Tuesday, January 7, 2014

[KU-007/2014] Gubernur Sumatera Selatan Belum Paham Fungsi OJK

MERDEKA.COM. Lembaga otoritas jasa keuangan (OJK) sudah aktif sejak tahun lalu. Namun, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin belum mengetahui fungsi dan tugas lembaga tersebut. Alex beralibi, sosialisasi OJK belum maksimal dilakukan.
"Saya saja masih belum paham betul. Apakah OJK bagian dari BI (Bank Indonesia) atau sebagai lembaga independen. Tapi, jika sebagai lembaga independen, kok masih nyantol bersama-sama BI dan lain sebagainya," kata Alex di sela-sela peresmian Kantor OJK Provinsi Sumsel di Gedung Renovasi Lantai II dan III Kantor Perwakilan BI Wilayah VII Palembang, Senin (6/1).
Alex menilai, fungsi dan bentuk pengawasan hingga penyelidikan yang diberikan kepada OJK masih membingungkan. "Jadi apa lagi yang dilakukan oleh BI? Apa lagi yang dikerjain BI? Semua sepertinya sudah diambil oleh OJK. Maaf atas istilah saya itu, saya memang agak awam dengan perbankan," kata Alex.
Mendengar pernyataan orang nomor satu di Sumsel tersebut, Deputi Komisaris Manajemen Strategis OJK, Harti Haryani langsung menjelaskan terkait fungsi OJK. Dia menjelaskan, sejalan dengan pelaksanaan tugas edukasi konsumen, OJK diamanatkan untuk melaksanakan perlindungan konsumen di sektor keuangan mulai dari perbankan hingga sektor keuangan mikro.
Kantor OJK di daerah diharapkan bisa berfungsi sebagai pusat informasi, pengaduan masyarakat dan bisa mendeteksi lebih dini terhadap investasi illegal dan kredit macet.
Selain pengaturan dan pengawasan industri jasa keuangan serta perlindungan konsumen dan masyarakat sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro, OJK diberi mandat untuk melaksanakan pembinaan, pengaturan dan pengawasan Lembaga keuangan mikro di Sumsel mulai tahun 2015 nanti.
"Keberadaan Kantor OJK di daerah akan melanjutkan dan meningkatkan pengawasan industri perbankan di daerah termasuk penguatan Bank Pembangunan Daerah dan BPR milik pemerintah. Selain itu, untuk melaksanakan tugas OJK di daerah hanya dapat dipenuhi apabila terdapat dukungan dari Pemda dan komponen masyarakat di daerah," katanya.
Sumber : Merdeka, 06.01.14.
[English Free Translation]

Financial services authority (Otoritas Jasa Keuangan or OJK) institution has been active since last year. However, South Sumatera Governor Alex Noerdin not yet know the functions and duties of the agency. Alex thought, socialization OJK do not maximized and the expressions presented on the sidelines of the inauguration of South Sumatera Province in the OJK Renovation Office Building 2nd and 3rd Floor – Bank Indonesia representative office  Region VII Palembang, Monday (6/1).

Monday, January 6, 2014

[KU-006/2014] Jonan : Kami Ingin Pemerintah Yakin

Wawancara khusus dengan Dirut PT KAI, Ignasius Jonan.

Di tengah kompleksitas masalah transportasi di Tanah Air, PT KAI terus membuat terobosan perbaikan pelayanan. Direksi BUMN tersebut mengubah wajah perusahaan yang semula lesu menjadi segar dan menarik. KAI kini menjadi perusahaan yang berorientasi pelayanan konsumen.

Langkah-langkah penting itu diceritakan Dirut PT KAI, Ignasius Jonan pada 26 Desember lalu dalam suasana yang santai dan egaliter. Berikut petikan wawancara Kompas dengan Ignasius Jonan tentang berbagai upaya PT KAI demi memanjakan penumpang.

Tiga tahun terakhir wajah PT KAI berubah, terjadi peningkatan layanan yang signifikan bagaimana meraih pencapaian itu?
Hal yang kami lakukan adalah meningkatkan kualitas SDM terutama dalam hal pelayanan, kompetensi khusus pengoperasian dan pemeliharaan sarana perkeretaapian, pemasaran, keamanan, dan teknologi informasi. Peningkatan SDM ini mendorong meningkatnya integritas, produktivitas, dan antusiasme pegawai. Upaya-upaya tersebut diharapkan mendorong PT KAI menjadi perusahaan yang memilikidaya saing tinggi.

Tantangan apa yang Anda hadapi ketika mereformasi PT KAI?
Jujur saja, ini tidak mudah. Perlu kerja keras mencapai itu. Tantangan datang dari internal ataupun luar perusahaan. Kami berangkat dari kualitas layanan yang berantakan. Sebelumnya pembelian tiket kereta hanya di tulis di secarik kertas. Petugas juga tidak peduli. Mereka hanya memikirkan bagaimana cara mengangkut orang tanpa melihat apakah mereka bayar atau tidak. Ini sangat fatal karena menghilangkan hak para konsumen. Mereka tidak mendapatkan pelayanan yang baik sehingga kemudian enggan menggunakan moda angkutan kereta api.

Sementara itu tantangan dari luar adalah masih adanya perilaku buruk orang dengan merusak sarana kereta. Dari tahun ke tahun jumlahnya naik turun ini membutuhkan kerjasama semua pihak. Untuk memperbaiki semua itu, perlu organisasi yang bagus. Karena itu, perlu pemimpin yang kuat, memberi contoh baik, memiliki kepedulian , dan bertanggung jawab pada tugas. Ada peningkatan remunerasi pegawai, misalnya gaji masinis yang semula Rp 2 juta-Rp 3 Juta per bulan, kami tingkatkan jadi Rp 8 juta-Rp 10 juta per bulan. Bentuk penghargaan semacam itu memberikan banyak keuntungan karena mereka semangat dalam bekerja dan meminimalkan bentuk pelanggaran.

Bagaimana cara menghadapi resistensi dari dalam KAI sendiri?
Tidak bisa dipungkiri, banyak pihak yang sudah lama menikmati keuntungan dari buruknya manajemen kereta. Resistensi ini hanya datang dari 10 persen seluruh karyawan KAI. Kami terapkan pola reward and punishment secara konsisten. Siapa yang berhasil mendapat penghargaan, siapa yang melanggar mendapat hukuman. Salah satu penghargaan tertinggi kami berikan kepada tiga karyawan PT KAI yang meninggal dalam peristiwa kecelakaan 9 Desember di Bintaro. Nama mereka kami abadikan sebagai nama tempat balai pendidikan di Bekasi, Yogyakarta, dan Bandung. Keluarga mereka juga kami rekrut sebagai karyawan untuk menopang penghidupan berikutnya. Kami menaruh apresiasi setinggi-tingginya atas tanggung jawab mereka dalam bekerja (lalu Jonan menunjukkan video peristiwa naas tersebut, matanya terlihat basah mengenang peristiwa itu).

Lalu, apa hasil yang bisa dilihat secara konkret oleh masyarakat pengguna kereta?
Anda bisa lihat sendiri, 63 stasiun di Jabodetabek bersih, pelayanan penumpang meningkat, dan ada kemudahan layanan pembelian tiket perjalanan kereta. Pengguna bisa membeli tiket 90 hari sebelum keberangkatan di minimarket, agen perjalanan, ataupun secara online. PT KAI berusaha memanjakan dan menjamin semua penumpang jarak jauh dan sedang mendapatkan tempat duduk sesuai dengan kelasnya. Hal ini bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada penumpang dan menjadikan kereta api sebagai angkutan yang manusiawi.

Pada angkutan KRL tak ada lagi penumpang yang berada di atas atap kereta, ini yang penting, sebab bertahun-tahun sulit ditertibkan. Dulu sepertinya persoalan ini sangat sulit diselesaikan, kenyataannya sekarang bisa. Kini, kereta menjadi tumpuan angkutan orang dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pegawai rendahan hingga direksi perusahaan yang bergaji lebih dari dari Rp 50 juta per bulan.

Ini kebanggaan sekaligus tantangan yang tidak mudah. Sebab, standar kepuasan layanan mereka beragam . Tonggak peningkatan layanan terjadi pada tahun 2013. Direksi menerapkan KRL Jabodetabek dalam 1 manajemen. Semua KRL menggunakan AC. Tidak ada lagi kereta ekonomi & pada saat itu mulai berlaku tiket elektronik. Tidak hanya itu, kami juga meresmikan KA Bandara Kuala Namu di Deli Serdang, Sumut. Kami juga mulai memaksimalkan operasional angkutan batu bara di Divre 3 Palembang.

Dampaknya, terjadi peningkatan signifikan angkutan batu bara dari 25.000 ton/hari tahun 2008 menjadi 45.000 ton/hari di tahun 2013. Hal yang sama terjadi pada pertumbuhan angkutan kontainer di Pulau Jawa per minggu. Dari 1.000 Teus/minggu tahun 2008 menjadi 3.500 Teus/minggu di tahun 2013. Di tahun yang sama, KAI juga meresmikan operasional KA Pangrango Bogor-Sukabumi.

Apa dampaknya bagi KAI?
Ada peningkatan jumlah penumpang KRL di Jabodetabek menjadi 600.000 orang/hari. Angka ini jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang 400.000 orang/hari. Angka ini akan terus meningkat seiring dengan penambahan jadwal perjalanan. Target kami ke depan, KRL dapat mengangkut 750.000 orang/hari & tahun 2020 menjadi 1,5 juta orang/hari. Peningkatan ini tentu berimbas pada peningkatan pendapatan perusahaan. Pada tahun 2009 pendapatan PT KAI sebesar Rp 397,241 miliar, tahun 2010 Rp 445,305 miliar, tahun 2011 Rp 491,01 miliar, dan tahun 2012 sebesar Rp 663,662 miliar.

Setelah mencapai itu semua, apa lagi yang Anda inginkan?
Kami ingin meyakinkan pemerintah bahwa moda angkutan kereta itu penting. Sebab daya angkutnya yang besar & jaringannya sudah ada. Payung hukum undang-undang juga sudah mengaturnya. Sampai sekarang masih sulit meyakinkan hal itu kepada pemerintah. Untuk itu mengembangkan angkutan kereta perlu dukungan penuh dari pemerintah, mulai dari penghapusan pelintasan sebidang hingga memperbaiki kualitas rel. Sementara ini biaya operasional PT KAI cukup besar.

Tahun 2013, perbaikan rel PT KAI menghabiskan biaya Rp 1,7 triliun. Bila menambah banyak akses keamanan, diperkirakan tahun depan akan menghabiskan biaya hingga Rp 2,5 triliun. Bila separuh biaya saja ditanggung pemerintah, saya yakin biaya perbaikan lebih ringan & sebagian uang bisa digunakan untuk merevitalisasi kereta menjadi lebih baik lagi.

Sumber : Kompas, 06.01.14 / Kredit Foto : Warta Ekonomi.

[English Free Translation]

In the midst of the complexity of the transportation problems in the country, PT KAI continues to make inroads service improvements. The directors of state enterprises changed the face of the company that originally lethargic to be fresh and exciting. KAI is now a customer service oriented company. Read the interview footage clearly above.

Sunday, January 5, 2014

[KG-005/2014] Perpisahan “Trio” Bagus-Ardha-Ardit

JaKaRTa: Di tahun 2013, PT Kereta Api Logistik (KALOG) sudah "meluluskan" sejumlah karyawannya, baik yang berstatus magang maupun karyawan tetap. Artinya, alumnus KALOG sudah lumayan banyak di luar sana, ya gitu deh he he he.

Selain mas Supriyadi (Surabaya) dan pak Tris (Solo) yang tak sempat terpantau partinya, setidaknya masih ada kenangan yang tersisa dari “trio” kwek-kwek KALOG yakni Bagus, Ardha dan Ardit. Entah mereka janjian untuk membentuk boys-band baru ato pilih berkarir di tempat lain. Entahlah.

Berikut ini sejumlah foto eksklusif, farewel party yang cuma ada disini (xi xi xi, sotoy banget deh). Anda boleh cari di med-sos ato koran manapun, gak bakal nemu. Karena itu dibilang eksklusif he he he. Enjoy the party.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]

December 2013, KALOG release 5 employees with good dedication. Hopefully it will be getting better and fit in with what is expected, especially in the new workplace. Good luck Bro's.




Saturday, January 4, 2014

[KU-004/2013] Kemendag Siapkan Aturan Terkait Pelarangan Ekspor Minerba

Jakarta (Antara) - Kementerian Perdagangan tengah mempersiapkan dua aturan terkait dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yakni tentang tata cara ekspor dan pelarangan ekspor. 
"Setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan PP, Kemendag akan mengeluarkan aturan tentang tata cara ekspor dan pelarangan ekspor," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi di Jakarta, Senin. 
Bachrul menjelaskan, aturan yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan tersebut salah satunya akan mengatur tentang apa-apa saja yang tidak boleh diekspor yang dikaitkan dengan setelah dilakukannya proses pemurnian atau pengolahan bahan mentah tersebut. 
"Diharapkan PP bisa selesai sebelum akhir tahun, sehingga kita bisa segera mengeluarkan dua aturan itu," tuturnya. 
Bachrul menegaskan, pemerintah tetap konsisten untuk menerapkan undang-undang tersebut, tidak ada ekspor bahan mentah lagi dan dengan pelaksanaan pelarangan ekspor minerba tersebut ada beberapa keuntungan yang akan diperoleh Indonesia. 
"Salah satunya adalah mencegah kerusakan lingkungan, dan yang pasti nilai tambah akan jauh meningkat dan itu diberikan untuk generasi kedepan," ujarnya. 
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik memastikan penerbitan Peraturan Pemerintah untuk mendukung implementasi UU nomor 4 tahun 2009 tersebut yang nantinya akan mengatur ketentuan bagi perusahaan yang telah melakukan hilirisasi. 
"Bagi perusahaan yang sudah melakukan pengolahan dan pemurnian akan diatur lebih lanjut dalam PP yang baru," kata Jero seusai rapat koordinasi di Jakarta, Jumat (27/12). 
Jero menjelaskan penerbitan PP tersebut dilakukan sebelum 12 Januari 2014 atau masa berlakunya UU Minerba untuk melarang ekspor bahan mineral mentah, secara efektif. 
Saat ini, ada beberapa perusahaan mineral tambang yang beroperasi di Indonesia seperti PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara, telah memiliki smelter hilirisasi untuk pengolahan dan pemurnian. 
Perusahaan-perusahaan tersebut mempertanyakan implementasi UU Minerba yang segera berlaku efektif, terutama mengenai kandungan bahan mineral yang boleh diekspor dan hal teknis lainnya terkait pengolahan dan pemurnian. 
Saat ini, kegiatan pertambangan mineral banyak dilakukan oleh perusahaan tambang dari dalam negeri maupun luar negeri, dan para pelaku usaha makin giat untuk mencari sumber-sumber tambang yang ada di berbagai wilayah untuk dieksplorasi dan hasilnya diekspor secara langsung atau bahan mentah dengan volume sangat besar. 
Dengan kondisi tersebut, pemerintah akan menerapkan aturan pelarangan ekspor beberapa barang tambang tanpa diolah (bahan mentah) pada tahun 2014 mendatang agar kenaikan jumlah ekspor barang tambang secara besar-besaran tidak lagi terjadi. 
Pemerintah akan mengendalikan ekspor bahan tambang mentah dan mengharuskan adanya pemrosesan untuk mendapatkan nilai tambah di dalam negeri secara optimal melaiui hilirisasi industri.(tp)
Sumber : Antara, 3012.13.
Catatan:
Simak artikel terkait dengan isu UU Minerba diatas di [KU-346/2013] Larangan Ekspor Mineral dan Batubara, [KU-339/2013] Per 12 Januari 2014, Ekspor Mineral Dilarang dan [KU-338/2013] Peraturan Pemerintah Turunan UU Minerba Dirilis 12 Januari 2014.
[English Free Translation]

The Ministry of Commerce is preparing two rules related to Law No. 4 of 2009 on Mineral and Coal that is about export regulations and export bans

Friday, January 3, 2014

[KU-003/2014] Bos KAI Tawarkan Pekerjaan ke Keluarga 3 Pegawai Korban Tragedi KRL vs Tangki BBM

Jakarta - Untuk menghormati 3 pegawainya yang tewas dalam tragedi tabrakan KRL dengan truk tangki BBM pada 9 Desember 2013 lalu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan pekerjaan kepada keluarga korban sebagai pegawai KAI.

"KAI sedang menawarkan kepada ahli waris ketiga pahlawan KAI yaitu Alm. Masinis Darman Prasetyo, Alm Asisten Masinis Agus Suroto, dan Alm Teknisi Sofyan Hadi untuk bekerja di KAI. Masing masing ahli waris dapat menominasikan seorang anggota keluarganya untuk bekerja di KAI sebagai pegawai tetap sesuai jenjang pendidikan/keahliannya," kata Jonan kepada detikFinance, Selasa (24/12/2013).

Jonan mengatakan, KAI berharap, istri dari Alm. Masinis Darman Prasetyo, dapai bekerja di KAI.

"Silakan memilih lokasi kerja yang diinginkannya," tegas Jonan.

Selain itu, Jonan mengatakan, PT KAI Commuter Jabodetabek juga akan mencoba menawarkan penumpang yang berpotensi cacat tetap setelah penyembuhan karena kecelakaan tersebut, untuk bekerja sebagai pegawai sesuai dengan jenjang pendidikan/keahlian.

"Mereka akan diperlakukan setara tanpa memandang cacat fisik yang mungkin akan dialami. Penugasan dapat disesuaikan," ujar Jonan.

Sumber : detikFinance, 24.12.13.

Catatan:
Berita terkait dengan tindakan heroik 3 (tiga) syuhada PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang menjadi korban kecelakaan di KA Commuter Line 1131 jurusan Serpong – Tanah Abang tanggal 09/12/13, silahkan baca : [KU-343/2013] Jonan, Dahlan & Para Pahlawan, [KG-340/2013] Pengabadian 3 Syuhada PT KAI, [KU-336/2013] Jonan & Kecelakaan Bintaro, [KU-335/2013] Dahlan : Kecelakaan Dengan Emosi Diaduk dan [KG-333/2013] Dedikasi Yang Patut Diteladani.

[English Free Translation]

To honor the three employees who died in the tragedy KRL collision with fuel tanker on December 9, 2013, PT Kereta Api Indonesia (KAI) offer employment to the victims' families as servants of PT KAI. Its a tremendous appreciation from management. Two thumbs up !

Thursday, January 2, 2014

[KG-002/2014] Seragam Baru KALOG Tahun 2014


JaKaRTa: Standarisasi pemakaian seragam kembali digulirkan oleh induk perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Surat Edaran (SE) bernomor : 11/UM.108/KA-2013 tanggal 25 November 2013 perihal penggunaan pakaian dinas dan diteruskan via SE Direksi PT KALOG bernomor : 009/KALOG-2013 tanggal 18 Desember 2013.

Diberitahukan bahwa per tanggal 01 Januari 2014, wajib mengenakan pakaian dinas dengan ketentuan sebagai berikut :

a)     Pria & Wanita
Celana panjang warna biru tua dipadu kemeja lengan pendek warna putih dan kemeja lengan pendek dimasukkan ke dalam celana panjang dengan menggunakan ikat pinggang dinas berlogo Wahana Daya Pertiwi.

b)    Wanita Berkerudung / Berjilbab
Celana panjang warna biru tua dipadu kemeja lengan panjang warna putih dan kemeja lengan panjang dimasukkan ke dalam celana panjang dengan menggunakan ikat pinggang dinas berlogo Wahana Daya Pertiwi.

Catatan:
Kerudung digunakan rapi tanpa menutupi nama dan logo KALOG dan kerah kemeja nampak dan warna kerudung untuk kegiatan seremonial (upacara, apel, pelantikan) adalah biru tua senada dengan warna celana panjang.

Sepatu warna hitam dan apabila menggunakan kaos kaki berwarna gelap. Pekerja wanita diperkenankan menggunakan rompi warna biru tua (pengadaan sendiri) menggunakan nama bordir sesuai dengan jabatan (tempel sebelah kanan) dan logo perusahaan yang berlaku (sebelah kiri).

c)     Pengaturan Seragam
- Senin – Kamis : Pakaian seragam KALOG
- Jum’at             : Pakaian atas motif batik dan pakaian bawah sesuai ketentuan tsb diatas.

d)    Selain ketentuan diatas, karyawan/wati diwajibkan untuk menggunakan identitas pengenal karyawan (name tag) selama jam kerja.

Demikian ketentuan diatas disampaikan, untuk diketahui dan dilaksanakan.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]

As per the provisions of the company, effective January 1, 2014 each employee required to use the new uniforms and refer other applicable regulations. Congrats !

Wednesday, January 1, 2014

[KU-001/2014] Budayawan: Palembang Memiliki Sejarah Jelas Tentang Pempek

SRIPOKU - KLAIM dua daerah, Jambi dan Sumsel, mengenai asal-usul pempek ini mendapat tanggapan dari budayawan Sumsel, Yudhy Syarofie. Ia pun ikut menegaskan melalui sejarah, sudah sangat jelas pempek berasal dari Palembang. Asal-usulnya baik secara historis, filosofis, geografis, serta psikologis secara jelas menceritakan pempek berasal dari Palembang.

"Sejarah kita jelas menceritakan jika pempek makanan khas asli Palembang. Lalu bagaimana dengan daerah yang mengklaim pempek sebagai makanan daerahnya, apakah benar ada sejarahnya. Buktikan dulu jangan asal klaim" ujarnya ketika dihubungi Sripo, Minggu (29/12/2013).

Ia menceritakan, asal mulanya pempek merupakan akulturasi kebudayaan kuliner yang dibawa pedagang China ke Palembang yaitu berupa bakso. Namun, bakso yang dibawa ini berbahan dasar daging yang tidak halal dikonsumsi masyarakat Palembang yang sebagian besar beragama Islam.

Secara geografis, Palembang merupakan penghasil ikan dan tanaman sagu yang cukup besar sehingga untuk mengadopsi kebudayaan bawaan itu, dibuatlah makanan berbahan dasar ikan dan sagu yang awalnya disebut 'kelesan'.

Kelesan ini ternyata digemari masyarakat Palembang yang mulai banyak dijual pedagang, baik lokal Palembang maupun pedagang China. Sejak tahun 1920an, mulai dikenal istilah pempek di kalangan masyarakat.

"Orang China yang sudah tua kan sering dipanggil 'apek'. Pembeli yang membeli kelesan dari orang China ini terbiasa memanggil pedagangnya dengan sebutan 'pek-pek-pek', yang akhirnya kelesan dikenal dengan nama pempek," jelasnya.

Ia mengatakan dengan banyaknya masyarakat Palembang yang merantau ke luar daerah, tentunya secara tidak langsung membawa dan mengenalkan makanan khas ini hingga ke luar Palembang. Sehingga besar kemungkinannya, pempek juga bisa dengan sangat mudah ditemukan di luar Palembang, khususnya di Jambi, Bengkulu, serta Lampung.

"Namun, jika disebut ini makanan khas daerah lain, itu tidak benar. Coba ceritakan sejarahnya untuk membuktikan ini makanan khas dari daerah mereka," tuturnya.

Yudhy mengatakan upaya untuk menjadikan pempek sebagai makanan khas Sumsel yang diakui sudah dilakukannya bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Sumsel serta Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Sumsel, sebelumnya sudah mendaftarkan tiga kebudayaan Sumsel untuk menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Ketiga kebudayaan itu yaitu kesenian Dul Muluk, songket, dan pempek.
Namun, baru Dul Muluk dan songket yang mendapatkan sertifikat sebagai WBTB asal Sumsel.
"Kini kita kembali mempersiapkan serta memperbaiki berkas untuk kebudayaan pempek sebagai WBTB asal Sumsel, terlebih dengan adanya klaim daerah lain. Tidak hanya pempek yang akan kita ajukan, ada beberapa kebudayaan lain yang kita siapkan untuk mendapat sertifikat WBTB ini," ungkapnya.

Namun, ia belum mau menyebutkan kebudayaan lain yang akan didaftarkan itu. Untuk kesenian Dul Muluk dan songket, ke depan pihaknya akan kembali mendaftarkan dua kebudayaan ini sebagai WBTB tingkat dunia.

"Kita lihat seperti angklung dan batik yang sudah diakui dunia berasal dari Indonesia. Ke depan kita juga akan melakukan itu untuk seluruh kebudayaan asal Sumsel," tambahnya.
Sumber : Sriwijaya Post, 20.12.13 / Kredit Foto : Helena H.
[English Free Translation]
CLAIM between two regions, Jambi and South Sumatera, about the origin of the pempek traditional food receive a response from South Sumatera cultural expert, Yudhy Syarofie. He had come to assert through history, it is clear pempek came from Palembang. Its origin is either historically, philosophical, geographical, and psychological clearly tells pempek came from Palembang.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...