Rabu, 12 November 2014

[KG-310/2014] Kunjungan Dekom + Direksi KALOG - 12/11/14


SuRaBaYa: Rabu 12/11, Dewan Komisaris (Dekom) dan Direksi PT Kereta Api Logistik (KALOG) melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, selama 2 (dua) hari, mulai 12/11 sampai dengan 13/11. Tujuan kunjungan beragam deh.

Kunjungan pertama, ke Terminal Teluk Lamong (TTL) dan ini merupakan kunjungan balasan dari kunjungan sebelumnya yang sudah dilakukan oleh kedua belah pihak. Memorandum of Understanding (MoU) tengah digodok dan diharapkan di kunjungan berikutnya sudah oke.

Selain melakukan silaturahim, kunjungan kali ini membawa serta Dekom untuk melihat secara langsung situasi di lapangan, agar dalam pengambilan keputusan, benar-benar merupakan hasil yang terbaik. Siiip.

Sebelum pulang, rombonga KALOG sempat diajak berkeliling ke pelabuhan anyar, yang kebetulan diresmikan hari ini juga. Melihat kapal perdana yang sandar di Terminal Teluk Lamong, “√Źntan Daya 4”. Tooop.


--- quote ---

(artikel) Terminal Internasional Teluk Lamong Segera Beroperasi

Bisnis.com, SURABAYA—Operasional dermaga internasional Terminal Teluk Lamong dilaksanakan 2 bulan mendatang menyusul keberhasilan operasional bongkar muat peti kemas di dermaga domestik.

Direktur Operasional dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong Agung Kresno Sarwono mengatakan pelayaran internasional yang kini sandar di terminal Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) akan berpindah ke Teluk Lamong.

“Internasional mayoritas dari eks BJTI seperti COSCO dan diharapkan bisa Januari dengan jadwal mingguan karena mereka ke Singapura biasanya,” katanya di sela-sela operasional komersial perdana Terminal Teluk Lamong dermaga domestik, Rabu (12/11/2014).

Operasional perdana di Teluk Lamong melibatkan kapal Intan Daya 4 milik PT Maskapai Pelayaran Pulau Laut. Kapal rute Surabaya-Jakarta-Perawang (Pekanbaru)-Surabaya ini menurunkan peti kemas 156 TEUs dan memuat 134 TEUs.

Kapal ini sedianya bersandar dua kali dalam sebulan di dermaga Domestik Teluk Lamong – yang dilengkapi 3 ship to shore crane (STS Crane). Sedangkan dua STS terpasang di dermaga internasional yang dijadwalkan Januari beroperasi.

Agung menguraikan kendala gudang menyebabkan respons pelayaran domestik lambat dibandingkan internasional. Baru satu maskapai bersedia sandar dengan jadwal 2 kali dalam sebulan.

“Domestik sering menggunakan depo pelayaran, sebagian besar di Perak sehingga jauh. Ini jadi pertimbangan domestik. Tapi mereka mulai bangun depo di sekitar Teluk Lamong,” jelasnya.

Menurutnya kendala jarak tersebut menjadikan pelayaran domestik belum memanfaatkan Teluk Lamong. Jarak Tanjung Perak-Teluk Lamong sekitar 2 kilometer. Persoalan jarak menjadikan efisiensi waktu terminal baru belum memberi nilai tambah dibandingkan bongkar-muat di Tanjung Perak.

Commercial Director Pelayaran Pulau Laut Hamdan Yasin mengatakan bila menggunakan terminal di Tanjung Perak bongkar muat memerlukan waktu 24 jam. Sedangkan di Teluk Lamong memerlukan 8-10 jam.

“Tarif sama dengan di TPS akan tetapi waktu menjadi nilai tambah,” katanya di sela-sela bongkar-muat peti kemas kapal Intan Daya 4.

Hamdan menjelaskan dengan selisih waktu maka efisiensi lebih besar karena biaya kapal US$2.500-US$3.000 per jam bisa berkurang. Sedangkan tarif penanganan kontainer (container handling charge) Rp61.000 per boks sama seperti di Terminal Petikemas Surabaya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 12.11.14.

---  unquote ---

Info lainnya dihari ini karena berkenaan dengan kunjungan ke Terminal Petikemas Surabaya (TPS) namun akan dilaporkan di hari berikutnya. Kepanjangan beritanya, ngeri Pembaca bosen bacanya.

Sumber : KALOG / Foto : RAM - Syatriya.

[English Free Translation]
The Board of Commissioners and Board of Directors of PT Kereta Api Logistik (KALOG) on Wednesday, 12/11 to Terminal Teluk Lamong (TTL), Surabaya Pasar Turi Station (SBI) and the Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Coverage of SBI and TPS will follow.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar