Sabtu, 24 Agustus 2013

[KU-227/2013] Warga Marah, Hadang Truk Batubara di Jalinteng Prabumulih-Indralaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Warga dari berbagai desa di sepanjang Jalinteng Ogan Ilir, melakukan aksi pemblokiran terhadap truk batubara yang melintas di desa Lorok kec Indralaya Utara Ogan Ilir, Senin (19/8/2013) malam.

Menurut seorang warga dari desa Parit Ogan Ilir mengatakan, aksi pemblokiran terhadap truk batubara yang melintas ini lantaran adanya peraturan gubernur. Sudah ada larangan dari gubernur, tapi selama ini masih saja melintas. Kami sebagai perwakilan warga yang berada di sepanjang jalan ini, melarang truk batubara melintas,"  katanya.

"Terserah mereka mau parkir dimana yang penting truk batubara gak boleh melintas," tegas mereka.

Pantauan Tribun, truk batubara yang melintas, dihadang warga dan diperintahkan untuk balik arah. Warga terdiri berupa puluhan warga. Pemblokiran truk tersebut, dimulai dari pukul 20.00 hingga pukul 22.30. Namun setelah itu, truk batubara diperbolehkan melintas. 

Informasinya, pemblokiran yang dilakukan lantaran ada bujukan dari oknum warga Prabumulih dan Muara Enim terhadap perangkat desa di sepanjang jalan tersebut. Namun, gerakan pemblokiran yang dilakukan pada malam ini terkesan tergesa-gesa dan dadakan. Pihak pemerintah desa pun tidak mengetahui.(Andi/TS)

Sumber : Sriwijaya Post, 19.08.13 / Kredit Foto : Tribunnews/.

[English Free Translation]
Residents of various villages along Jalinteng Ogan Ilir, just did blocking action against coal trucks which passing thru their Lorok village, Indralaya, North Ogan Ilir, Monday (19/08/2013) night.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar