Selasa, 22 Oktober 2013

[KU-284/2013] Komunitas Edan Sepur Indonesia Pecinta Kereta Api

Laporan Ida Ayu Lestari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komunitas pecinta motor dan mobil, mungkin sudah biasa. Namun, bagaimana dengan komunitas pecinta kereta api?

Komunitas Edan Sepur Indonesia. Komunitas pecinta kereta api ini didirikan pada tahun 2009 oleh Egiefdel Haris, Desya, Armiya Farhana, Budi Susilo, dan Agus CN.

"Saya mendirikan komunitas ini, ya karena panggilan jiwa, karena tertariklah dengan kereta api," kata salah satu dari kelima pendiri, Armiya Farhana.

Hingga saat ini, anggota komunitas Edan Sepur Indonesia mencapai kurang lebih 800 orang yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jakarta, Bandung, dan Cirebon. Umur para anggotanya pun bervariasi. Ada yang masih sekolah, hingga yang sudah berusia 60 tahunan.

Menurut Armiya, seluruh anggota komunitas ini memiliki pendapat sendiri mengenai kesukaan mereka terhadap kereta. Ada yang tertarik dengan lokomotifnya, bentuknya, dan bagian fisik kereta api lainnya, ada pula yang tertarik dengan fotografi kereta api.

"Kalau saya sendiri tertarik karena kereta api itu adalah raja. Presiden aja harus berhenti kalau kereta mau lewat," ungkap Armiya sambil tertawa.

Pendapat lain diungkapkan oleh Priaga Wedya, anggota komunitas Edan Sepur Indonesia, yang menyukai sisi lain dari kereta api.

"Melihat kereta itu enak. Suka suaranya juga yang abstrak itu. Yah, suka aja pokoknya," kata Wedya.
Untuk menjadi anggota komunitas ini, syaratnya sangat mudah. Armiya mengatakan, yang penting, sifatnya sesuai dengan slogan komunitas Edan Sepur, yaitu cinta, peduli, dan tertib.

Sumber :  TribunNews, 01.08.13.

[English Free Translation]

Motorcycle and car lovers community, may have been founded. However, what about train lovers community? “Indonesia Crazy Train Community” (?) or “Komunitas Edan Sepur Indonesia” is a collection of train lovers that was founded in 2009 by Haris Egiefdel, Desya, Armiya Farhana, Budi Susilo, and Agus CN. For more details, read the above article.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar