Sabtu, 02 Juli 2016

[KU-181/2016] Ini Kesulitan Kemenhub Membangkitkan Rel 'Mati'

JAKARTA: Ditjenka Kemenhub punya program membangkitkan lagi rel–rel 'mati' yang terbengkalai atau reaktivasi. Namun ada beberapa kendala dalam mereaktivasi rel–rel kereta yang sudah mati ini. Saat ini, lahan yang dulunya menjadi tempat rel kereta banyak yang sudah berubah fungsi.

"Sudah berubah fungsi semua, sekarang cari tanah untuk reaktivasi sudah susah, di antara tanah yang dulunya ada rel sudah ada rumah yang ada sertifikatnya," ungkap Dirjenka Kemenhub, Prasetyo Boeditjahjono, Kamis malam (30/6/2016).

Ia menyampaikan, rencana reaktivasi kereta ini sudah dari dulu dicanangkan. Ia mengatakan, Kemenhub akan mereaktivasi jalur rel kereta, dengan syarat tidak ditutup lagi oleh pihak operator yaitu PT KAI.

"Kami memang mau reaktivasi dengan catatan kalau kami reaktivasi jangan ditutup lagi oleh teman–teman KAI," kata Prasetyo. Kemenhub mencatat ada sekitar 3.343 km jalur kereta yang sudah lama tidak dipergunakan, dari total 8.159 km atau sekitar 40%.

"Jalur kereta yang masih beroperasi 4.816 km dan tidak beroperasi 3.343 km. Semuanya berlokasi di Jawa dan Sumatera," ujar Prasetyo.

Sumber : detik, 01.07.16.

[English Free Translation]
The Directorate General of Railways - Ministry of Transportation has a program to revive the ‘dead’ rails (rails that don’t work for a long time) which were neglected for reactivation. However, there are some constraints to reactivate this railways. Currently, the land much has changed function. Hmm … to be home work again ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar