Tuesday, October 8, 2019

[KU-281/2019] Terbesar di ASEAN Saat Ini, Ekonomi Digital RI Diramal Tembus US$ 133 Miliar di 2025


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Google, Temasek dan Bain & Company merilis laporan e-Conomy SEA keempat pada tahun ini. Dari data tren pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara itu, Indonesia masih menjadi negara dengan pertumbuhan paling tinggi di kawasan.

Ekonomi digital Indonesia pada tahun ini diproyeksikan mendekati US$ 40 miliar dan diprediksi akan mencapai US$ 133 miliar pada 2025 mendatang. Jumlah tersebut lebih tinggi 30% ketimbang prediksi tahun sebelumnya.

Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia menyebut laporan ini memadukan Google Trends, riset Temasek dan analisis Bain & Company serta berbagai sumber dari industri dan wawancara ahli.

Transformasi ekonomi Indonesia yang luar biasa menjadi pendorong pertumbuhan yang dinamis di Asia Tenggara. Baca juga: Indonesia Jadi Pasar Menjanjikan untuk Ekonomi Digital.

"Saat ini kita menyaksikan bagaimana startup-startup Indonesia menjadi pemain tingkat regional dan bagaimana pendekatan inovatif mereka memecahkan masalah lokal mampu merevolusi transportasi, jasa pengantaran makanan, wisata dan perjalanan, serta e-commerce di seluruh Asia Tenggara," ujarnya dalam siaran pers, Senin (7/10).

Jabodetabek masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan US$ 555 per kapita dibandingkan dengan daerah non metropolitan yang hanya US$ 103 per kapita. Namun, daerah non metropolitan diperkirakan akan tumbuh dua kali lebih pesat dalam 6 tahun ke depan.

Florian Hoppe, Partner & Leader of Asia Pacific Digital Practice Bain & Company menyebut terdapat kekurangan akses layanan keuangan di Asia Tenggara. Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia yang hanya 42 juta penduduknya yang memiliki rekening bank.

"Dengan 47 juta penduduk belum mendapatkan cukup layanan keuangan dan 92 juta penduduk sama sekali tidak memiliki akses, teknologi dan data dapat dimanfaatkan untuk mengubah cara orang Indonesia menangani pembayaran, transfer dana, pinjaman, investasi dan asuransi online," tambahnya.

Apalagi sebanyak 46% penelusuran tentang paket internet di Google Search berasal dari area non metro.

Perluasan pembayaran digital dan opsi pembayaran dengan pulsa membuat semakin banyak orang di luar area metro yang membayar game, musik dan video on demand menggunakan layanan tersebut.

Rohit Sipahimalani, Joint Head, Investment Group Temasek menambahkan bahwa investasi yang ditanamkan untuk 3.000 startup di Asia Tenggara pada tahun ini mencapai US$ 7 miliar. Startup teknologi di sektor B2B, layanan kesehatan, dan pendidikan juga menerima pendanaan baru-baru ini.

"Kami melihat banyak potensi dalam ekonomi digital Indonesia. Populasi anak muda digital native yang sangat aktif menjadi faktor kunci dalam perkembangan ekonomi mereka," ujarnya.

Apalagi perbaikan dalam hal logistik dan pembayaran juga akan memperlancar ekonomi digital Indonesia dan potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Masih ada kebutuhan akan developer, software engineer, ilmuwan data dan SDM lainnya.

Sumber : Kontan, 08.10.19 / Ilustrasi : Katadata + Kominfo.

[English Free Translation]
Google, Temasek and Bain & Company released the fourth SEA e-Conomy report this year. From the data of digital economic growth trends in Southeast Asia, Indonesia is still the country with the highest growth in the region. Good opportunity.

Monday, October 7, 2019

[KU-280/2019] Harga Batubara Acuan Oktober Turun Jadi US$ 64,8 Per Ton, Terendah Dalam Tiga Tahun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki kuartal akhir 2019, harga batubara acuan (HBA) masih tertekan. HBA bulan Oktober merosot ke angka US$ 64,8 per ton atau turun 1,5% dibandingkan HBA bulan September lalu yang dipatok sebesar US$ 65,79 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, pergerakan HBA pada Oktober ini masih dipengaruhi oleh sentimen yang sama di bulan lalu. Faktor yang paling signifikan, kata Agung, lantaran masih berlarutnya efek perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

"Faktornya masih sama seperti bulan lalu. Masih ada efek perang dagang antara Amerika dan China," kata Agung saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (7/10).

