Senin, 23 November 2015

[KU-319/2015] Stasiun Bergaya Eropa di Tanjung Priok akan Dihidupkan Kembali

JAKARTA: Stasiun bergaya Eropa seluas 3.768 m2 di Tanjung Priok sudah lama sekali tidak beroperasi. Bahkan, stasiun yang dibangun tahun 1914 ini kondisinya sempat terbengkalai karena tidak dirawat. Padahal, Stasiun Tanjung Priok adalah salah satu stasiun bergaya unik di Jakarta yang dibangun pada era kolonial.

Dengan 6 jalur kereta, stasiun ini sama besarnya dengan Stasiun Manggarai. Namun di masa lalu Stasiun Tanjung Priok dilengkapi dengan penginapan dan bar mewah untuk orang-orang Eropa, fasilitas yang tidak ada di stasiun-stasiun lain di Jakarta.

Tapi ada kabar baik, sejak 1 Oktober 2015 lalu, Stasiun Tanjung Priok sudah direnovasi. Stasiun ini akan dihidupkan kembali untuk jalur kereta penumpang. "Hari ini ada uji coba KRL dari Sta Kota ke Sta Tanjung Priok," kata KS Tanjung Priok, Sahlan.

Renovasi Stasiun Tanjung Priok akan selesai pada Januari 2016. Jalur untuk kereta penumpang telah selesai diperbaiki dan sedang diujicoba untuk digunakan. Sahlan memperkirakan waktu tempuh dari Sta Tanjung Priok ke Sta Kota memakan waktu sekitar 30 menit.

"Ada 4 stasiun yang akan dilalui dari Tanjung Priok ke Stasiun Kota. Waktunya sekitar setengah jam," ujarnya.


Sumber : detik, 23.11.15.

[English Free Translation]
European-style railway station area of 3,768 m2 in Tanjung Priok who have 3,768 square meter was not operate for long time ago. In fact, the station which was built in 1914, was abandoned due to the condition is not treated. Tanjung Priok Station is one of the unique style station in Jakarta, which was built in the colonial era. Now being restored for the sake of tourism.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar