Sabtu, 14 Desember 2013

[KG-333/2013] Dedikasi Yang Patut Diteladani

JaKaRTa: Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Bagitulah saat mendengar adanya kecelakaan yang terjadi di Bintaro. Dalam pikiran saat itu – menjelang waktu makan siang – commuter line (CL) yang melintas biasanya menemper sesuatu namun tidak sebesar kenyataan.
KA 1131 jurusan Serpong – Tanah Abang dilaporkan menghantam truk tangki bermuatan penuh bahan bakar minyak, (kabarnya) sang supir menerobos masuk pintu perlintasan sehingga mengakibatkan kecelakaan fatal dan menelan korban jiwa.
Saat kami makan siang dan stasiun tv swasta menayangkan kejadian tersebut, barulah tersadar. Ini gak main-main karena yang dihantam adalah truk tangki isi minyak dalam kapasitas besar,  jumlah korban meninggal bisa terus bertambah.
Awalnya hanya 3 (tiga) orang namun dari waktu ke waktu terus bertambah. Kami tidak ingin membahas jumlah korban dan siapa yang salah, karena itu ada yang mengurusi dan gak elok berprasangka kurang baik. Intinya, masinis KA dan tim sudah mengupayakan yang terbaik.
Malam hari saat pulang kerja, sedikit demi sedikit mulai terkuak tabir “sang penyelamat” dibalik tragedi maut di pintu perlintasan 57A tersebut. Tak lain dan tak bukan justru pegawai PT Kereta Api Indonesia (Persero). Masinis, asisten masinis dan petugas teknik meninggal dalam peristiwa tersebut.
Ada rasa haru, karena mereka meninggal di usia (masih tergolong) muda namun dedikasi dan pengorbanan untuk orang lain, sangat diluar dugaan. Bagi keluarga, mereka dianggap pahlawan. Demikian juga untuk penumpang dan PT KAI dan anak perusahaan.
Mereka dielukan sebagai “syuhada” PT KAI dan sangatlah beralasan bila Ignasius Jonan sebagai pimpinan tertinggi PT KAI mengambil inisiatif untuk mengabadikan ke-3 nama syuhada menjadi nama pusdiklat di lingkungan kerjanya.
Darman Prasetyo menjadi nama diklat BPTT Yogya sehingga nama resminya “Balai Pendidikan dan Latihan Darman Prasetyo”, Sofyan Hadi menghias diklat BPTP Bekasi menjadi “Balai Pendidikan dan Latihan Sofyan Hadi” serta Agus Suroto diabadikan di diklat Opsar Bandung, menjadi “Balai Pendidikan dan Latihan Agus Suroto”.
Subhanallah ... perhatian manajemen PT KAI terhadap korban kecelakaan di RSPP dan juga keluarga korban sang masinis dan kru kereta tetap menjadi prioritas utama, diantara pekerjaan rutin sehari-hari. Selamat jalan para syuhada PT KAI, selamat beristirahat dalam damai.
Di bagian penutup, kami membaca media cetak, menyimak berita di teve maupun tayangan via internet, sangat mengharukan dan banyak pelajaran yang bisa dipetik. Para syuhada bekerja secara sungguh-sungguh dan mengedepankan dedikasi. Top !
Bagi yang luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit, semoga lekas sembuh.
Cuplikan foto-foto, kami pinjam dari koleksi Humas Daop 1, terima kasih.

Sumber : KAI + Dari Sana-sini – disarikan oleh RAM.
[English Free Translation]
KA 1131 route Serpong - Tanah Abang had an accident in Pondok Betung Bintaro just before lunch time, Monday 09/12. Three staffs of PT KAI become the victim of the deadly collision and claimed to be a martyr. Goodbye Brothers.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar