prasarana perkeretaapian agar tetap laik beroprasi. Namun, ada persoalan yang akhir-akhir ini menjadi kendala bagi pelaksana.

Permasalahannya adalah apakah terjun bebasnya nilai IMO berpengaruh kepada proses recovery tersebut. Detil besaran IMO tahun 2017 dan 2018 sudah saya ulas di naskah sebelumnya. Namun untuk sekedar mengingatkan saya akan sebut nilainya saja. Tahun 2017 nilai total IMO adalah Rp 1.650.000.000.000 dan tahun 2018 nilainya Rp 1.320.000.000.000.

Di hadapan media saat melaksanakan pengecekan persiapan angkutan lebaran di Madiun, Dirut KAI Edi Sukmoro selaku menjawab pertanyaan wartawan mengenai kerugian pasca musibah KA Sancaka dan bagaimana upaya yang dilakukan KAI menyikapi kondisi di mana dana IMO 2018 yang nilainya cenderung semakin turun dibanding tahun sebelumnya sementara di lapangan membutuhkan dana cukup untuk menjaga standar mutu kelaikan.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi kepada pemerintah melalui Kemenhub dan Ditjenka supaya ke depan bisa dipertimbangkan poin dan nilainya sehingga dapat mengcover kebutuhan operasional di lapangan untuk menjaga keselamatan perjalanan KA melalui perawatan dan perbaikan.
  
Sumber : Kompas, 11.04.18 / Foto : BeritaSatu.
  
[English Free Translation]
Learning from the incident that befell Sancaka, as a provider of transportation services of course KAI be professional to seek recovery from the impacted track as quickly as possible. Currently, the APBN can not meet 100% of IMO's needs. Then KAI settled itself so that all can run professionally and proportionally.

No comments:

Post a Comment

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...