Friday, May 28, 2021

[KU-148/2021] Jasa Logistik Nasional Dukung Pertumbuhan UMKM

 

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus menggenjot pertumbuhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah dengan mencanangkan program Hari Bangga Buatan Indonesia 2021 (BBI 2021) pada 5 Mei 2021.

Dalam Gerakan Bangga Buatan Indonesia para pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan platform digital secara lebih masif sehingga transaksi e-commerce juga akan ikut meningkat.

Nilai gross market value (GMV) e-commerce juga akan terus bertumbuh dari US$32 miliar di 2020 menjadi US$83 miliar di 2025. Seiring dengan program ini, jasa logistik nasional tentu saja akan ikut terdongkrak. Sejumlah pelaku usaha logistik pun berlomba-lomba memberikan komitmen terbaik untuk para pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choirina berkomitmen untuk mendukung dan emberi layanan terbaik kepada konsumen dan para pelaku usaha, mulai dari korporasi paling besar hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Tagline tuan rumah di negeri sendiri, tentunya ini mimpi semua jadi tuan rumah di negeri sendiri. Kami PT Pos siap membantu dalam pengiriman barang atau logistik. Mau kirim apa-apa, kami coverage di seluruh pelosok tanah air,” ujar Choirina  dalam webinar Katadata #BanggaBuatanIndoensia Semuanya Ada di Sini Tuan Rumah di Negeri Sendiri dengan tema Jasa Logistik untuk Dukung Produk Lokal.

Saat ini, PT Pos telah melayani 1.0020 juta transaksi, memiliki 49.687 agen pos, memiliki 4.594 titik layanan, memiliki 27.005 pegawai, 228 negara tujuan di luar negeri, 4.793 O-ranger, dan 510 biller jasa keuangan. Dengan semua kelebihan ini, PT Pos dapat melayani jasa pelayanan pengiriman barang hingga ke pelosok desa di tanah air.

Pendiri dan Direktur Operasional Shipper Indonesia Budi Handoko menambahkan, Shipper berupaya membantu UMKM dalam hal logistik dan produk lokal. Saat ini, industri logistik di Indonesia memiliki market size hingga US$221 miliar atau sekitar Rp3.200 triliun.

Namun yang menjadi tantangan di bidang logistik adalah ongkos logistik Indonesia yang cukup tinggi. Yakni 24 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Artinya jika belanja barang online dari satu barang, 1/4 cost logistiknya, itu luar biasa tinggi yang berati logistik di Indonesia tidak efisien,” ungkapnya. “Kami berharap adanya efisiensi dalam hal pengiriman barang sehingga dapat menekan biaya logistik bagi jutaan UMKM,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perushaaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Trian Yuserma menegaskan kesiapan logistik Indonesia untuk mendukung produk lokal.

Meski demikian, Trian tidak sepakat dengan penyebutan biaya logistik di Indonesia yang mahal. Menurut dia, biaya logistik di Indonesia cukup murah dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara, Asean, bahkan dunia.

“Jika apple to apple dengan Malaysia dan Singapura. Sudah murah,” ujarnya. Direktur Operasional Bhinneka.com, Stefanus Didi Hartanto mengatakan dalam 28 tahun perjalanan di industri ekonomi digital menjelaskan bagaimana peranannya di negeri ini.

Pada 2020, Bhinneka menghadirkan business super-ecosystem. Bhinneka bertrtansformasi menjadi penyedia layanan pengadaan dari hulu ke hilir, termasuk bersama UMKM. "Bhinneka.com untuk UMKM Indonesia. Kami ada program yaitu #BangkitLagi, UMKM Naik kelas, dan Mojokece [Pemkot Mojokerto]," kata Stefanus.

Sumber : Bisnis, 28.05.21.

[English Free Translation]

The government continues to boost the growth of micro, small and medium enterprises by launching the 2021 Made Indonesia Proud Day (Hari Bangga Buatan Indonesia or HBBI 2021) program on May 5, 2021.

No comments:

Post a Comment

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...