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menambahkan, penurunan harga tersebut disebabkan adanya sentimen negatif terhadap pasar batubara. Pemicunya, kata Hendra, ialah isu impor kuota Tiongkok serta penurunan permintaan di Eropa dan Asia timur laut yang disebabkan kenaikan penggunaan LNG, nuklir dan energi terbarukan. "Selain itu, 75% komponen pembentuk HBA mengalami penurunan setidaknya 2%," ungkap Hendra.

Hendra merinci, Indonesia Coal Index (ICI) turun sekitar 2% dibandingkan bulan lalu. Sementara Platss 5900 GAR turun 2,4%, dan Newcastle Export Index (NEX) tertekan sebesar 2%. Adapun, kenaikan hanya terjadi di Global Coal Newcastle Index (GCNC) yang merangkak 1%.

Seperti diketahui, ada empat variabel yang membentuk HBA, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Global Coal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 GAR dengan bobot masing-masing 25%. HBA diperoleh dari rata-rata keempat indeks tersebut pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6.322 kcal/kg GAR.

Kendati begitu, Agung memprediksi HBA bisa merangkak naik pada bulan depan. Hal itu dipengaruhi oleh kondisi permintaan di India sebagai dampak dari bencana banjir yang terjadi di sana. "Karena banjir di India, bulan depan kemungkinan naik ya," ujar Agung.

Sementara itu, Ketua Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arif memprediksi, harga batubara akan bertahan di level US$ 60-an per ton hingga akhir tahun ini. Jika pun ada kenaikan atau perubahan harga, hal itu tidak akan signifikan.

Irwandy sependapat. Adanya banjir di India bisa membuat harga merangkak naik seiring dengan adanya permintaan impor batubara yang lebih banyak. "Harapannya harga batubara di kuartal IV naik sedikit dibandingkan di kuartal III. Kemungkinan India akan mengimpor batubara lebih banyak daripada kuartal III karena banjir lalu," terangnya.

Sebagai informasi, HBA bulan Oktober yang sudah menyentuh US$ 64,8 per ton ini menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakhir. Asal tahu saja, sejak September 2018, tren batubara terus menurun dan hanya sekai mencatatkan kenaikan tipis secara bulanan pada Agustus 2019 lalu.

Secara rerata, HBA dari Januari-Oktober tahun ini tercatat sebesar US$ 80,21 per ton, menukik dari rerata HBA pada periode yang sama tahun lalu yang masih berada di angka US$ 99,72 per ton.

Di tengah kondisi tersebut, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan bahwa realisasi produksi batubara pada tahun ini akan lebih susah diprediksi. Hal itu lantaran tren penurunan harga yang terus terjadi.

Menurut Bambang, kondisi tersebut membuat produsen batubara, khususnya yang berskala kecil akan mempertimbangkan ulang jika ingin menggenjot produksi. "Produksi ini juga susah ditebak karena harga turun, yang kecil-kecil susah produksi," kata Bambang.

Walau pun begitu, Bambang memproyeksikan produksi batubara tahun ini bisa menyentuh 530 juta ton. Meski lebih rendah dibandingkan realisasi produksi tahun lalu yang mencapai 557 juta ton, proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan target produksi batubara nasional pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) awal tahun 2019 yang sebesar 489,12 juta ton.

Bambang mengakui, penurunan HBA ini berdampak terhadap realiasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang sulit untuk mencapai target. Asal tahu saja, angka 530 juta ton itu setara dengan asumsi PNBP pada tahun ini.

"Mungkin sekitar 530-an juta, sesuai dengan asumsi PNBP. Harga ini pengaruh ke PNBP yang turun, tapi masih ada tiga bulan lagi, semoga tercapai," tandas Bambang.

Sumber : Kontan, 07.10.19.

[English Free Translation]
Entering the final quarter of 2019, the reference coal price (read : harga batubara acuan or HBA) is still depressed. The October HBA dropped to US $ 64.8 per ton, down 1.5% compared to the HBA last September which was set at US $ 65.79 per ton.

Sunday, October 6, 2019

[KX-279/2019] AXI KALOGers M1 Okt 2019

JaKaRTa : Kegiatan akhir Sep + awal Okt, diramu skalian di minggu ini. Gak terlalu reaktif karena kalo perkara target tahun 2019 yang ada saat ini sepertinya bakal bisa diraih KALOG karena ditopang raihan angkutan batubara.

Lantas angkutan lain gimana ? So far so good tapi tetap diupayakan perolehan maksimal daripada berleh-leha tahu2 bablas angine. Harus lebih dari RKAP yang sudah ditetapkan supaya lebih aman he 3x.

Aktifitas lain ya dokumentasi dari acara ultah PT KAI, perpisahan Manajer QA bareng KALOGers (diwakili teman2 satu kosan), kumpul bareng keluarga/temen dan sebagainya. Tumplek disini, termasuk aktifitas para mantan.

Tematiknya bebas. Selamat menikmati.

Dokumentasi, terlampir.


Sumber : X-KALOG / Foto : KALOGers – RAM.

[English Free Translation]
Various activities in end of Sep + beginning of October, mixed scaling within this week. Not too reactive because if the case in 2019, the current target seems to be able to reach by KALOG because it is supported by the achievement of coal transportation for the whole 2019 which improved properly.

Saturday, October 5, 2019

[KU-278/2019] KA Bandara Resmi Beroperasi Dari Stasiun Manggarai


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi melepas secara simbolis perjalanan Kereta Bandara (KA) dari Stasiun Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (5/10/2019).

Pelepasan ini merupakan bagian dari soft launching KA Bandara di Manggarai dan mulai dioperasikan melayani penumpang. "Alhamdulillah, hari ini kita sudah melakukan perjalanan pertama dari Manggarai menuju ke bandara," kata Budi kepada awak media seusai pelepasan kereta.

Menhub mengatakan, KA Bandara di Manggarai mulai beroperasi sejak pukul 05.10 WIB, pagi dengan total 34 perjalanan kereta dalam sehari. "Ini satu service yang bagus dari Railink, oleh karenanya saya ucapkan selamat," ujarnya.

Menhub menyampaikan, setelah berbincang dengan sejumlah penumpang, respons mereka kehadiran moda ini baik dan positif. Karena menambahkan opsi atau alternatif ketika ingin menujuk Bandara Soekarno-Hatta.

"Tadi saya bicara dangan penumpang, responsnya baik karena mereka merasakan kalau dari Mangarai ini berarti point to point. Arntinya, bukan saja penumpang dari Manggarai tapi juga penumpang dari Bekasi, Depok. Sentralnya di Manggari," bebernya.

Untuk saat ini, tiket KA Bandara di Stasiun Manggarai dibanderol Rp 40.000 hingga akhir Oktober ini. Nantinya, setelah beroperasi beberapa waktu, harga tiket kembali disesuaikan.

Sebelum melepas KA Bandara, Menhub juga meninjau sejumlah fasilitas di Stasiun Manggarai. Seperti toilet khusus disabilitas serta membeli tiket di konter.

Sumber : Kontan, 05.10.19 / Foto : TribunNews.

[English Free Translation]
Minister of Transportation (Menhub) Budi Karya Sumadi symbolically took off the Airport Train trip from Manggarai Station to Soekarno-Hatta Airport, Saturday (October 5th, 2019). This release is part of the soft launching of the Airport Train.

Friday, October 4, 2019

[KU-277/2019] Pendapatan PT KAI Turun 8,17% Di Semester Pertama


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) pada semester I-2019 turun 8,17% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Berdasarkan laporan keuangan PT KAI, pada paruh pertama 2019, emiten pelat merah ini mengantongi pendapatan sebesar Rp 12,13 triliun.

Padahal pada semester I-2018 KAI mengantongi pendapatan Rp 13,21 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya pendapatan konstruksi dari Rp 3,62 triliun menjadi hanya Rp 1,43 triliun. Porsi pendapatan konstruksi hanya menyumbang 11,8%, sisanya merupakan pendapatan dari angkutan dan usaha lainnya.

Penurunan pendapatan tersebut dibarengi dengan turunnya beban pokok pendapatan sebanyak 13,36% yoy. Tercatat pada semester I-2019, PT KAI merogoh kantong sebesar Rp 8,95 triliun. Sedangkan pada semester I-2018, PT KAI hanya mengeluarkan beban pokok pendapatan sebesar Rp 10,33 triliun.

Alhasil, laba bersih PT KAI berhasil terkerek. Perusahaan kereta api milik negara ini berhasil mendapatkan laba sebesar Rp 1,16 triliun. Laba ini naik 4,5% yoy dari semester I-2018 yang tercatat Rp 1,11 triliun. Sehingga laba per saham pada semester I-2019 mencapai Rp 101.000.

Di sisi lain, PT KAI memiliki utang sebanyak Rp 22,16 triliun. Naik 7,05% yoy dari akhir Desember 2018 yang tercatat Rp 20,7 triliun. Sebanyak 60,55% atau setara Rp 13,42 triliun dari total utang tersebut didominasi oleh utang jangka panjang. Jumlah utang jangka panjang tersebut sejatinya turun tipis dari semester I-2018 yang tercatat Rp 12,44 triliun.

Peningkatan justru terlihat dari utang jangka pendek. Pada semester I-2019 tercatat utang jangka pendek PT KAI mencapai Rp 8,74 triliun. Naik 20,55% yoy dari Rp 7,25 triliun.

Sumber : Kontan, 04.10.19.

[English Free Translation]
The revenue of PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) in the first half of 2019 decreased 8.17% when compared to the same period last year (YOY). Based on PT KAI's financial statements, in the first half of 2019, this state-owned issuer pocketed revenue of Rp 12.13 trillion

Wednesday, October 2, 2019

[KU-275/2019] Target Uji Coba Kereta Cepat Jakarta - Bandung Molor, Ini Penyebabnya


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Target uji coba kereta cepat Jakarta - Bandung diperkirakan akan molor. Sebelumnya uji coba kereta cepat tersebut akan dilakukan pada kuartal kedua 2021. Namun molor dan akan dilakukan pada semester kedua tahun 2021.

"Agak terhambat sedikit, paling beberapa bulan target awal semester satu ya kuartal 2," ujar Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (1/10).

Meski begitu, Chandra tetap optimistis bisa menyelesaikan proyek kereta cepat tepat waktu. Sesuai target kereta cepat tetap akan beroperasi pada tahun 2021 mendatang.

Lahan dinilai sudah tidak menjadi hambatan dalam pengerjaan proyek. Dari seluruh lahan yang akan digunakan, tidak sampai 1% yang masih belum diselesaikan.

Chandra bilang lahan yang belum rampung tersebut milik Ciputra. Lahan tersebut terletak di kawasan BizPark di Kota Bandung.

Namun, pemindahan lahan utilitas masih menjadi kendala. Asal tahu saja akibat pembangunan kereta cepat ini perlu ada pemindahan Sutet, pintu tol, serta fasilitas umum seperti sekolah.

"Sutet yang crossing ada 31 unit, ada pipa Pertamina itu pindah ke seberangnya, madrasah, sekolah, kemudian gerbang tol," terang Chandra.

Saat ini progres pembangunan kereta cepat masih sekitar 35%. Targetnya pembangunan kereta cepat hingga akhir tahun dapat mencapai 50%.

Sumber : Kontan, 01.10.19 / Foto : beritatrans.

[English Free Translation]
The target of the Jakarta - Bandung fast train trial is expected to be delayed. Previous trials of the fast train will be carried out in the second quarter of 2021. However, it will be delayed and will be carried out in the second half of 2021.

Tuesday, October 1, 2019

[KU-274/2019] KAI Gandeng Servo Railway Rancang Lokomotif Biodiesel B100


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggandengan Servo Railway dan Progress Rail untuk merancang lokomotif berbahan bakar biodiesel 100% (B100). Ketiganya meneken nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) bersamaan dengan agenda peringatan ulang tahun KAI ke-74 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/9).

Kerjasama itu dicanangkan sebagai tindak lanjut rencana Pemerintah dalam meningkatkan penggunaan minyak sawit pada moda transportasi di dalam negeri, khususnya kereta api.

"Kita melihat arahan Presiden, kita mengarah ke B100 karena kita penghasil kelapa sawit yang luar biasa. Kami mendahului untuk melakukan MoU atau mencoba rekayasa engineering atas aset yang ada untuk B100," tutur Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro dalam siaran pers hari ini.

Sejauh ini, armada operasional milik KAI telah menggunakan biodiesel 20 persen (B20). Sedangkan berdasarkan ujicoba, pemakaian biodiesel sudah naik ke level 30 persen (B30). Secara berjenjang, aset tersebut akan dikembangkan untuk dapat mengonsumsi hingga B100.

"Sekarang kan sudah B20 nanti diantisipasi akan ke B30, B40, B50, sampai B100. Armada kita 200 lebih, pembangkit kita itu kereta yang bangkitin AC (air conditioner) dan penerangan hanya sampai B30, makanya kita harus melakukan rekayasa teknologi untuk makan B100," tutur Edi.

Di saat bersamaan, founder Servo Railway, Widhi Hartono menjelaskan, tahap awal kerjasama akan dimulai dengan kajian kelayakan (feasibility study) pada aspek teknis dan keekonomian.

Dalam tahap ini, KAI dan Servo menggandeng  Progress Rail, perusahaan infrastruktur rel kereta anak usaha Caterpillar asal Amerika. "Ide ini diinisiasi oleh Dirut KAI. Peran Servo Railway dan Progress Rail mendukung program Pemerintah untuk pengembangan B100 di lokomotif," ujar Widhi.

Targetnya, tahap kajian akan memakan waktu hingga satu tahun mendatang. Bila hasilnya memuaskan, kerjasama bakal naik ke level pengadaan lokomotif. 

"Dimulai degan penelitian kemudian jika feasible, maka akan dilakukan pengembangan dan pengadaan. Target waktu penelitian satu tahun. Untuk pengembangan dan pengadaan akan ditentukan kemudian tergantung hasil penelitian," sambung Widhi.

Sebagai informasi, biodiesel merupakan minyak kelapa sawit atau fatty acid methyl ester (FAME) yang dicampurkan pada bahan bakar solar. Untuk B20, komposisi sawit tercatat sebesar 20 persen.

Program biodiesel digulirkan oleh Pemerintah sejak tahun lalu. Selain ditujukan untuk menggenjot konsumsi sawit di pasar domestik, biodiesel juga dinilai dapat menekan emisi udara dari kendaraan.

Lebih lanjut, Project Director Servo Railway, Muhammad Hanafi mengatakan, pihaknya memiliki portofolio bisnis dengan memegang proyek jasa pengangkutan kereta api batu bara di Sumatera Selatan (Sumsel). Trayeknya dari Kabupaten Lahat menuju Kabupaten Ogan Ilir. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses persiapan konstruksi.

"Selain mensuplai KAI, Servo Railway sebagai pemegang izin perkeretaapian khusus juga akan menggunakan sendiri lokomotif B100 tersebut untuk mengangkut batu bara dari Lahat ke Ogan Ilir. Apalagi trase Servo tersebut melewati perkebunan sawit di Sumsel, jadi meningkatkan multiplier effect," bebernya.

Terkait kajian B100 untuk lokomotif ini, prosesnya akan dimonitor oleh ketiga pihak. Fokus kajian memastikan kalau penggunaan bahan bakar berbasis minyak sawit ini tidak merusak mesin.

"Terutama bagaimana B100 tidak hanya dapat membuat bahan bakar yang efisien, tapi tidak bermasalah pada performance engine dan perawatannya," tambah Deputy Project Director Servo Railway, Deddy Gamawan.

Sumber : Kontan, 30.09.19.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia (KAI) is collaborating with Servo Railway and Progress Rail to design a 100% biodiesel fuel (B100) locomotive. Another innovation from KAI.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...