Sunday, September 25, 2011

[KU-070/2011] Jakabaring, Kota Olahraga Di Atas Rawa

Menyaksikan deretan bangunan megah seperti Stadion Gelora Sriwijaya, stadion atletik, pusat akuatik, dan lapangan tembak di Jaka baring Palembang saat ini, sulit terbayangkan jika kawasan ini dahulunya adalah rawa-rawa.

Kawasan rawa yang satu dasawarsa lalu nyaris tak berpenghuni, digenangi air ketika hujan atau diselimuti asap kebakaran lahan saat kemarau ini, segera menjadi pusat perhatian publik internasional.

Ajang SEA Games XXVI tahun 2011 membawa perubahan drastis di Jakabaring. Setidaknya 300 hektar kawasan bekas rawa ini telah disulap menjadi taman, bangunan, dan sarana-sarana olahraga berkelas internasional.

Seperti diungkapkan Arsenic Lacson, konsultan Panitia Pusat Penyelenggara SEA Games (Inasoc), Jakabaring Sport City bisa dikatakan sebagai kota kawasan olahraga termegah di Asia Tenggara saat ini. Sejumlah venue (arena), meski belum selesai dibangun, adalah nomor wahid di kelasnya.

Ia mencontohkan arena ski air yang berada di Danau Jakabaring. ”Ini merupakan satu-satunya kawasan olahraga di Asia yang memiliki lokasi danau sendiri untuk perhelatan ski dan olahraga air lainnya. Hebatnya pula, danau ini dibuat manusia,” ujar Lacson yang berpengalaman menangani kegiatan olahraga internasional di berbagai negara, Senin (5/9).

Keberadaan danau buatan seluas 5 hektar yang berfungsi pula sebagai kolam retensi untuk mengendalikan banjir ini, menurut Lacson, akan memanjakan para atlet. Sebab, di berbagai negara, arena ski air atau olahraga dayung biasanya berupa danau atau sungai alamiah. Letaknya pun umumnya jauh berada di kawasan hunian atlet.

”Dapat dibayangkan bagaimana dimanjakannya atlet di sini nantinya. Di Jakabaring semuanya ada. Mulai dari penginapan sampai sarana olahraga. Ini adalah salah satu kawasan (olahraga) terbaik yang pernah saya lihat. Orang Indonesia semestinya bangga,” ujar pria berkebangsaan Filipina ini.

Contoh lainnya, pusat akuatik. Lokasi arena olahraga renang, polo air, dan renang indah SEA Games XXVI ini merupakan satu-satunya pusat akuatik permanen berstandar internasional dan berteknologi terbaru di Asia. 

”Shanghai, China, memiliki satu semacam ini. Tetapi, itu bongkar pasang, dari stadion ice skating,” ujar Sekretaris Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia Wilayah Sumatera Selatan Yohanes Indra Jaya memberikan gambaran.

Ada lagi arena lapangan tembak yang bangunannya seluas 1.600 hektar di pinggir Danau Jakabaring. Lapangan yang pembangunannya sempat tertatih-tatih akibat ketiadaan dana cair ini akan menjadi lapangan tembak termegah di Asia pula.

Lapangan tembak ini dilengkapi arena shooting range terpanjang di Asia, yaitu 600 meter, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya seperti perkantoran, toko perlengkapan senjata, dan tempat penyimpanannya. ”Pak Alex (Noerdin) saja sampai bilang merinding ketika melihat gedung ini beberapa waktu lalu,” tutur Agung Sugiono, Manajer Proyek Lapangan Tembak Jakabaring.

Prihatin jika segala kemegahan ini tak akan dinikmati tepat waktunya. Mengingat, sebagian arena belum selesai dibangun. Jika itu terjadi, bukannya bangga yang muncul, tetapi malah malu. (Yulvianus Harjono)

Sumber : Kompas, 06.09.11.

[English Free Translation]
Jakabaring, City Sports on swamp.

No comments:

Post a Comment

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...