Kamis, 17 Desember 2015

[KU-342/2015] PT KALOG Bangun Gudang Senilai Rp600 Miliar

JAKARTA: PT Kereta Api Logistik, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia, akan berinvestasi membangun gudang khusus batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang senilai Rp600 miliar pada tahun depan.

President Director PT Kereta Api Logistik (KALOG) Budi Noviantoro mengatakan pihaknya telah meneken nota kesepahaman dengan PT Bukit Asam (PTBA) untuk mengangkut dan menangani batu bara milik perseroan.

Dia memprediksikan pihaknya bisa menangani batu baru produksi PTBA hingga 6 juta ton per tahun seusai pembangunan fasilitas tersebut.

“Saya berani investasi untuk PTBA ini karena batu baranya memiliki berbagai jenis kalori. Saya harus selektif memilih perusahaan yang bisa kerja sama karena kan penambang batu bara juga sedang kesulitan apalagi kalau sedang turun seperti saat ini,” ungkapnya di Jakarta, Senin (14/12).

Budi memaparkan PTBA berkerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk pengangkutan batu bara sedangkan proses loading unloading (lo-lo) ditangani PT Kalog.

Oleh karena itu, dia menjelaskan pihak nya harus membangun gudang untuk proses lo-lo di atas lahan sekitar 6 ha. Dia memproyeksikan lahan seluas 6 ha itu bisa menangani batu bara hingga 14 juta per tahun.

“Tapi kerja samanya minimal 6 juta dahulu karena jangan sampai dibilang mau monopoli. Bisa juga untuk yang lain kalau mau. Untuk tarif pun ternyata sudah masuk harganya kalau dikelola kami,” ucapnya.

Dia memaparkan Stasiun Keramasan juga dapat dilalui oleh KA penumpang jika proyek Trans Sumatera telah tersambung seluruhnya.

Gudang untuk menangani batu bara, paparnya, berada di sekitar stasiun tersebut. “Kan ini dekat dengan Kertapati kita buat dermaga baru khusus ini dan tarik convayer lagi,” tegasnya.

Budi menjelaskan pembangunan fasilitas itu dilakukan selama setahun. Selama ini, imbuhnya, PTBA mengelola sendiri hingga 2 juta ton batu bara per tahun.

PTBA menginginkan pengembangan lebih dari 5 juta ton tetapi terkendala sehingga PT Kalog mengambil kesempatan tersebut.

Selain itu, Budi menambahkan KA barang yang akan disiapkan mencapai enam rangkaian dengan 60 gerbong per hari.

“Ya sehari kira-kira 18.000 ton lah. Batu bara yang diangkut dari Tanjung Enim ke Keramasan, Kertapati tempat ship loader yang telah dibangun,” tegasnya.

Sebelumnya, Budi mengungkapkan pihaknya ingin mengembangkan Stasiun Kertapati dalam menangani batu bara dari 2,5 juta ton per tahun menjadi 5 juta ton per tahun.

Shiploader yang telah dibangun dengan dana Rp180 miliar itu dapat melakukan proses Lo-Lo batu bara ke dalam kapal tongkang dengan lebih cepat.

Pembangunan ship loader itu dilakukan agar perusahaan lain tertarik menggunakan jasanya untuk memuat batu bara ke kapal di Sumatera Selatan.

Saat ini, PT KALOG melayani 8 juta ton per tahun, sedangkan pasar batu bara masih sangat besar di wilayah tersebut.

Sumber : Bisnis Indonesia, 15.12.15.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Logistik, a subsidiary of PT Kereta Api Indonesia (Persero), will invest in building a special warehouse in Keramasan coal terminal, Palembang worth Rp 600 billion next year.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar