Senin, 30 November 2015

[KU-326/2015] Pengembangan KA Butuh Dana Rp220 Triliun

JAKARTA: Kemenhub membutuhkan dana sebesar Rp220 triliun untuk membangun jalur KA sepanjang 3.500 km yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Proyek itu untuk mendukung percepatan pembangunan transportasi berbasis rel di Indonesia hingga 2019.

Kepala Bagian Perencanaan Ditjenka Kemenhub Hadi S. Legowo mengatakan pemerintah hanya mampu menyumbang 30% dari dana yang diperlukan, sedangkan 70% sisanya mengandalkan sumber dana dari pihak swasta.

“Tahun lalu saja, anggaran kita Rp17 triliun dan tahun ini turun menjadi Rp13 triliun. Jumlah ini jauh dari harapan sehingga dibutuhkan kerja sama dengan pihak asing untuk berinvestasi di Indonesia,” katanya.

Saat ini, dia melakukan peninjauan ulang Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) untuk percepatan pembangunan. Rancangan baru itu telah diberikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk dikolaborasikan sehingga menjadikan sistem transportasi yang baik.

“Kalau dalam Ripnas itu tertera hingga 2030 ditargetkan pembangunan rel KA sepanjang 18.637 km seluruh Indonesia dan 3.720 untuk di perkotaan. Ini membutuhkan dana yang sangat besar,” jelasnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 27.11.15.

[English Free Translation]
Ministry of Transportation (MoT) needs Rp 220 billion to build a railway line along the 3,500 km which spread across Java, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, and Papua. The project was to support the accelerated development of rail-based transportation in Indonesia up to 2019.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar