Selasa, 08 Desember 2015

[KU-334/2015] Pusat Produksi Dan Riset Kereta Api Mendesak Direalisasikan

Bisnis.com, JAKARTA— Moda transportasi massal yang lebih dibutuhkan ketimbang kendaraan pribadi menjadi alasan semakin mendesaknya pembangunan pusat riset dan produksi kereta api terpadu di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan industri kereta api juga akan menunjang program hilirisasi dengan menyerap bahan baku utama seperti aluminium dan stainless steel.

“Kita memiliki PT INKA di Madiun, jika fasilitasnya ditingkatkan maka dapat mengembangkan dan memproduksi berbagai jenis moda transportasi massal. Apalagi kita memiliki semua bahan baku utamanya, seperti aluminiun dari bauksit dan stainless steel dari nikel,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (6/12/2015).

Saleh Husin, Menteri Perindustrian, mengatakan selain Pulau Jawa dan Sumatera, pemerintah juga akan mengembangkan jaringan kereta api di Kalimantan sepanjang 2.428 kilometer dan Sulawesi sepanjang 1.772 km.

Hal ini, lanjutnya, menjadi peluang untuk mengembangkan industri kereta api nasional, termasuk melalui kemitraan dengan perusahaan global. Apalagi, pertumbuhan ekonomi nasional yang meningkatkan mobilitas masyarakat dan barang harus didukung oleh transportasi massal.

“Seiring dengan pengembangan industri di luar Jawa, kawasan ekonomi terus tumbuh sehingga membutuhkan jaringan transportasi massal seperti kereta api. Kami harappeningkatan pembangunan jalur kereta api berimbas pada penguatan industri perkeretaapian nasional,” tuturnya saat mengunjungi pabrik dan pusat riset industri kereta api Tiongkok, China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Qingdao Sifang Co Ltd. di Qingdao.

Menurutnya, kebutuhan bahan baku dan komponen kereta api dapat menumbuhkan industri pengolahan hasil tambang seperti smelter nikel dan bauksit, industri baja serta produsen komponen yang telah ada di Indonesia.

Tian Xuehua, Deputi President CRRC, mengatakan kerja sama pengembangan industri kereta api harus didahului dengan observasi dan kalkulasi kemampuan perusahaan calon mitra.

“Industri kereta api butuh pasar yang luas dengan pengembangan jangka panjang. Kami terbuka pada setiap kesempatan dan akan melakukan studi karena industri ini sarat teknologi,” tuturnya.

China Railway Rolling Stock Corporation merupakan perusahaan yang dimiliki pemerintah China dan menjadi produsen kereta terbesar di dunia. Pada tahun ini perusahaan mengumumkan rencana ekspansi ke luar negeri.

Di Amerika Serikat, CRRC membangun pabrik seluas 14.000 meter persegi di Springfield, Massachusetts untuk memasok mobil baru kepada Massachusetts Bay Transportation Authority serta menjamin lebih banyak pesanan dari negara ini. Perusahaan ini juga memproduksi rolling stock di Argentina.

Sumber : Bisnis Indonesia, 06.12.15.

[English Free Translation]
Indonesia has the opportunity to develop the national railway industry, including through partnerships with global companies. Moreover, the growth of the national economy could increase the mobility of people and goods which should be supported by mass transportation.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar