Sabtu, 21 Desember 2013

[KG-340/2013] Pengabadian 3 Syuhada PT KAI

JaKaRTa: Kamis 19/12 di Yogyakarta, Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Herlianto, memimpin upacara pengabadian nama masinis yang menjadi korban dalam tabrakan maut di perlintasan 57A, menjadi nama “Balai Pelatihan Teknik Traksi” (BPPT) Darman Prasetyo.
Tak hanya Darman Prasetyo yang mendapat penghargaan tinggi dari PT KAI. Kedua rekannya yang juga meninggal dalam insiden KRL 1131 di PJL 57 Bintaro JKT, mendapat perlakuan yang sama, namanya diabadikan menjadi nama pusdiklat di lingkungan kerja PT KAI. Mereka adalah Agus Suroto dan Sofyan Hadi.
Balai Pelatihan Operasional dan Pemasaran(Opsar) di Dago Bandung, diubah namanya menjadi BP Opsar Agus Suroto. Upacara disini dipimpin oleh Direktur SDM, Umum dan IT PT KAI, M. Kuncoro Wibowo.

Sementara nama Sofyan Hadi diabadikan pada Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) yang berada di Bekasi. Kini namanya menjadi “BPTP Sofyan Hadi”. Bertindak selaku inspektur upacara Direktur Sarana PT KAI, Bambang Eko Martono.
 Bukti manajemen PT KAI mengapresiasi perjuangan dan pengorbanan para syuhada, ditunjukkan dengan hadirnya para direksi di 3 (tiga) lokasi tersebut. Selain direksi, hadir pula Daop setempat, perwakilan PT KAI kantor pusat, orang tua keluarga korban dan karyawan seperjuangan.
Artikel lain terkait insiden maut ini, silahkan baca [KU-336/2013] Jonan & Kecelakaan Bintaro, [KU-335/2013] Dahlan Iskan : Kecelakaan Dengan Emosi Diaduk dan [KG-333/2013] Dedikasi yang Patut Diteladani.
Sumber : PT KAI / Kredit Foto : Humas PT KAI.
[English Free Translation]
Thursday 19/12 in the work environment of PT Kereta Api Indonesia (Persero) is marked by the inauguration of the perpetuation of the 3 (three) names of martyrs who died in the deadly crash between a commuter with a fuel-laden tanker truck at a crossing 57A dated 09/12, namely: Darman Prasetyo, Agus Suroto and Sofyan Hadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar