Senin, 07 Desember 2015

[KU-333/2015] 2015, Tahunnya Inovasi KAI

JAKARTA: Menjadi perusahaan pelat merah yang berfungsi menjalankan tugas pelayanan publik dari pemerintah tak menjadikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerja dengan azas “ABS” alias “Asal Bapak Senang”.

Jika dulu, sebelum bertransformasi, PT KAI sangat product oriented yakni bekerja dengan azas asal kewajiban yang diamanatkan terlaksana, namun tidak dengan saat ini. Pasalnya, kini customer oriented alias kepuasan pelangganlah yang menjadi goal PT KAI. Maka, tak heran jika PT KAI terus gencar berinovasi dan menggali berbagai potensi yang terpendam dalam sumber daya perseroan.

PT KAI meyakini bahwa di era yang dinamis dan serba cepat saat ini, masyarakat khususnya pengguna jasa kereta api sangat membutuhkan layanan yang dapat memudahkan dan membuat semuanya serba efektif dan efisien.

Tak hanya itu, PT KAI pun ingin memberikan pelayanan yang prima sehingga pengguna jasa semakin dimanjakan dan ekspektasi mereka terhadap PT KAI dapat terpenuhi. Di bawah kepemimpinan Edi Sukmoro, sang Direktur Utama, selama tahun 2015, PT KAI berhasil meluncurkan beberapa layanan dan inovasi yang niscaya dapat menambah rangkaian panjang daftar transformasi PT KAI.

Tak hanya berinovasi dalam aspek angkutan penumpang, PT KAI pun senantiasa meningkatkan pelayanan core business-nya yang lain, yakni angkutan barang.

Bertempat di Terminal Petikemas Surabaya, pada 9 April 2015, angkutan kereta api petikemas yang terhubung dengan Pelabuhan Tanjung Perak (di Terminal Peti Kemas Surabaya) resmi beroperasi. Pengoperasian KA angkutan petikemas ini merupakan hasil kerjasama antara anak perusahaan PT KAI yakni PT Kereta Api Logistik dan PT Terminal Petikemas Surabaya.

Tujuan utama angkutan ini diantaranya untuk menekan biaya logistik serta dwelling time dan untuk mendukung program logistik nasional melalui pengalihan beban jalan dari truk ke kereta api. Momentum peresmian ini merupakan tonggak kembalinya angkutan multimoda petikemas di pelabuhan dan saat ini menjadi satu-satunya yang tersedia di Indonesia.

Tahun 2015 telah diisi dengan serangkaian inovasi yang tentunya diharapkan memberikan manfaat dan nilai lebih kepada para pengguna jasa KA. Walaupun demikian, PT KAI tidak akan berpuas diri.

Sebaliknya, PT KAI akan terus mengerahkan seluruh sumber daya yang dimilikinya untuk melahirkan berbagai inovasi dan kemudahan bagi pengguna angkutan kereta api. Maka, optimisme ini makin mengukuhkan bahwa PT KAI akan senantiasa berkontribusi bagi kemajuan bangsa lewat inovasi dan dedikasi dalam dunia perkeretaapian.

Sumber : Rakyat Merdeka / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Being a state-owned company that serves public service duty of the government does not make PT Kereta Api Indonesia (Persero) working with the principle of "ABS" or "Asal Bapak Senang" (always make Boss happy). Read the breakthrough that made by PT KAI to this day.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar