Rabu, 16 Oktober 2013

[KU-278/2013] Palembang: Pengorbanan Lahirkan Keberkahan


PALEMBANG – Umat Islam merayakan serentak Iduladha 1434 H, kemarin (15/10). Sebelum penyembelihan hewan kurban yang menjadi ciri khas Lebaran ini, seluruh umat Islam terlebih dahulu menunaikan salat Id.

Ada puluhan ribuan umat muslim dan musliman yang mengikuti salat Id di Masjid Agung Palembang. Kawasan seputaran Masjid Agung hingga ke ruas Jalan Jenderal Sudirman, Jl Merdeka, Jl Masjid Lama, dan lainnya terlihat memutih karena busana salat jemaah didominasi warna putih.

Tampak yang salat di Masjid Agung, Gubernur H Alex Noerdin dan keluarganya, serta Wali Kota Palembang H Romi Herton dan keluarga. Sebagai imam salat Id di Masjid Agung, KH Nawawi Dencik Alhafiz, dan khatib, Kailani Musthofa MPdI, dari IAIN Raden Fatah.
    
Karena sakit, gubernur tampak harus duduk di atas kursi. Dalam sambutannya, gubernur mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1434 H kepada segenap warga Sumsel. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih dan rasa bangganya kepada masyarakat Sumsel. Khususnya, kepada warga Palembang dan semua pihak yang telah membantu suksesnya even Islamic Solidarity Games (ISG) III tahun 2013 di Jakabaring.

“Dari sukses tersebut,  Insya Allah bisa menambah manfaat khususnya bagi Sumsel dalam bentuk prestasi, bantuan, dan lain sebagainya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Alex.

Menurutnya, ibadah kurban dalam perayaan Iduladha hendaknya menjadi sebuah referensi bagaimana menggapai ridha Allah SWT. Juga momen untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Wali Kota Palembang, H Romi Herton, mengajak semua lapisan masyarakat untuk turut serta menyukseskan program pembangunan untuk mewujudkan Palembang sebagai kota Emas (elok, madani, aman, dan sejahtera) di 2018 mendatang.
     
“Saya atas nama pribadi dan sebagai Wali Kota Palembang mengucapkan minal aidin walfa idzin dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Kota Palembang yang telah ikut menjaga kebersihan, keamanan, kerapian, dan ketertiban di Kota Palembang sehingga pelaksanaan Islamic Solidarity Games III dapat berjalan sukses dan lancar,” tutupnya.

Khatib H Khailani MPdI menyampaikan khotbah seputar semangat berkurban yang jelas banyak manfaatnya dalam kehidupan. Intinya, keluarga menjadi pondasi utama dalam membangun masyarakat madani. “Kisah dan keteladanan Nabi Ibrahim as yang rela mengurbankan putranya Nabi Ismail as memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa pengorbanan akan melahirkan keberkahan,” ungkapnya.
    
Usai salat Id, gubernur dan wali kota sama-sama menyerahkan sapi kurban kepada panitia kurban Masjid Agung.  Sapi kurban gubernur jenis limosin seberat 1,4 ton. Sapi kurban milik Wali Kota Romi Herton juga jenis limosin dengan berat hampir sama.

“Pak gubernur berkurban di beberapa tempat. Selain di Masjid Agung, juga menyerahkan kurban di sekitar kediaman pribadinya di Jalan Merdeka dan Griya Agung,” ungkap Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel, Irene Camelyn S.

Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang, Drs Ahmad Ansori Madani MSi mengatakan, tahun ini pihaknya menerima 15 sapi dan 22 kambing. Hewan kurban itu sumbangan berbagai pihak, seperti gubernur, wali kota, pengusaha, tokoh masyarakat, perbankan, dan lainnya.

Jumlah itu sedikit lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 13 sapi. Untuk kambing, agak turun dari tahun lalu yang mencapai 29 ekor. “Untuk kupon daging kurban, tahun ini kami siapkan 2.500 kupon. Disebarkan melalui ketua RT, panti asuhan, dan juga untuk umum. Pembagiannya diselesaikan satu hari ini. Satu kupon menerima 1 kg,” bebernya.
    
Usai salat Id, Wali Kota Palembang, H Romi Herton, menggelar open house di rumah dinasnya di Jalan Tasik. Puluhan pejabat di lingkungan Pemkot Palembang hadir untuk bersalam-salaman dengan orang nomor satu di Palembang tersebut. Tampak para kepala dinas, ketua KPU Palembang Eftiyani, dan lainnya.

Tak hanya pejabat, warga juga meramaikan open house ini. Sejumlah hidangan seperti martabak, tekwan, mi pangsit, dan pempek jadi santapan dalam open house. Sebelum itu, Romi terlebih dahulu menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban di sekitar kediaman pribadinya di Kampus POM IX.

“Berkurban merupakan contoh pengorbanan yang baik. Bagi yang berkurban maupun  menerima kurban, suatu rahmat  yang luar biasa. Melalui berkurban ini, kebudayaan sosial masyarakat dapat meningkat, harkat, dan martabat akan lebih baik lagi serta sejahtera,” paparnya.

Terpisah, Harian Pagi Sumatera Ekspres (Sumeks) dan grup berkurban tujuh ekor sapi. Kurban dari para karyawan Sumeks group ini sudah menjadi agenda tetap tahunan. Penyembelihan sapi-sapi itu bertempat di halaman depan Graha Pena, pagi kemarin (15/10).

Tampak hadir GM Sumeks H Subki Sarnawi, Manajer Umum dan Personalia Hamka Abdullah, pimpinan Palembang Ekspres, Palembang Pos, percetakan, dan lainnya. Puluhan karyawan bahu-membahu menyembelih dan mengantongi daging sapi kurban tersebut. Daging kurban dibagikan kepada penerima yang memiliki kupon. Pembagiannya dilaksanakan di atas pukul 13.00 WIB.

Seberangi Ampera Jalan Kaki
Warga Seberang Ulu yang ingin melaksanakan salat Id di Masjid Agung Palembang sempat protes dengan penutupan Jembatan Ampera yang dinilai terlalu cepat. Pukul 06.30 WIB, satu-satunya akses darat menuju Masjid Agung telah ditutup polisi lalu lintas (polantas).

“Cepat benar tutupnya, baru pukul 06.30 WIB. Biasanya tutup pukul 07.00 WIB,” gerutu seorang warga yang ingin salat ke Masjid Agung. Karena penutupan ini, ratusan sepeda motor diparkir warga di pangkal Jembatan Ampera kawasan 8 Ulu. Mereka lalu berjalan kaki menyeberangi Jembatan Ampera demi bisa melaksanakan salat Id bersama di Masjid Agung Palembang. Beberapa bahkan mengurungkan niatnya dan mencari masjid terdekat.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes R Djarod P, meminta semua lapisan masyarakat menjaga toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan dalam perayaan Iduladha ini. Hal itu menjadi penting demi mewujudkan ketertiban dan keamanan.
“Dengan saling toleransi dan menghormati serta semangat kebersamaan, akan terwujud situasi yang kondusif. Keamanan tidak hanya tanggung jawab kepolisian, tapi juga masyarakat,” pungkasnya.

Katanya, ratusan personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan Iduladha. Anggota disebar untuk berjaga-jaga pada titik rawan, termasuk masjid yang menjadi tempat pelaksanaan salat Id. (rip/yun/tha/ce4)

Sumber : Sumatera Ekspres, 15.10.13.

[English Free Translation]

Muslims celebrate the simultaneous Idul Adha 1434 H, yesterday (15/10). Before slaughtering sacrificial animals (read: Qurban) that characterizes this Eid, all Muslims perform eid prayers.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar