Jumat, 23 Desember 2011

[KU-152/2011] Sopir Serbu Dermaga PT LKS

Banyuasin, Situs Hukum - Ratusan sopir diduga dari perusahaan batu bara di kawasan Tanjung Api-Api (TAA), kemarin (21/12), sekitar pukul 14.00 WIB, mengamuk di dermaga stock batu bara PT Lambung Karang Sakti (LKS), Km 24, Kecamatan Tanjung Lago.

Massa membakar dan merusak camp karyawan, alat berat, tiga motor, mobil jip, tiga unit kantor, pos keamanan, timbangan, dan alat-alat kantor. Selain itu, uang Rp20 juta milik salah satu mekanik bernama Ngadiman juga hilang lantaran ia tinggalkan dalam camp.

Total kerugian ditaksir ratusan juta. Sebaliknya, para karyawan dan sopir PT LKS termasuk perusahaan batu bara lain yang memakai dermaga stock pile PT LKS langsung kabur melarikan diri dari amuk massa.

Diduga para pelakunya merupakan sopir dari perusahaan lain yang ada di kawasan Tanjung Api-Api yaitu PT CSS, OT BAW, dan PT SMJ yang berkisar 150 orang. Motifnya, diduga para sopir ini marah lantaran kemacetan panjang terjadi di Jl Tanjung Api-Api (TAA), persisnya berada di simpang Tiga dermaga PT LKS tersebut.

Belum lagi para sopir terpaksa menginap hingga tiga hari tiga malam karena simpang tiga dermaga tersebut mengalami kemacetan. Ditambah dari truk angkutan batu bara dari PT LKS memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan TAA karena akses menuju jalan dermaga rusak dan lambat.

Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres menyebutkan amuk massa diduga dipicu lantaran kemacetan di Jl TAA sekitar satu kilometer lebih dari simpang tiga dermaga PT LKS. Kemacetan dipicu oleh akses jalan menuju dermaga tersebut rusak parah sehingga truk-truk angkutan batu bara lambat melakukan bongkar muat ke penampungan yang ada di dermaga tersebut.

Selain itu, dermaga PT LKS digunakan pula oleh perusahaan batu bara lain di antaranya PT MAS, PT BAS, PT UMM, PT MME, PT Agros, PT Inayang, PT LCC, PT MER, dan PT Parlin. Dampaknya, jumlah kendaraan menuju ke dermaga bertumpuk hingga memenuhi badan jalan TAA.

Sementara itu, akses Jl TAA juga digunakan oleh angkutan-angkutan perusahaan lain di kawasan TAA. Akibatnya para sopir angkutan kesal lantaran terpaksa menginap. Ditambah biaya hidup mereka yang habis untuk biaya makan dan bahan bakar. Kemarahan para sopir tersebut diarahkan ke dermaga PT LKS yang diduga penyebab kemacetan tersebut.

Para sopir PT CSS, PT BAW, dan PT SJM itu hilang kesabaran dan mengambil tindakan sendiri. Mereka dengan menggunakan kayu balok dan senjata tajam langsung menuju dermaga.

Karyawan dari PT LKS yang melihat gelagat tersebut langsung kabur menyelamatkan diri. Ada yang naik tugboat, ada pula yang berenang ke dalam sungai menghindari amuk massa. Sementara massa langsung membakar dan merusak aset-aset yang ada di dermaga tersebut.

"Mereka datang ada yang bawa kayu sama sajam. Jadi kami langsung lari menuju tugboat. Saya hanya melihat motor saya dirusak dan dilempar ke sungai. Sementara satu teman saya terpaksa nekat menceburkan diri ke dalam sungai saat dikejar para sopir yang mengamuk tersebut," ujar Rizki (23), karyawan PT LKS bagian distibusi batu bara dari darat ke laut. Usai merusak aset-aset tersebut, massa kemudian membubarkan diri.

Saat ini aparat keamanan dari Polsek Tanjung Lago, Polres Banyuasin, Dishub Banyuasin anggota DPRD Banyuasin, serta pemerintah setempat terdiri dari Camat Tanjung Lago dan kades-kades, telah berada di lokasi kejadian untuk menenangkan suasana. Mereka bersama-sama mengatur arus lalu lintas di simpang tiga dermaga PT LKS yang menjadi pusat kemacetan.

"Tindakan para pelaku diduga lantaran akumulasi dari kekesalan terhadap PT LKS yang menyebabkan kemacetan di simpang tiga dermaga JL TAA ini. Namun kejadian ini sendiri masih dalam penyelidikan lebih lanjut," ujar Kapolres Banyuasin AKBP A Zaenuddin yang berharap ini agar permasalahan ini juga diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Kadishub Banyuasin, Supriadi, menjelaskan kalau akses TAA mengalami kerusakan akibat volume kendaraan yang melintasi jalan ini cukup ramai. Ditambah dengan beban muatan yang cukup berat. Setidaknya ada lima perusahaan besar yang memiliki dermaga di kawasan Kecamatan Tanjung Lago ini.

Wakil Ketua DPR Tingkat II Banyuasin, Arkoni serta anggota DPR Banyuasin dari Komisi III juga langsung mengecek kerusakan akibat amuk massa tersebut. Dijelaskannya kalau masalah ini merupakan akumulasi dari kekesalan sopir akibat jalan yang rusak dan macet.

Camat Tanjung Lago Ali Sadikin, didampingi Nasir, ketua Forum Komunikasi 15 Desa di Tanjung Lago mengatakan, akibat kemacetan jalan dan kerusakan di Jl TAA, Kecamatan Tanjung Lago tersebut, aktivitas transportasi, ekonomi, sosial, dan pendidikan warga Desa ikut kena imbasnya.

Belum lagi, ada informasi bahwa salah satu warga Desa yang hendak melahirkan meninggal di perjalanan saat menuju ke rumah sakit. Warga tersebut meninggal lantaran terjebak kemacetan di jalan.

Sumber: Sumeks, 22.12.11.

[English Free Translation]
Hundreds of drivers suspected of coal companies in the area of ​​Tanjung Api-Api (TAA), Wednesday (21/12), at around 14.00 pm, raged at the coal dock stock PT Lambung Karang Sakti (LKS), Km 24, Subdistrict Tanjung Lago. This coal stock belongs to H. Imron.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar