Wednesday, September 21, 2011

[KU-066/2011] Investor Tambang Keluhkan Ketidakpastian Hukum

JAKARTA : Para investor di sektor pertambangan mengeluhkan masih adanya berbagai hambatan investasi di sektor ini terutama dari segi ketidakpastian hukum dan keberlangsungan dari usaha itu sendiri.

Ketua Asosiasi Pertambangan Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) Martiono Hadianto mengatakan oleh sebab itu, tidak ada investasi besar-besaran di sektor pertambangan selama 11 tahun terakhir.

"Selama 11 tahun terakhir ini, para investor luar negeri itu masih melihat berbagai hambatan dan dalam bentuk berbagai macam ketidakpastian, itu yang menilai mereka lho, bukan saya. Maka refleksinya kan itu tadi, tidak banyak yang investasi," ujarnya di sela-sela acara pembukaan Energy & Mining Indonesia Series hari ini.

Martiono mengatakan, para investor yang berusaha di sektor tambang adalah mereka yang ingin berinvestasi jangka panjang. Investasi jangka panjang, lanjutnya, sudah pasti juga memiliki risiko bisnis yang besar.

"Jadi usaha itu sendiri mengandung risiko. Tapi kalau kemudian hal-hal yang di luar bisnis ini juga menambah risiko perusahaan, jadi risikonya jadi tambah besar. Karena risikonya tambah besar, selama 11 tahun terakhir ini tidak ada yang mau investasi dalam jumlah besar-besaran, sesederhana itu," jelasnya.

Ketika ditemui di kesempatan yang sama, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan prospek investor tambang yang datang ke Indonesia ke depannya kebanyakan yang maunya hanya tinggal mengeruk, tanpa melakukan eksplorasi. Jika itu dilanjutkan, cadangan tambang Indonesia akan cepat habis, sehingga keberlanjutan usaha tambang ini menjadi sangat terancam.

"Artinya sebentar lagi kita sudah habis kegiatannya. Kalau ini terjadi terus, maka jangka menengah akan terjadi perlambatan pertumbuhan. Nah ini yang perlu kita hindari," jelasnya. 

Sayangnya, saat investor mau mengajukan izin eksplorasi tambang, birokrasi di Indonesia dinilai cukup menghambat. Akibatnya, prospek bisnis tambang menjadi tidak positif.

"Ini urusannya sama izin, sama tumpang tindih, bahkan ada seorang investor mengadu ke saya, dia harus melewati 82 meja [untuk ajukan izin], dan hampir semuanya [minta] uang. Jadi itu persoalannya, rezim-nya masih korup," ujarnya. (sut)

Sumber : Bisnis Indonesia, 21.09.11.

[English Free Translation]
Investor’s complaining the uncertainty of law, especially in mining sector.

Monday, September 19, 2011

[KU-065/2011] KAI Minta Pakai Harga BBM Subsidi

JAKARTA: PT Kereta Api Indonesia (KAI) menuntut penurunan biaya bahan bakar kereta api angkutan barang menyusul pemberlakuan kebijakan BBM industri non subsidi.

Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan pihaknya meminta kesetaraan perlakuan kebijakan BBM subsidi seperti yang dikenakan kepada angkutan truk. Dia menilai PT KAI terbebani akibat biaya tinggi solar industri sebesar Rp 9000.

“Truk milik PT Krakatau Steel yang tergolong berasal dari kawasan industri dikenai BBM subsidi. Lantas mengapa PT KAI yang mengangkut baja dari PT KS justru dikenai BBM non subsidi,”katanya kepada Bisnis hari ini.

Wimbo menambahkan pihaknya telah melayangkan surat keberatan kepada sejumlah kementerian termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, serta Kementerian Perhubungan. Hanya saja, imbuh Dia, hingga kini belum ada respon positif.

“Mereka hanya mengatakan akan menunggu Keputusan Presiden yang hingga kini tak kunjung keluar,”ujarnya.

Wimbo menambahkan biaya solar industri KA saat ini dinilai tidak kompetitif dibanding moda angkutan lain semisal truk. Pasalnya, sambung Dia, KA mesti membayar Rp9000/liter, namun truk hanya membayar Rp4.500 karena menggunakan BBM bersubsidi.

“KA tergolong angkutan umum yang seharusnya memeroleh subsidi,” jelasnya.

Menurut Wimbo, PT KAI akan kesulitan berkembang jika tidak didukung oleh kebijakan yang pro terhadap perkeretaapiaan. Dia berharap pemerintah bisa mengkaji dan mengevaluasi secepatnya pemberlakuan kebijakan BBM non subsidi kepada PT KAI.

Sementara itu di tempat berbeda, Serikat Pekerja PT KAI hari ini mendatangi Kementerian ESDM dan Perhubungan guna mendukung sikap manajemen menuntut penurunan biaya bahan bakar kereta api barang.

Ketua DPP Serikat Pekerja PT KAI Sri Nugroho mengatakan tarif bahan bakar solar untuk kereta api angkutan barang idealnya 60% lebih kecil dibanding tarif BBM untuk truk. Menurut Sri, pemberlakuan BBM non subsidi membuat biaya bahan bakar untuk KA barang di Pulau Jawa melonjak tinggi.(api)

Sumber : Bisnis Indonesia, 14.09.11.

[English Free Translation]
KAI Wanna Use Fuel Price Subsidies - article from local newspaper.

Saturday, September 17, 2011

[KU-064/2011] Perpres Sea Games Sudah Ditandatangani

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya  menandatangani Peraturan Presiden tentang persiapan pelaksanaan SEA Games XXVI 2011 Palembang dan Jakarta, termasuk ketentuan pendanaan kegiatan tersebut.

Jurubicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan payung hukum itu diteken Presiden kemarin sehingga bisa membantu mengatasi persoalan keterlambatan pencairan kebutuhan dananya.

"Dengan hadirnya perpres itu diharapkan panitia penyelenggara sea games ke-26 bisa berjalan dgn baik. Perpres itu sendiri memang merupakan suatu solusi atas apa yang selama ini jadi kendala dalam persiapan penyelenggaran sea games," ujarnya di Istana Presiden hari ini.

Dalam hal ini, lanjutnya, termasuk didalamnya mengatur kemungkinan panitia bisa melakukan penunjukan langsung untuk pengadaan barang dan jasa.

"Ini tentu mengandung perngertian ini merupakan pengecualian dari dari perpres No. 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah," katanya lagi.

Terkait dengan terbitnya payung hukum baru itu, tuturnya, Istana sudah mengirimkannya kepada Menkeu.

"Sudah dikirimkan dan perpres itu juga diparaf beberapa menteri, termasuk menteri keuangan yang memaraf," ujarnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 16.09.11.

[English Free Translation]
Presidential Decree on the preparation of the SEA Games XXVI 2011 Palembang already signed..

Friday, September 16, 2011

[KG-063/2011] Proyek Balai Yasa Lahat

Syukur alhamdulillah, kami mendapat kepercayaan untuk bisa berpartisipasi dalam pemasangan (installment) mesin bubut di Balat Yasa Lahat. Pemasangan berlangsung selama 2 hari dari target 3 hari yang dijadualkan.


Proses pembongkaran mesin bubut yang terbungkus sangat rapih, berikut peralatan pendukung hingga material semen beton, berlangsung sangat hati, apalagi langsung dilakukan oleh perwakilan pabrik pembuat mesin bubut.

Pembongkaran barang hingga pemasangan berlangsung dari tanggal 13 dan 14 September 2011 namun jangan salah, persiapannya sudah seminggu sebelumnya dan finishing process-nya akan berlangsung 4 hingga 6 minggu ke depan, Presisi dalam biz ini sangat penting.

Untuk mensukseskan proyek ini, PT. Kereta Api Logistik (KALOG) Sumatera Selatan menyiapkan 1 (satu) unit dump-truck dan 1 (satu) unit crane berkapasitas 50 ton. Selain itu dilibatkan tim profesional yang terdiri dari supir, operator/helper, mekanik serta supervisor KALOG.

Berikut ini rentetan foto yang sedikit banyak akan membantu kronologis alat diatas lori KA, diangkat, dibawa dan diturunkan hingga ditempatkan di posisi yang diinginkan. Nikmati aja foto-foto berikut ini.





Disinilah proses awal bermula - buka bungkus.












Di bungkus berkali-kali demi keamanan, it's about safety.











Sudah polos, packing dibongkar abiiz











Mesin baru buatan Jerman turun gunung he 3x












Hand With Care. Fragile. Gile bener










Armada KALOG yang turun ke lapangan












Mesin bubut menjelang pendaratan di posisi aman









Dipandu turun













Foto bersama bersama tim KALOG dan bule2










Kerja tim, semua berkontribusi koq. Congrats










Sumber : KALOG / Foto : RAM - Riestu Rimba.

[English Free Translation]
Chronological installation of new machinery at Balai Yasa Lahat.

Sunday, September 11, 2011

[KU-062/2011] Kemenhut : Hujan Buatan Sangat Mendesak

Hari ini, Minggu 11/09/11, saya berencana pulang ke Palembang, dari kota Lahat. Berangkat jam 10.00 dengan melintasi Muara Enim, Prabumulih dan kota-kota antara ditengahnya. Yang mengejutkan saat melewati kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) di Indralaya, sekitar jam 16.00-an.

Udara serasa tambah panas dan awan serasa pekat. Betul saja, dalam perjalanan menuju Kertapati, ditengah areal alang-alang, jalan aspal yang baru saja diperbaiki, kabut tebal berwarna putih menyelimuti jalur jalan diselingi kibasan api sekali-sekali.

Entah siapa yang membakar atau memang karena suhu panas yang menyebabkan terjadinya kebakaran dan asap putih tersebut. Di republik ini serba susah ketahuan dari mana asal api, seperti halnya dari mana asal isu korupsi.

Berikut ini , kebetulan ada cuplikan artikel di koran nasional, terkait isu hujan buatan agar cuaca panas bisa sedikit diminimalisir dan areal persawahan atau perkebunan yang memerlukan air bisa terpuaskan dahaganya. SUMATERA SELATAN, Anda layak disemprot dengan hujan buatan !

Manusia dan tanaman, sama-sama ciptaan Allah SWT, membutuhkan perhatian, udara, air dan hal-hal penting untuk hidup. Jadi tetap berdoa agar yang selama ini dinikmati tetap bisa disyukuri. Jangan menunggu sampai air bersih habis, begitu juga hutan gundul.

Salam, RAM

--- quote ---

[KU-062/2011] Kemenhut : Hujan Buatan Sangat Mendesak

JAKARTA: Kementerian Kehutanan menegaskan hujan buatan mendesak dilaksanakan untuk memadamkan hotspot (titik api) di Kalimantan Tengah, Riau, dan Sumatra Selatan.
 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Noor Hidayat mengatakan  jumlah hotspot di tiga provinsi itu sudah banyak. Berdasarkan data Kemenhut mengenai sebaran hotspot, Sumatra Selatan memiliki 2.396, Riau 3.011, dan Kalimantan Tengah 970.

"Ini mendesak. Tidak hanya bisa mengandalkan regu di darat saja, maka harus diturunkan regu udara dengan cara hujan buatan," katanya kepada Bisnis hari ini.

Menurutnya, pemadaman hotspot lewat jalan udara dapat dilakukan dua cara. Kedua cara itu yakni modifikasi iklim lewat hujan buatan dan pemboman air dengan helikopter. Pada 2006 Indonesia pernah meminjam helikopter dari Rusia untuk memadamkan kebakaran lewat pemboman air.

"Sekarang kita pakai cara hujan buatan karena kita tidak punya pesawat pemboman air itu," ucap Noor.

Dia menjelaskan hujan buatan di Sumatra Selatan, Riau, dan Kalimantan Tengah akan dijalankan pada 12 September, bukan 10 September seperti yang diutarakan sebelumnya. Tanggal 12 September dipilih karena pengiriman bahan-bahan untuk mewujudkan hujan buatan baru sampai pada 10 September. Pengirimannya dilakukan dua hingga tiga hari lalu.

"Seperti garam untuk hujan buatan baru dikirim tiga hari lalu lewat jalan darat. Hujan buatan kan harus tunggu bahan," kata Noor.

Dari satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Kementerian Kehutanan menyatakan total hotspot hingga 6 September 2011 sebanyak 19.845 hotspot yang menyebar di 4.435 titik hutan (22.35%) dan di 15.410 titik lahan (77,65%). (sut)

Sumber : Bisnis Indonesia, 09.09.11.

[English Free Translation]
Artificial rain is needed and very urgent, said Ministry of Forestry.

Friday, September 9, 2011

[KG-061/2011] Progres 9 : Hopper Melengkapi Conveyor

Menjelang pengoperasian sistem angkutan batu bara terpadu di dermaga Kertapati (KPT), masih banyak kekurangan yang harus dibenahi agar kelak pada saat hari pelaksanaan, bisa diminimalisir tingkat kegagalannya - kalau ada 'loh.

Manusia selalu belajar dari kejadian sebelumnya. Untuk itu, setelah proses pemasangan karet yang dilakukan sebelum hingga sesudah Lebaran 1432 H usai sudah dan saat dilaksanakan uji-coba selama 2 (dua) hari berturut-turut, syukur alhamdulillah berjalan lancar. Conveyor sudah oke, tinggal nunggu Hopper.

Hopper apaan sih (sebelumnya banyak ditulis Hooper, yang betul Hopper, maaf ya) ? Yakni lubang penampungan batu bara yang akan dialirkan melalui conveyor belt di area tertentu, khususnya pelabuhan sungai atau laut.

Dalam beberapa hari kedepan Hopper tinggal menunggu proses pengelasan dan bila ini tuntas maka segera bisa dilakukan uji-coba pemuatan batu bara ke atas tongkang. Kapan ? Itu juga yang sedang kita tunggu. Sabar aja ya.



Sumber : KALOG / Foto : Riestu Rimba

[English Free Translation]
Hopper fill out the presence of conveyor at KPT.

Wednesday, August 31, 2011

[KG-060/2011] Pesan Dirut Di Hari Lebaran 1432 H

Diundur atau tidak, Lebaran 1432 Hijriah tahun ini atau yang bertepatan dengan tanggal 31/08/2011 tetap memiliki makna tersendiri di benak umat Muslin di tanah air. Rasa-rasanya, baru kali ini merasakan Lebaran mundur dari jadual kalender Masehi.

Sebulan penuh umat Muslim di berbagai belahan dunia melaksanakan ibadah Puasa sebagai sarana revitalisasi diri, pembentukan watak baru melalui penggemblengan disiplin puasa serta memaknai jiwa baru sesudah dosa-dosadihapuskan.

Gambaran tersebut, tercermin dari wajah-wajah berseri, setelah bertemu sanak saudara dan handai taulan. Umur tak dapat ditebak, pekerjaan sulit dihindari karena sama-sama terintegrasi dalam diri manusia kalau dia ingin tetap eksis.

Melalu forum ini, Direktur Utama PT. Kereta Api Logistik (KALOG), Yayat Rustandi menyampaikan pesan untuk tetap memupuk tali silaturahim dan kekeluargaan serta menjaga sikap saling menghargai agar bisnis KALOG dan hubungan baik dengan sesama tetap terbina.

Juga diamanahkan bagi semua insan KALOG sesampainya di tempat tugas kelak, jangan bekerja biasanya tetapi bekerja seharusnya, jangan bekerja sekedar menjalankan tugas tetapi menyelesaikan tugas.

Untuk itu, selaku penanggung jawab KALOG, Dirut mengajak segenap jajaran dan pimpinan perusahaan, mari kita bekerja seharusnya dan selalu menyelesaikan tugas. Terima kasih.

Akhir kata, "Selamat Idul Fitri 1432 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin".

Wass. YR.

Bandung, 31 Agustus 2011 

[English Free Translation]
Message form KALOG’s management during Lebaran festive.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...