Selasa, 27 September 2016

[KU-265/2016] PT KAI Urung Menghapus Unit Pelestarian Benda dan Bangunan

BANDUNG : PT KAI menyatakan tidak akan menghapus Unit Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan. Pengelolaan aset atau bangunan bersejarah yang sudah menjadi destinasi wisata akan diserahkan kepada PT KA Pariwisata.

EVP Corporate Secretary PT KAI Wawan Ariyanto mengatakan, Unit Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan tetap ada dan tidak dihapus. Namun kewenangan mengelola bangunan bersejarah yang sudah jadi destinasi wisata dikurangi, dari 80% menjadi 20%.

”Dulu kami sudah berdarah-darah menyelamatkan aset-aset bersejarah itu. Tak mungkin sekarang kami serahkan kepada pihak luar,” kata dia, kemarin. Dari 5 museum yang saat ini dikelola Unit Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan, baru 2 yang menjadi destinasi wisata, yaitu Lawangsewu di Semarang dan Museum KA Ambarawa di Kab. Semarang.

Rencana penyerahan pengelolaan kepada PT KA Pariwisata dilaksanakan 1 atau 2 bulan lagi. PT KA Pariwisata, yang sudah mengelola kereta wisata, akan menggabungkannya dengan destinasi wisata menjadi paket wisata yang bisa dijual. "Mereka semacam biro perjalanan tapi milik PT KAI," ujar Wawan.

PT KAI juga mengklaim setelah diserahkan kepada PT KA Pariwisata, 2 museum tersebut makin berkembang, terutama dalam hal pendapatan. Masyarakat merasakan perbedaannya menjadi lebih baik karena pengelolaan museum lebih profesional.

Sumber : Suara Merdeka, 19.09.16.

[English Free Translation]

PT KAI said it will not erase Conservation and Heritage Center Unit. Asset management or historic building that has become a tourist destination will be handed over to PT KA Pariwisata – another affiliated of PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar