Rabu, 20 Juli 2016

[KU-197/2016] KAI Operasikan 7.000 Km Jaringan Kereta, Mau Tambah 1.100 Km

Jakarta -PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI saat ini telah melayani jaringan kereta sepanjang 7.000 km. Untuk terus dapat menjangkau masyarakat yang belum terlayani dengan kereta, KAI berencana menambah lagi 1.100 km jalurnya.

"Kalau secara kasar sudah naik ya dulu kan 5.000 km. Zaman Belanda 7.000 km, turun 5.000 km. Sekarang mungkin sudah kembali lagi sampai 7.000 km lagi. Nambahnya kalau saya tidak salah sekitar 1.100 km tambahannya tok karena kan kita sudah ada track misalkan di Tanjung Karang keputus, di Palembang ada belum tersambung," ujar Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro kepada detikFinance, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016).

Penambahan ini terlihat dari upaya pemerintah yang melakukan reaktivasi jalur-jalur kereta mati. Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyambungkan Pulau Sumatera mulai dari Bakauheni sampai Banda Aceh dengan rel.

"Penambahan jalur double track utara Jawa itu paling tidak tambah 750 km, tambahan-tambahan di jalur Selatan meskipun belum komplit kan sudah ada tambahan, reaktivasi juga. Sekarang Medan-Besitan sedang dikerjakan, nanti rencananya kan Sumatera akan tersambung kereta dari mulai Bakauheni-Banda Aceh," ungkap Edi.

Selain di Jawa dan Sumatera, KAI telah mendapatkan penugasan dalam mengoperasikan jalur kereta di Sulawesi dan LRT di Palembang.

"Sulawesi sudah penugasannya kepada kereta api operatornya. LRT yang sudah pasti penugasannya Palembang itu, makanya kita sudah mengadakan keretanya," tutur Edi.

Sumber : detik, 18.07.16.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia (Persero) or PT KAI has currently serves a network of trains along the 7,000 km. To continue to be able to reach communities unserved by train, KAI plans to add another 1,100 km track.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar