Jumat, 14 Oktober 2016

[KU-282/2016] Menhub Minta KAI Adopsi Teknologi Digital Mutahir

JAKARTA : Operasional KA di Indonesia harus difokuskan pada teknologi baru digital yang dapat digunakan untuk meningkatkan layanan secara keseluruhan, termasuk peningkatan efisiensi, produktivitas, dan keamanan baik bagi penumpang maupun industri.

"Untuk itu dalam operasionalnya harus fokus pada pengembangan teknologi digital," kata Menhub, Budi Karya Sumadi. Simposium yang bertujuan mendorong operasional KA di Indonesia itu, dihadiri oleh lebih dari 200 petinggi dan eksekutif senior dari Kemenhub, Kemendag dan Kemenperin, KAI, GE, JMRT, PT Transjakarta, BPTJ dan Bank Mandiri.

"Saat ini KA di Indonesia telah menjadi tulang punggung utama dari sistem transportasi darat Indonesia, mengangkut lebih dari 200 juta penumpang dan hampir 30 juta ton kargo setiap tahun," ujar Budi.

Data menunjukkan Indonesia saat ini mengoperasikan sekitar 5.000 km jalur rel KA yang aktif. Sebagai bagian dari National Railway Masterplan, Indonesia akan memperpanjang jalur rel kereta sepanjang 12.100 km lagi pada tahun 2030, termasuk 3.800 km yang diperuntukkan bagi jaringan KA perkotaan dan mencakup Bali, Batam, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi.

Sementara itu, Dirut PT KAI Edi Sukmoro, mengatakan  "Bagi KAI, ini berarti mengoptimalkan penggunaan seluruh aset yang kami miliki, dari jalur KA hingga rangkaian kereta dan semua fasilitas pendukung lainnya. Kami percaya teknologi digital yang dipaparkan hari ini akan membantu kami mencapai keinginan tersebut," tutur Edi.

Dalam hal penggunaan teknologi informasi, KAI juga telah melakukan berbagai inovasi untuk memaksimalkan pelayanan kepada pengguna jasa KA, salah satunya adalah sistem ticketing, yakni dengan memanfaatkan teknologi informasi, kini masyarakat lebih mudah mendapatkan tiket KA karena tidak perlu mendatangi dan antre di stasiun.

Sementara itu, CEO GE Indonesia Handry Satriago mengatakan GE telah membantu untuk memecahkan tantangan terberat bagi industri transportasi KA di dunia melalui pemanfaatan piranti lunak dan analisis data yang berhasil menurunkan emisi lokomotif, konsumsi bahan bakar yang lebih rendah, peningkatan kecepatan serta keamanan.

Piranti lunak jaringan GE Transportation untuk sistem KA dapat mengoptimalisasi jaringan arus utama kereta, classification yard, dan terminal antarmoda, secara signifikan mendorong produktivitas dan efisiensi KA ke tingkat belum pernah terjadi sebelumnya.

"Teknologi digital kami telah sukses diimplementasikan oleh para pelanggan kami, padahal beberapa diantaranya beroperasi dalam kondisi ekonomi dan geografi yang sangat menantang. Teknologi yang sama juga dapat diterapkan di Indonesia untuk mendorong operasional KA di Indonesia ke tingkat berikutnya," ujar Handry Satriago.

Sumber : Investor Daily, 27.09.16.

[English Free Translation]
Train operations in Indonesia should be focused on new digital technologies that can be used to improve the overall service, including increased efficiency, productivity, and security both for passengers and the industry. Good Luck !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar